Belajar dari Idola Nyata seorang Pemimpin

Susahnya mencari figur pemimpin di jaman ini. Telah lama kucari figur-figur yang ingin kujadikan Panutan, yang ingin kuContoh, yang ingin aku Tiru bagi jiwaku dan jiwa rakyat Indonesia yang telah lama kering. Lama rasanya menerima kenyataan bahwa jika ada Pemimpin di Indonesia pasti dia menjadi Sombong, pasti dia kemudian menciptakan sekat, pasti dia menjadi kaya, pasti dia lupa akan janji-janji dan nilai luhurnya dulu.

Lama sudah aku mencari figur panutan pemimpin. Aku cari ke mana-mana. Mungkin mudah mencari manusia alim di pondok-pondok pesantren atau organisasi-organisasi kecil. Tetapi manakala mereka sudah diberikan amanah memimpin sebuah masyarakat, apalagi masuk ke dunia birokrasi & politik, seringkali aku lihat kealiman mereka bukan representasi kemampuan mereka dalam memimpin. Bahkan banyak dari mereka kemudian lupa bahwa mereka harus menjadi panutan, mereka sibuk lupa kepada masyarakatnya. Bahkan saat inipun saya sudah kehilangan kepercayaan pada kompetensi-kompetensi Partai-Partai Islam yang selama ini saya pilih. Bagi saya saat ini, saya MEMILIH MANUSIA bukan Partai yang sering hanya sekedar menjadi Kendaraan2 Kepentingan Pribadi.

Alhamdulillaah…2 Figur yang saya kagumi saat ini dan bagi saya adalah model yang nyata, yang insyaAlloh benar-benar bisa saya tiru untuk perbaikan diri saya, baik sebagai pribadi maupun dalam memenuhi tanggungjawab saya sebagai ‘pemimpin’:

JOKOWI:

Dia lulusan UGM, saya juga lulusan UGM :)) jadi InsyaAlloh saya bisa menirunya🙂

Dia beranjak dari Bisnis untuk memperkuat basis ekonomi keluarganya dahulu sehingga insyaAllah kalo sudah berkecukupan menjadi jauh lebih mudah untuk menjaga idealisme. Bahkan bisnis dia 100% eksport artinya dia mengupayakan untuk tidak bersentuhan dengan kepentingan birokrasi di Indonesia sehingga tidak menjadi dilema suatu saat nanti. Jadi saya harus menyukai bisnis & serius berbisnis!🙂

Dia bersahaja, dibuktikan dengan cara dia ngomong, berpakaian dan bersikap. Baju putih lengan digulung, sepatu Indonesia dan baju tidak dimasukkan adalah bentuk ‘non formal’ dia yang menjadikan setiap orang bisa nyantai berkomunikasi dengannya. Bahasa dia juga tidak sulit, sederhana, to the point & terbukti menyelesaikan masalah. Padahal Alloh sudah berjanji barangsiapa yang rendah hati Alloh akan angkat derajatnya.

Sering lihat Jokowi ya? cara ‘ndeso’ dia ngomong, senyum dia yg hampir nggak pernah mingkem, baju putih polos idola dia yang lengannya selalu digulung dan nggak dimasukkan, kosakata dia yang terlalu sederhana utk standar pejabat Indonesia, qurban dia yg tidak mau diumumkan, bahkan gaji2 yg selama ini tidak dia ambil & tidak mau dia omongkan. Inilah 2 Janji Allah rahasia Allah pasti Mengangkat Derajat setiap makhluknya:

1. Dermawan
2. Rendah hati (bersahaja)
belum lagi ditambah Hormat & Bakti pada OrangTua khususnya Ibu
Pengin Hidup Mulia?“Orang yang DERMAWAN itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang pelit (albakhil) itu jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka. Orang bodoh yang dermawan lebih dicintai Allah ketimbang ahli ibadah yang pelit.” (HR Al Tirmidzi dari Abu Hurairah).”Allah tidak menambahkan kepada seorang hamba yang Pemaaf kecuali kemuliaan, dan tidaklah seorang hamba bersikap TAWADHU‘ kecuali Allah Pasti Mengangkat (Derajatnya)”. (HR Muslim)

“Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Keridloan Allah tergantung kepada keRidloan Orang Tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” (HR Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim)

DAHLAN ISKAN:
Dia sudah ‘mati’ saat hati dia rusak total. Kesempatan hidup ke-2 dari Allah benar-benar ia manfaatkan untuk total maksimal bekerja keras (baca: Beribadah) demi kemaslahatan banyak manusia. Bukan sekedar ibadah khusus untuk diri dia sendiri, tapi lebih baik lagi demi manusia lebih banyak.
Sekali lagi, masuk dunia politik setelah ekonomi dia sangat kuat sehingga bagi dia ‘nothing to loose’ saat menjaga nilai-nilai keyakinan luhur dia.
Hobby dan dedikasi ia dalam menulis seminggu sekali minimal, membuat ia mampu minimal melakukan ‘Shodaqoh Jariyah’ bagi generasi lainnya untuk terus bersyukur kepada Allah dan berorintasi bekerja dan bekerja daripada sekedar berkeluh kesah. Komitmen dia untuk menulis juga membuat ia mampu mengkomunikasikan alasan2 mulia untuk setiap kebijakannya sebagai seorang pemimpin, sekaligus mampu menginformasikan kepada masyarakat yang memberi amanah kepadanya tentang apa yang telah, sedang, dan akan ia lakukan.

One Response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: