Berbicara Beasiswa di Depan Pimpinan 40 PTS di Jatim

Gedung Rektorat, ITS Online, 16 Juli 2012 – Acara yang diinisiasi Laboratorium Vision, Image Processing and Graphic (VIPG) ini menghadirkan seluruh pimpinan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PT NU) di Jawa Timur. Dalam kesempatan ini, mereka akan belajar mengenai pola pendidikan berbasis laboratorium.

Dr Agus Zainal Arifin SKom Mkom, ketua pelaksana acara menjelaskan, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja PT NU sehingga mampu meraih Akreditasi A. Di samping itu, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), publikasi ilmiah, pendanaan laboratorium serta e-learning juga mendapat perhatian khusus.

Tak tanggung-tanggung, empat pakar turut dihadirkan. Dalam bidang Strategi Pengembangan SDM PT, hadir Tony Dwi Susanto ST MT PhD. Dalam paparannya ia menguraikan bagaimana cara agar dapat memperoleh beasiswa ke luar negeri. ”Beasiswa itu banyak dan mudah kalau tahu caranya,” ujarnya lugas. Tidak hanya itu, penulis Buku Pintar Beasiswa ini juga berbagi tips kepada para petinggi PT NU agar dapat mengikat stafnya lepas studi. Mengingat hal itu banyak terjadi.

Sesi kedua menghadirkan Dr Agus Zainal Arifin SKom MKom. Dalam kesempatan ini, Agus mengulas mengenai Strategi dan Pengelolaan Publikasi Ilmiah. Bahkan Agus juga menginisiasi adanya asosiasi setiap bidang ilmu. ”Tujuannya adalah memfasilitasi penerbitan jurnal ilmiah secara spesifik dan berkala,” terang Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS ini.

Sesi ketiga dihadiri Prof Ir Adi Supriyanto MT PhD. Ia mengulas pengembangan laboratorium sebagai basis pendidikan. Melalui ini diharapkan peserta yang merupakan pucuk pimpinan PT mampu mengondisikan laboratorium dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pelayanan publik.

Pembelajaran mengenai e-learning menjadi pamungkas materi. Ir Syamsul Arifin sebagai pembicara memaparkan pemanfaatan e-learning dalam proses pembelajaran. Ia berharap model seperti ini dapat diadopsi oleh masing-masing PT. (ran/fi)

Advertisements

“Bisul” Eropa itu telah pecah!..Alhamdulillaah

MENGAPA MELAKUKAN PERJALANAN?

Setidaknya ada 6 alasan, kenapa saya yang dulunya memilih kuper dan ngendon di rumah kini seakan suka melakukan perjalanan:

Alasan pertama: karena agama saya (Islam) menyuruh saya untuk melakukan safar, melakukan perjalanan. Al Quran memerintahkan saya untuk melakukan perjalanan di muka bumi, tidak hanya berdiam diri di rumah atau di kota tempat tinggal saya!

Bergeraklah, beranjak dari tempatmu. Keluarlah dari rumah. Susurilah permukaan bumi. Sungguh Continue reading

Mengapa kami memilih pulang ke Indonesia?

“RESIKO!” itulah kata yang muncul di benak saya saat tidak bersedia menandatangani kontrak ikatan dinas 9 tahun (2n+1) dari institusi lama saya saat akan berangkat S3 dulu. ‘Resiko’ karena saya sendiri saat itu tidak memiliki pekerjaan selain sebagai dosen di perguruan tinggi swasta yg terhitung besar di Yogya, dengan penghasilan yg lumayan juga jika dibandingkan dengan PTS-PTS lainnya. ‘Resiko’ karena isteri saya pun belum memiliki pekerjaan meski ia seorang dokter. ‘Resiko’ karena kami telah memiliki 2 anak yang akan menuntut biaya yang tidak sedikit. ‘Resiko’ karena jelas mencari pekerjaan yang baik di Indonesia tidaklah mudah, sementara tekanan sosial (khususnya dari keluarga) bahwa pendidikan yg tinggi semestinya memperoleh pekerjaan yang mapan dan baik. ‘Resiko’ karena akan ada banyak orang yang tidak puas dengan keputusan saya karena memang setiap manajemen menghendaki SDM nya untuk ‘manut’ apa adanya. ‘Resiko’ karena saya bisa kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran bergelar PhD luar negeri sepulang nanti. ‘Resiko’ karena isteri dan keluarga akan stress menghadapi ketidak-pastian situasi. Tetapi mengapa saya tetap mengambil keputusan BESAR itu (besar bagi saya) meski sederet resiko dihadapkan di muka saya? Continue reading

“Dear, why do we choose this HARD way than the Easier way?”: catatan ¾ perjalanan PhD saya

Maret – Juni 2010….another milestone kehidupan kami
Maret 2010, tepat 2 tahun sejak secara resmi program PhD saya dimulai (Maret 2008). Meski 2 tahun namun saya merasa pelaksanaan penelitian saya kini telah mencapai tahapan ¾ bagian dan insyaAlloh tinggal ¼ bagian penyelesaiannya.

Rahmat beasiswa PhD ke Australia yang Continue reading

Beasiswa PhD di Brunei

bruneiBuat temen2 yg lagi ikhtiar nyari beasiswa PhD, nih ada peluang beasiswa PhD di Brunei Darussalam…nih beasiswa dr dulu benernya saya cari juga infonya 🙂 Good luck

Universiti Brunei Darussalam Doctoral Scholarships Programme 2009/2010

Universiti Brunei Darussalam (UBD) is once again offering its prestigious Doctoral Scholarships Programme (UBD DSP) to enhance UBD’s ability to attract academically outstanding international PhD scholars, as part of its efforts to make the university a regional and international centre of excellence in research and higher education.

The UBD Doctoral Scholarships Programme is designed to attract world‑class doctoral students who are able to show a very high standard of scholarly achievement in graduate studies in the natural sciences, health sciences, social sciences, business and economics, Malay/Brunei studies, language skills and communication, and education, by offering students financial assistance during their doctoral studies.

The UBD Doctoral Scholarships Programme is part of Continue reading

Kebebasan MIMPI

mimpiMinggu ini adalah minggu terakhir isteri saya bekerja untuk Disability SA, sebuah unit pemerintah South Australia. ‘Pegawai Negeri’ istilahnya kalo di Indonesia, sebuah pekerjaan yang cukup lumayan dan sulit didapat meski oleh orang Australia sendiri. Bahkan bukan hanya sebagai staf, namun langsung pada level Coordinator, sebuah posisi dan pengalaman yang lama diinginkan isteri saya sejak lama.

Beda dengan di Indonesia, pegawai negeri di sini menggunakan sistem kontrak. Hanya 2 bulan kontrak saja. Namun minggu kemarin, supervisornya telah bertanya apakah dia ingin meneruskan kontrak atau berhenti. Sebuah pertanyaan yang cukup sulit dijawab? Why??

Saya yakin, untuk sebagian besar teman, terutama mereka yang melihat hanya dari sisi materi, maka pekerjaan sebagai ‘pegawai negeri’ di departement Australia sangatlah prestisius dan menggiurkan. Namun sekali lagi, Alhamdulillaah doa kami senantiasa kami panjatkan kepada Alloh (mengutip doa Umar Bin Khatab) “Ya Alloh mohon berkenan karuniakan dunia di tangan hamba, bukan di hati hamba”. Minggu ini, isteri saya memilih kembali bekerja part time di University sabagai Peneliti dan TIDAK MENERUSKAN kontrak kerja full-timenya dengan Disability SA. Sebuah keputusan yang berani.

Alhamdulillah, kami senantiasa Continue reading

Isteriku, ini perjalananmu juga…(1/2 Perjalanan & Pembelajaran Isteriku menemaniku)

walkKutulis cerita ini sekedar mengingat dan mensyukuri apa yang Alloh senantiasa limpahkan kepada keluarga kita, isteriku…(Semoga Alloh melindungi kami dari Riya’ dan menjadikan tulisan ini sebagai amalan kami, amiin)

Seperti telah kusampaikan dalam Category “Rahasia Beasiswa”, rizqi beasiswa Arab dan Australia yang Alloh karuniakan kepada saya rasanya tidak bisa dilepaskan dari cerita takdir beasiswa S2-ADS isteri saya. Saat itu, kami berdua bertekad bahwa setiap takdir Beasiswa adalah takdir Proses Bersama sebuah keluarga. Artinya, kami berusaha semaksimal mungkin untuk senantiasa bersama sebagai sebuah keluarga. Rizqi beasiswa bagi Bapak, adalah rizqi ‘beasiswa’ bagi Isteri dan anak, begitu juga sebaliknya. Semua anggota keluarga memiliki hak untuk menikmati rizqi Bapak atau Ibu nya tanpa harus mengalami jeda berpisah dan jeda kasih sayang dari Bapak Ibunya! Prinsip keluarga kami inilah yang melandasi saya mengambil keputusan mundur dari beasiswa Arab Saudi dan mengambil beasiswa Australia, meski banyak temen tidak menyetujuinya dengan berbagai sudut pandang yang berbeda. Mohon maaf, inilah prinsip dan cerita keluarga kami yang siap kami pertanggungjawabkan di dunia dan di akherat nanti.

Kini..di sini di Australia, 1,5 tahun lalu, Alhamdulillaah dengan sangat mudah dan lancar isteri dan 2 anak-anak ku menyusul menemaniku di sini. Luar biasanya, bahkan sebelum saya menginjakkan kaki di sini, Alloh telah “mempersiapkan” sebuah unit yang sangaaaat murah dan dekat dengan University lengkap dengan isi sekaligus mobilnya. Luarbiasanya lagi (ya Alloh!) Alloh telah ‘menyentuh’ si empunya sebelumnya untuk mengijinkan saya membayarnya dengan cara mencicil 2x, sebuah kemudahan pembayaran ‘take over’ yang hampir nggak pernah saya dengar sebelumnya mesti dengan temen Indonesia sendiri. Belum lagi Landlord-nya yang sedemikian baik dan percaya kepada kita. Masya Alloh, entah apakah yang telah saya lakukan? suwun sanget Gusti Alloh Engkau selalu memelihara kami.

1,5 tahun lalu..saat isteri saya datang pertama kali, sejak awal saya sudah menenangkannya: “Dik..di sini memang banyak peluang kerja di bidang Kesehatan, kamu-pun S2 dari sini juga (“Master of Health Services Management) apalagi kamu dokter juga. Tapi… Continue reading