diNego Makmum Masbuk :)

Sholat jamaah kumulai, isteri dan Mulia (10 th) anak sulungku khusuk jamaah dibelakangku. Cuman ya itu..Makna (7 th) sukanya nelat alias masbuk.

Surat Alfatehah sudah selesai kubaca, Makna masih sibuk keluar-masuk kamar ngomel2 sendiri nggak bisa nemuin sarungnya. “Deddyyy…suratnya yang lamaaa yaaaa!!…dimanaaa sarungku??!!” teriaknya sambil terus nyari sarung nggak ketemu…
“Dedddyyyy suratnya tambaahin!!”…

Mau nggak mau aku yang jadi imam jadi nggak konsentrasi. Bacaan surat sesudah Alfatehah terpaksa kutambah sambil menunggu Makna yg khawatir ketinggalan rakaah pertama…

Hingga 3 surat, Makna masih belum gabung2..”apa ya harus seluruh Juz amma aku baca di rakaat pertama ini?” mau nggak mau aku mulai nggak khusu’ sbg Imam…Makna teriak lagi, “Deeed…tungguuuuu!”
Hampir saja aku batal sholat nahan ketawa, ni anak lama banget, masa’ imam disuruh nambah bacaan surat terus???

“Allooohu Akbar” terpaksa aku ruku’ nggak perduli Makna yg nggak gabung2…
“Rukuknya yang lamaaaa Deddd!!”..Tergopoh2 ia datang pake sarung langsung ngikut rukuk, bahagia nggak perlu nambah rakaat….

Jian, imam jamaah sholat kok diajak negosiasi makmum masbuk?! :))

Advertisements

Memberi Nafkah ke Isteri & Anak-anak = SHODAQOH dihadapan Alloh

(Sumber: http://www.facebook.com/?ref=home#!/note.php?note_id=422356173066)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman menyebutkan kewajiban suami ini:

وَ عَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَ كِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf.” (Al-Baqarah: 233)

Ketika Mu’awiyah bin Haidah radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, apa hak istri salah seorang dari kami terhadap suaminya?” Beliau menjawab:

((أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَ تَكْسُوْهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ, وَ لاَ تَضْرِب الْوَجْهَ, وَ لاَ تُقَبِّح, وَ لاَ تَهْجُر إِلاَّ فِي الْبَيْتِ))

“Engkau beri makan istrimu bila engkau makan, dan engkau beri pakaian bila engkau berpakaian. Jangan engkau pukul wajahnya, jangan engkau jelekkan [1] dan jangan engkau boikot kecuali di dalam rumah.” (HR. Abu Dawud no.1830 dan Ibnu Majah no. 1840. Dihasankan oleh Asy-Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/202)

Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata: Continue reading

Bedanya Anak orang Kaya & Dokter Berpengaruh ama Bukan siapa-siapa: Pengalaman Nyekolahin Isteri Spesialis

Jelas beda!!!

Kalo kamu anak orang kaya…enak banget kamu cuman tinggal minta ke orang tuamu

kalo kamu anak dokter yang punya pengaruh, bapak/ibu kamu yang bakalan ngasih jalan dan temen2 dia yg bakalan segan kalo nggak nglolosin kamu

bagi kami, yang bukan siapa-siapa ini semuanya serba Berjuang…

Saat Test, kami benar-benar berjuang

Saat membayar uang muka spesialis yang sangat Mahal, kami sangat berjuang

Saat menjalani sekolah, kami terus berjuang setiap harinya..

Saat harus membayar uang semesteran, uang bulanan, buku, bahkan uang operasional Harian….saat ini kami terus Sangat Berjuang

Entahlah…tulisan ini saya buat, masuk ke semester II isteri saya mengambil spesialis Obsgyn…dan tetap Alhamdulillaah Alloh mengaruniakan kami pengalaman proses yang sedemikian “indah” ini….

InsyaAlloh saya yakin: Alloh yang ngasih spesialis isteri saya, Alloh yang nyuruh isteri dan anak-anak saya pulang duluan, Alloh yang ngasih beasiswa PhD saya, Alloh juga yang akan memelihara kami dan memenuhi kebutuhan kami sampai isteri selesai spesialis 4 tahun ke depan nanti.

Bismillaaaah…La khaula wa la khuwata illa billaahu
Sepenggal kisah seorang suami yang berjuang belajar seorang diri dan isteri dengan 2 anak yang juga sangat berjuang di kota baru tanpa sanak saudara, hanya Alloh penjaga kami.

Semuanya “Mudah” jika biasa sejak kecil …

Berita di Kompas ini, semoga menjadi pengingat saya sebagai seorang bapak untuk tidak menyia-nyiakan potensi anak sejak kecil. Bagaimana mereka mempelajari sesuatu yang bermanfaat but having fun too? Bismillaah

Kecil-kecil Juga Bisa Bikin “Software”

KOMPAS.com — Kemenangan Fahma Waluya (12) dan adiknya Hania Pracika (6) dalam lomba software APICTA International 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia, pekan lalu membuktikan bahwa anak Indonesia juga jago membuat software. Tak harus software yang canggih langsung dengan animasi tiga dimensi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana software tersebut bisa bermanfaat.

Kakak beradik asal Bandung itu telah membuktikannya. Seperti anak-anak lainnya, Fahma pun suka bermain game di PC atau ponsel. Namun, ia mengajak kawan-kawannya tidak hanya bermain game, tetapi juga membuat game sendiri.

Pengalamannya membuat software berawal dari kesenangannya bermain Continue reading

Sekolah Anak kami: kenapa masa anak-anak ini begitu Critical?

Mengapa Anak-Anak saya (Mulia & Makna) sebaiknya sekolah di SDIT & TKIT?

Rencana Pelaksanaan “Amanah Alloh” & Pengembangan “Investasi dunia akherat”?
(Bagaimana kami berusaha mendidik & membesarkan ANAK-ANAK kami sebagai AMANAH dari Alloh & INVESTASI dunia akherat kami hingga menjadi makhluk-makhluk yang BERMANFAAT bagi semesta umat).

Malam ini, merenung…memantapkan diri, mengevaluasi, mengapa kami harus “menginvestasikan” banyak pengeluaran untuk pendidikan anak-anak kami yang “masih” TK dan SD pada saat ini (di mana pada saat bersamaan ibunya juga sedang membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk spesialisnya).

Ya Alloh, semoga Engkau ridloi pilihan ikhtiar kami ini, mohon Continue reading

“Dear, why do we choose this HARD way than the Easier way?”: catatan ¾ perjalanan PhD saya

Maret – Juni 2010….another milestone kehidupan kami
Maret 2010, tepat 2 tahun sejak secara resmi program PhD saya dimulai (Maret 2008). Meski 2 tahun namun saya merasa pelaksanaan penelitian saya kini telah mencapai tahapan ¾ bagian dan insyaAlloh tinggal ¼ bagian penyelesaiannya.

Rahmat beasiswa PhD ke Australia yang Continue reading

Kewajiban ANAK kepada ORANG TUA: Al’Quran

Setidaknya terdapat 5 Kewajiban kita kepada Orang Tua kita yang dituntunkan dan diperintahkan Alloh kepada kita:
1. Taat kepada orang tua
2. Berbakti kepada orang tua
3. Memberi nafkah kepada orang tua
4. Berdo’a untuk orang tua
5. Memelihara orang tua

Berikut penjelasannya: Continue reading