“Bisul” Eropa itu telah pecah!..Alhamdulillaah

MENGAPA MELAKUKAN PERJALANAN?

Setidaknya ada 6 alasan, kenapa saya yang dulunya memilih kuper dan ngendon di rumah kini seakan suka melakukan perjalanan:

Alasan pertama: karena agama saya (Islam) menyuruh saya untuk melakukan safar, melakukan perjalanan. Al Quran memerintahkan saya untuk melakukan perjalanan di muka bumi, tidak hanya berdiam diri di rumah atau di kota tempat tinggal saya!

Bergeraklah, beranjak dari tempatmu. Keluarlah dari rumah. Susurilah permukaan bumi. Sungguh Allah swt. telah berfirman:

Fantasyiru fi al-ardh wab-taghu min fadhillah… artinya menyebarlah di muka bumi dan carilah sebagian dari karunia Allah” (Q.S. al-jumu’ah, [62]: 10).

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka memiliki hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau memiliki telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.(Q.S Al-Hajj [22] : 46)

Dan tidaklah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rosul), padahal orang-orang itu lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tidak ada sesuatupun yang dapat melemahkan Alloh baik di langit maupun di bumi. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa.” (QS Fatir [35]: 44)

Beberapa nasehat ilmuwan Islam:

“Saya telah menemukan sekian banyak pakar yang berpendapat bahwa Kitab Suci memerintahkan manusia agar mengorbankan sebagian dari masa hidupnya untuk Melakukan Perjalanan Wisata agar ia dapat Menemukan peninggalan-peninggalan lama, Mengetahui kabar berita umat-umat terdahulu, agar kesemua itu dapat menjadi Pelajaran yang dapat mengetuk otak-otak yang beku.” (Muhammad Jamaluddin Al-Qasimiy,1866-1914)

Fakhruddin Al-Raziy (1149-1209), seorang mufasir, menulis :

“Perjalanan wisata memiliki dampak yang sangat besar dalam rangka menyempurnakan jiwa manusia. Dengan melakukan perjalanan, ia mungkin mendapat kesulitan dan dalam kondisi itu ia dapat mendidik jiwanya untuk bersabar. Mungkin juga ia menemui orang-orang terkemuka, sehingga ia dapat mendapatkan sesuatu dari mereka hal-hal yang tidak dimilikinya. Selain itu, ia juga dapat menyaksikan aneka ragam perbedaan ciptaan Allah. Maka, perjalanan wisata memiliki dampak yang kuat dalam kehidupan beragama seseorang.”

***

Alasan ke-2: Karena saya ingin menekan Kesombongan Diri saya dan mengingatkan diri saya bahwa saya selalu Butuh Orang Lain!

Saya memiliki pengalaman, baik perasaan saya sendiri maupun sikap yang saya amati dari orang lain. Saat diri saya telah lama menetap di satu tempat, biasanya saya akan merasa mampu mandiri, mengetahui kota saya luar dalam, hingga seringkali merasa tidak membutuhkan bantuan orang lain lagi. Sering saya merasa orang yang baru datang (pendatang) hanyalah membutuhkan pertolongan saya, sedangkan saya sama sekali tidak akan membutuhkan bantuan mereka. Saya merasa sebagai orang yang dibutuhkan, bukan membutuhkan. Akhirnya dalam situasi seperti ini saya merasa Sombong & merasa lebih baik, lebih “senior” dari orang lain. Saya menjadi orang yang sombong dan berat untuk membantu orang lain. Sebagai “senior” saya menuntut anda (pendatang) yang aktif menyapa saya bukan saya yang aktif menyapa anda, karena saya nggak butuh anda, anda yang butuh saya😦

Perasaan dan sikap seperti ini seringkali saya temui bukan hanya pada diri saya di masa lalu, namun juga di beberapa orang lain, khususnya mereka yang jarang atau tidak pernah bepergian ke luar daerah/negaranya. Saya melihat betapa berat, mereka menyapa pendatang, memperkenalkan diri, apalagi menjamu tamu. Sikap acuh tak acuh dan beralasan sedang berhalangan sering saya temui untuk tidak membantu pendatang, seringkali karena mereka merasa tidak akan membutuhkan bantuan orang lain, termasuk pendatang itu. Gimana mereka membutuhkan bantuan pendatang, sedangkan mereka sebagai penduduk lama dan menetap di kota itu sudah “memiliki semuanya”? mereka udah punya rumah, mobil, tabungan, teman, kerja, dll sedangkan pendatang itu punya ‘nothing’!…jadi mereka sama sekali tidak ada ruginya jika tidak membantu pendatang.

Sikap dan perasaan inilah yang saya takuti😦 Bukankah Alloh sudah mengingatkan kita bahwa tidak akan masuk Syurga seorang manusia jika di dalam hatinya masih terdapat kesombongan meski sebesar biji zarah?! Bukankah Alloh sudah memerintahkan kita untuk berbuat kebaikan karena setiap kebaikan akan Alloh lipatgandakan dan Alloh balas dengan kebaikan yang lebih besar di dunia akherat?! Bukankah Alloh dan rosulNya telah memerintahkan kita untuk menjaga dan menambah silaturahmi karena silaturahmi adalah juga salah satu pintu rizqi. Lalu mengapa saya masih merasa lebih baik dari pendatang? Lalu mengapa saya merasa tidak membutuhkan pendatang dan tidak butuh menjalin siturahmi dengan pendatang? Lalu mengapa saya masih mencari alasan untuk tidak menjamu dan mengundang bahkan membantu saudara baru saya (pendatang)? Semua itu bisajadi karena saya tidak pernah merasa sebagai “Pendatang”! Saya selalu merasa sebagai pemukim yang tidak membutuhkan bantuan orang lain, apalagi pendatang.

Jadi bagaimana agar saya Tidak Sombong dan saya mampu Mematikan Sifat/Karakter Kesombongan saya ini??

Salah satu cara efektifnya adalah meletakkan diri saya pada posisi “Membutuhkan Orang Lain”..menjadi Pendatang yang selalu butuh Orang Lain! Saat saya jadi pendatang dan kemudian “ditolak” oleh pemukim, pada saat itu saya benar-benar merasakan sakitnya orang yang butuh bantuan orang lain namun orang/teman yang bisa menolong itu lebih memilih untuk tidak membantu. Pada situasi seperti ini, bukan jiwa pendendam yang ingin saya pelihara, meski tidak bisa dipungkiri sebagai seorang manusia naturally kita pasti “menandai”, namun insyaAlloh saya berusaha keras untuk focus menjadi makhluk yang lebih baik . Saya harus menolong teman saya yang jadi pendatang karena saya tahu sakitnya ditolak dan sangat butuh bantuannya seorang tamu. Hikmah ini harus menjadikan saya menjadi makhluk yang lebih baik, bukan menjadi sama buruk!

Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kamu saling membenci, saling mendengki dan saling bermusuhan, tetapi jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal seorang muslim mendiamkan (tidak menyapa) saudaranya lebih dari tiga hari”. (Shahih Muslim No.4641)

Saat saya jadi pendatang dan kemudian ditolong seorang teman yang kebetulan menjadi pemukim, pada saat itu saya benar-benar bisa merasakan betapa mulianya kebaikan hati teman saya ini, betapa ringannya ia membantu, betapa baiknya ia bersedia mengorbankan waktu berharganya, bahkan menjamu dan menyediakan tempat bermalam. Alhamdulillaah, pada saat seperti ini saya benar-benar dididik Alloh untuk dapat menjadi seorang makhluk yang “Tahu Berterima Kasih”, memasukan kebaikan ke dalam hati dan mengingatnya untuk membalasnya dikemudian hari.

  • Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:

Apabila Rasulullah saw. didatangi seseorang untuk suatu keperluan, maka beliau menghampiri para sahabat yang sedang berkumpul dan berbincang-bincang lalu bersabda: Bantulah, niscaya kalian akan memperoleh pahala dan Allah akan memenuhi apa yang Dia suka melalui lisan nabi-Nya. (Shahih Muslim No.4761)

  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku mencintai si polan maka cintailah dia! Jibril pun mencintainya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah mencintai si polan, maka cintailah dia! Para penghuni langitpun mencintainya. Kemudian dia pun diterima di bumi. Dan apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku membenci si polan, maka bencilah pula dia! Jibril pun membencinya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah membenci si polan, maka bencilah kepadanya. Para penghuni langit pun membencinya. Kemudian kebencianpun merambat ke bumi. (Shahih Muslim No.4772)

***

Alasan ke-3: Karena saya ingin saling mengunjungi dan dikunjungi teman/saudara untuk terus dan terus mengikat & menambah silaturahmi!

  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra. dia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk sehingga setelah selesai menciptakan mereka, bangkitlah rahim (hubungan kekeluargaan) berkata: Ini adalah tempat bagi orang berlindung (kepada-Mu) dengan tidak memutuskan tali silaturahmi. Allah menjawab: Ya. Apakah kamu senang kalau Aku menyambung orang yang menyambungmu, dan memutuskan orang yang memutuskanmu? Ia berkata: Tentu saja. Allah berfirman: Itulah milikmu. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Bacalah ayat berikut ini kalau kalian mau: Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinganya dan dibutakan matanya. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci. (Shahih Muslim No.4634)

  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Rahim (tali persaudaraan) itu digantungkan pada arsy, ia berkata: Barang siapa yang menyambungku (berbuat baik kepada kerabat), maka Allah akan menyambungnya dan barang siapa yang memutuskan aku, maka Allah pun akan memutuskannya. (Shahih Muslim No.4635)

  • Hadis riwayat Jubair bin Muth`im ra.:
    Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan. (Shahih Muslim No.4636)

  • Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
    Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi). (Shahih Muslim No.4638)

***

Alasan ke-4: Karena saya percaya Orang yg berPengalaman Banyak pasti Lebih Baik dalam Hidup, Bekerja, & Berkomunikasi

Saya percaya dan saya membuktikan bahwa sikap seseorang terhadap sesuatu sangat tergantung/dipengaruhi oleh pengetahuan seseorang akan sesuatu tersebut, oleh pengalaman/masa lalu orang tersebut, oleh nilai-nilai kebenaran yang diajarkan diyakini oleh orang tersebut. Keyakinan akan sebuah kebenaran dan keyakinan akan sesuatu mungkin terjadi/tidak juga sangat tergantung oleh wawasan dan pengalaman orang tersebut.

Sebagai contoh: orang pedalaman yang tidak pernah melihat pesawat terbang bisajadi meyakini bahwa barang sebesar gajah tidak mungkin bisa terbang. Orang yang tidak pernah bepergian seorang diri ke luar negeri bisajadi berpikir bahwa pergi ke luar negeri sendiri adalah berbahaya. Orang yang memiliki pengalaman buruk sebagai TKW bisajadi menganggap semua negara luar negeri jahat. Orang yang tidak pernah hidup dan tinggal di negara barat, seringkali menganggap orang barat itu pasti kafir, suka berzina dan pasti suka berbuat zolim & kerusakan, dan jauh dari nilai-nilai kebaikan. Orang yang tidak pernah tinggal di Arab dan tidak bisa bahasa Arab pasti menganggap semua orang Arab alim, semua ucapannya adalah doa, atau malah menganggap semua orang Arab itu jahat. Orang yang tidak pernah melihat orang lain melakukan hal-hal besar biasanya memiliki mimpi kecil karena sesuatu yang lebih besar dianggap tidak mungkin.

Seorang pemimpin mudah untuk memiliki visi besar, cara berkomunikasi besar, cara bersikap besar, dan bermental besar jika ia memang telah memiliki pengalaman, wawasan, dan networking besar/internasional. Sungguh terdapat perbedaan antara seseorang yang “merasa telah tahu semuanya” dengan orang yang memang telah memiliki pengalaman banyak dan memang banyak tahu. Orang yang telah banyak pengalaman, wawasan dan pengetahuan umumnya masih merasa “kurang pengetahuan”, rendah hati, dan masih selalu ingin tahu. Sedangkan orang yang merasa banyak tahu biasanya ingin menunjukkan pengetahuan dan ingin dianggap paling tahu.

Pengalaman juga sangat mempengaruhi mental & sikap seseorang dalam menghadapi masalah. Saya melihat orang yang telah memiliki pengalaman banyak biasanya lebih “cool”/nyantai dalam menghadapi sebuah masalah sesulit apapun karena dia pernah mengalami atau melihat masalah yang jaauuuh lebih besar dan sulit, sedangkan orang yang berwawasan sempit biasanya merasa banyak tahu dan saat dihadapkan sebuah masalah ia mudah panik, mudah menganggap setiap masalah sebagai masalah yang besar, sok sibuk, sok penting, dan akhirnya tidak menyelesaikan masalah🙂

Orang yang memiliki pengalaman berinteraksi di banyak lingkungan, apalagi lingkungan internasional, memiliki personality yang biasanya menarik. Ia terbuka, cepat mampu menyesuaikan diri, memiliki prinsip pribadi yang kuat namun mampu mengkomunikasikannya dengan baik, memiliki kepekaan dan kecerdasan mental dan sosial, komunikatif,persuasif, mudah diterima di hampir semua lingkungan, tidak mudah tersinggung karena ia memang mudah mengerti perbedaan daripada menuntut kesamaan.

Saya juga melihat orang yang berpengalaman melihat kinerja bangsa lain yang lebih baik, biasanya memiliki kesadaran dan kemauan untuk meniru lebih baik dan tidak cepat berpuas diri untuk setiap prestasi. Dia melihat semua prestasi adalah mungkin.

Jelas saya ingin menjadi seorang manusia yang lebih baik dan lebih bahagia/tenang dalam hidup, caranya ya dengan banyak melihat, mendengar, dan merasakan pengalaman nyata di dunia ini.

***

Alasan ke-5:Karena saya percaya hidup terlalu singkat untuk hanya sekedar tahu & merasakan tempat tinggal kita saja

Bagi saya hidup terlalu singkat untuk melakukan hal yang kecil-kecil. Bagi orang Jepang, hidup di dunia sekali maka merugi jika tidak sempat mengekplorasi seluruh wilayah bumi ini. Jadi menurut saya, betapa meruginya kita, jika selama 60 tahun (misalnya jatah hidup kita) hanyalah kita habiskan untuk tinggal di kampung atau kota kita tanpa pernah punya pengalaman melihat hamparan lain bumi Alloh yang Maha Luas ini.

***

Alasan ke-6: Khusus untuk menghadiri, presentasi dan publikasi di International Conference, saya percaya bahwa adalah sebuah tanggung jawab akademik seorang PhD student maupun seorang peneliti untuk mempublikasikan penelitiannya di forum internasional!

Maafkan saya, jika saya tidak setuju kepada beberapa student PhD yang menghabiskan 3-4 tahun masa studinya tanpa pernah publikasi atau presentasi internasional, memilih diam di rumah terus dan terus menulis, bergulat dengan dirinya sendiri, merasa puas sendiri, dan tidak berani men-challenge diri dan ide penelitiannya kepada dunia. “Onani” teman saya di Frankfurt menyebutnya🙂 Title PhD adalah pencapaian internasional pendidikan kita, dan ini menuntut tanggungjawab international, lingkup networking international, dan tentu publikasi international.

Sungguh…jelas berbeda antara student yang “Title Oriented” dengan student yang “Knowledge and International Oriented”! Perbedaannya adalah pada target kerjanya, perbedaannya adalah pada definisi “Sukses”, perbedaannya adalah pada mental sesudah mereka memperoleh gelar PhD (apakah mereka menjadi “jago kandang” atau benar-benar berani berikhtiar menjadi “Rahmat bagi Semesta Alam”). Percayalah PhD bukanlah Tujuan Akhir, namun pintu awal sebuah amanah hidup di sisa hidup kita.

***************************************

MIMPI JALAN-JALAN KE EROPA

Alhamdulillaah sebelumnya Alloh telah mengaruniakan saya pengalaman pergi/tinggal di Indonesia, Jepang, Saudi Arabia, Australia, Singapore, Malaysia, sehingga sejak awal PhD saya dahulu Eropa adalah bagian dari cita-cita pengalaman saya sebelum saya menyelesaikan studi saya. Benernya saya nggak perduli berapa negara Eropa saya sempet kunjungi, awalnya sih satu negara eropa aja udah cukup, setidaknya saya bisa bilang ke anak isteri saya kalo “Papah pernah ke Eropah!”🙂

Rasanya sulit mewujudkan mimpi ke Eropa jika tidak dilakukan selama memperoleh beasiswa PhD di luar negeri ini, jadi…sekarang atau tidak sama sekali.

***********************************

DAPET DUWIT DARI MANA YA?

Melakukan perjalanan ke Eropa, bahkan pengin jalan-jalan ke banyak negara di Eropa bukan perkara yang mudah. Tentu alasan utama karena masalah uang. Bayangin aja ticket Adelaide ke Belanda jika (tidak masa promosi) sekali jalan bisa mencapai AU $ 1,400 – 1,800, tetapi Alhamdulillaah kalo return bisa ditekan jadi AU $ 2,200 – 2,500 udah pulang balek Adelaide – Amsterdam.Cuman duwit segitu tetep gedhe kan?!..kalo di Rupiahkan dengan kurs (AU $ 1 = Rp 9000) maka butuh duwit kurang lebih Rp20-an juta hanya buat tiket pesawatnya aja!! ini belum ngitung biaya buat hotel, makan, transportasi lokal, komunikasi, oleh-oleh, dll.Belum lagi karena saya dateng conference saya musti nambah bayar conference dan biaya publikasi segedhe 550 Euro atau setara AU $ 700 atau Rp 6,3 juta. Terus kalo saya masih pengin jalan-jalan ke 5 negara misalnya..bisa habis AU $ 4,000 – 5,000 in total (sekitar Rp 36 juta – 45 juta). Wuaduuuuh duwit dari mana itu semua??

Di sini saya mulai merenung…terutama saat duduk di Toilet🙂 …gimana caranya dapet duwit buat ngewujudin cita-cita jalan-jalan ke Eropa ini. Tentu donk, sebagai seorang student, “niatan utama” tetep publikasi paper🙂
Jadi pertanyaannya saya ubah: “Gimana caranya saya bisa publikasi paper buat PhD saya sekaligus bisa jalan-jalan ke Eropa?”

Ketika pertanyaan itu saya pikirin, tiba-tiba targetnya mulai meningkat: bukan cuma sekedar publikasi, tetapi gimana caranya bisa publikasi di Conference yang Highly Rank Conference? Plus dapet Feedback sebanyak mungkin tentang paper dan penelitian PhD saya dari pakar2 eGovernment yg dateng?

Habis konsultasi ama Supervisor PhD saya, ternyata supervisor nambah target lagi: gimana bisa nyari dan dapetin potential examiner buat thesis PhD saya nanti?

Alhamdulillaah, semakin banyak yg ngasih target malah bikin saya makin mantep berangkat ke Eropa, karena semakin banyak alasan dan motivasi saya ke Eropa.

Alhamdulillaah beasiswa PhD saya adalah Australia Leadership Award (ALA) sebuah beasiswa yang cukup prestisius yang menyediakan anggaran AU $ 2,000 setiap tahunnya untuk publikasi dan kegiatan akademik lainnya. Tapi nanti dulu, ternyata saya butuh sumber dana lain, setidaknya untuk tiket pesawat saya sehingga dana beasiswa saya cukup utk mengcover biaya registrasi seminar, hotel, dan transportasi local (ingat insyaAlloh saya disini menjaga uang beasiswa untuk kegiatan akademik ini aja, sementara untuk jalan-jalan saya siap biaya pribadi🙂 )

Akhirnya saya meng-apply Conference Traveling Grant yang disediakan oleh universitas saya (Flinders university)..dan Alhamdulillaah aplikasi saya lolos dan berhasil memperoleh dana tambahan untuk tiket penerbangan saya.

Jadi kini..dana untuk conference, akomodasi, & transport local untuk conference udah ditanggung ALA sementara dana flight udah ditanggung university. Alhamdulillaah, saya tinggal mikirin ngambil duwit tabungan buat jalan-jalan tambahan🙂

*************

PERSIAPAN

Saya bener-bener nggak ngerti Eropa. Saya nggak ngerti ntar orang-orangnya kaya’ apa? uang Euro ketrima nggak disemua negara? transportasi local dan antar negara ntar kaya’ apa? biaya hidupnya berapa? gimana bisa efisien? mau kemana aja sebenarnya? makan minumnya gimana? dan masih bianyak lagi tanda tanya-tanda tanya tentang Eropa yang saya ngerti jawabannya. Yach mungkin karena itu saya memang musti ke Eropa dan mendapatkan sendiri jawabannya🙂

Sejak 2 bulan sebelum keberangkatan beberapa hal udah saya lakukan

a. Menginventaris dan menghubungi teman-teman di negara-negara tujuan

Di sini terbukti Facebook adalah tool pertemanan yang sangat efektif. Saya contact, email, & chatting teman-teman yang sedang tinggal di Eropa, baik Indonesian maupun non-Indonesian, nanya destination menarik di tiap negara, possibility to stay/to company/or at least to see him/her, alat transportasi di tiap negara, tips bepergian, biaya, website informasi rujukan, dll.

Dalam tahapan ini kita musti siap setidaknya ada 4 macam kemungkinan responses dari “teman” kita:
+ teman yang available dan berbaik hati bersedia membantu,
– teman yang available tapi tidak mau membantu bahkan “tidak mau” bertemu,
+ teman yang tidak available tapi bersedia membantu semampu dia,
– teman yang tidak available dan tidak mau membantu.

Berusahalah untuk tidak sakit hati untuk teman-teman yang tidak bersedia membantu, namun jadikan setiap kejadian sebagai sebuah pelajaran bagi diri saya sendiri untuk lebih baik dalam silaturahmi. Di sini kita benar-benar bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi seseorang yang membutuhkan orang lain; bagaimana rasanya menjadi seorang teman yang tidak dibantu teman; bagaimana memiliki teman-teman yang sangat berbaik hati meluangkan waktu dan perhatian untuk membantu saya mulai dari sekedar chatting dan sharring informasi, hingga menemani berjalan-jalan, menyediakan makanan, hingga tempat bermalam. Semua kejadian adalah sebuah ni’mat dan pelajaran Alloh kepada saya untuk selalu siap membantu dan menjaga silaturahmi dengan yang lain, ringan hati siap membantu & menjamu teman yang berkunjung ke kota saya, dan menjadi makhluk yang ‘tahu berterima kasih’.

Saya kumpulkan dan catat setiap informasi & rekomendasi dari teman-teman saya, termasuk resiko2 di perjalanan, selanjutnya saya menentukan negara-negara (kota-kota) mana yang ingin/layak saya kunjungi tentu dengan mempertimbangkan kesiapan dana yang saya miliki.

b. Mengkalkulasi kebutuhan dana dan kemungkinan terburuk dana keluar.

Untuk lebih “menyiapkan keikhlasan mental”🙂 saya biasa menuliskan kemungkinan2 terburuk pos-pos pengeluaran saya dari mulai berangkat, pengurusan administrasi, perjalanan, hingga kembali pulang ke Adelaide. Saya kelompokkan setiap pos pengeluaran sebagai pos beasiswa ALA saya, traveling grant saya, dan biaya pribadi saya. Jadi mental saya siap ikhlas dengan berapapun kemungkinan pengeluaran pribadi saya🙂

Di sini juga saya sudah menentukan berapa uang cash yang harus saya bawa, tabungan ready di credit card (jika musti bayar online), dan tabungan cadangan jika terjadi apa-apa yang tidak diinginkan.

c. Membeli ticket dan mengurus Visa

Pilih apply “Schengen Visa” karena bisa buat traveling setidaknya antar 25 negara Eropa termasuk Switzerland. Untuk aplikasi Visa Schengen dari Australia ada biaya kurang lebih AU$ 80 plus photo direkomendasikan dari studio2 photo tertentu (biaya photo AU$ 15). Kelengkapan aplikasi visa meliputi: surat diterima/undangan conference, surat pengantar dari universitas/pemberi beasiswa, bukti booking hotel selama belum pulang, bukti ticket flight Pulang-Balek, photo passport 3×4, passport, amplop dan perangko kirim balek passport & visa kita (udah dikasih alamat kita). Ingat, jangan bilang kalo kita mau nginep di rumah temen krn pihak embassy bakalan minta temen kita mbikin surat undangan terus ke local authority nya minta cap terus kirim ke embassy di negara kita..repotkan buat temen kita!🙂 mending booking hotel aja dulu!🙂

d. Tukarkan Uang ke Mata Uang Negara-Negara Tujuan

Termasuk dalam perencanaan adalah berapa mata uang Euro, Dollar Hongkong, Dollar Australia yang harus saya bawa. Saya juga mengubah ATM saya menjadi Gold ATM agar saya bisa menggunakan credit card saya tanpa dikenai biaya transfer tambahan.

e. Kenali dahulu Destinations kita

Selanjutnya dengan Google Map saya mencoba mengamati lokasi-lokasi dan jarak antar kota/negara yang ingin saya kunjungi. Bahkan saya mendownload aplikasi Map ke Tablet Samsung saya buat jaga-jaga jika saya butuh estimasi jarak dan mencari jalan atau tempat tertentu.

f. Pastikan journey plan kita dan hubungi kembali teman yang bersedia membantu

Ketika semuanya kian pasti, saya meng-update kembali teman-teman saya sehingga mereka pun mengetahui rencana perjalanan saya. Seringkali terjadi perubahan dalam hari-hari terakhir tersebut, misal salah seorang teman saya tiba-tiba tidak bisa menemani & menerima saya karena dia memperoleh tugas ke negara lain tepat saat saya datang😉 ya udah..that’s the fact & saya selalu melihatnya dari sisi positif, ternyata perjalanan saya malah lebih efisien karena ada teman lain yg bersedia membantu🙂

g. Menyiapkan tas, alat, & pakaian yang serba portable

Karena saya tahu saya bakalan jalan-jalan sambil menggendong tas terus yang kemungkinan kian berat (nambah pakaian dan oleh2), maka sejak awal saya sudah menyiapkan membeli tas ransel khusus BackPacker yang ergonomis, netbook (bukan laptop), threepot & kamera kecil, dan apapun yg serba portable. Saya pastikan pakaian sesedikit mungkin tapi tetep bisa dipakai lebih dari satu kali, tentu termasuk pakaian tenaga dalam saya side A side B kaya’ kaset!🙂

h. Doa dan sholat shafar

O iya, salah satu hal positif dari sebuah perjalanan adalah tiba-tiba kita bisa lebih sadar bahwa keselamatan kita benar-benar sangat tergantung dari Pencipta kita. Di sini sebaiknya Sholat Shafar (sebelum berangkat dan sesudah pulang) dan membaca doa perjalanan sebelum pulang.

********************************** (Melihat Lebih Jelas Photo..Klik di Photo!)

KONFERENSI eGOVERNMENT

Masa’ sich cerita jalan-jalan ke Eropa sampe lupa agenda utama perjalanan ini: International Conference eGov 2011 di Delft TU, Netherlands.

Jujur, awalnya saya nggak berharap banyak dari konferensi ini. Saya cuman berharap saya bisa presentasi dan mendapat 1 atau 2 feedback aja cukup, yang penting saya ketambahan satu lagi publikasi ilmiah di highly rank conference ini.

Alhamdulillaah, rupanya Alloh bener2 sayang ama saya dan mengabulkan banyak dan lebih banyak dari apa yang saya harapkan. Ada 4 pencapaian yang setidaknya Alloh karuniakan dalam conference ini: paper saya terpilih sebagai the best four innovative research papers, saya memperoleh potential examiners, more networks in eGovernment research, dan tentu feedback untuk peningkatan thesis PhD saya.

Yach Alhamdulillaah, bisa terpilih sebagai the best four papers dalam kategori “Innovative Research” dari 125 paper yang lolos seleksi Panitia eGov 2011. Setidaknya pencapaian ini mudah2an dapat sebagai salah satu indikator bahwa research topic PhD saya yang notabene paper ini Menarik atau terhitung “Innovative” bagi sebagian pakar di bidang e-government (aamiin). Ini juga bisa sebagai petunjuk saya bahwa sebaiknya saya nantinya mengusulkan kepada supervisor saya untuk memilih thesis examiners dari kalangan pakar/peneliti e-government. Paper ini juga diterbitkan ama penerbit bergengsi Springer😉 Klik sini utk lihat papernya

Hal yang kedua yang saya peroleh dari conference ini adalah feedback, comments, atau pertanyaan tentang paper saya. Alhamdulillaah, meski saya diberikan jadwal presentasi terakhir, namun beberapa feedback menarik saya peroleh dan ini sangat berharga untuk saya akomodasi dalam revisi thesis saya (saat saya balek dari Eropa, thesis draft saya udah selesai direview supervisor saya dan musti saya revisi).

Pencapaian ketiga, yang bagi saya sangat luar biasa juga, adalah saya diketemuin Alloh dengan potential examiner PhD thesis saya dan beberapa kolega peneliti senior e-government yang mudah2an menjadi networking project saya dimasa mendatang. Lucu & unbelievable sebenernya kejadiannya. Saat itu, malam dinner conference, selesai jalan-jalan dari Roterdam, saya langsung mencari dan meluncur ke sebuah alamat restaurant tradisional Belanda yang ada di tengah kota Delft. Alhamdulillaah ketemu. Saat naik ke lantai 2, ruangan berdidinding dan berlantai kayu ini udah dipenuhi banyak tamu peserta dan panitia eGov2011. Semua tempat duduk dan meja sepertinya udah penuh, rasanya udah nggak ada lagi tempat duduk untuk saya. Satu spot tempat duduk saya lihat tepat di depan dua orang berwajah Asia yang menarik perhatian saya. “May I sit here?” saya nanya. “Of course!” jawab orang sedikit gendut di depan saya dengan senyum khasnya.Acara dimulai, obrolan antar peserta pun dimulai juga. Dua orang di depan saya ternyata peneliti senior sekaligus Associate Professor di universitas Malaysia dan the Philippines. Ngobrol macem2, saya sempet cerita kalo saya juga refer beberapa paper dari peneliti Filipina. “Who is he?” tanya orang di depan saya tadi. “Lallana” jawab saya. Ketawa dia, nyenggol teman samping dia yang saya tahu bernama “Rom”..”You know Rom, Tony referred my papers!..here is my business card” sambil ngasih kartu nama dia. Ha…ha..ha…how lucky I am!…Alhamdulillaaah..somehow Alloh mengatur kejadian malam ini saya duduk di depan seorang peneliti sekaligus praktisi sekaligus consultant eGovernment yang banyak saya refer. Alhamdulillaah bukan hanya dia mau jadi saya ajukan jadi potential examiner bahkan dia janji mau “ngingat” saya jika ada project semacam research saya (amiiin, semoga🙂 ).

Conference ini juga mempertemukan saya dengan beberapa network baru peneliti, pengajar, dan pemerhati e-government dari Brazil, the Philippines (Rachel Edita O. Roxas, PhD-Dean, College of Computer Studies, De La Salle University), Australia (Nick-Western Australia), Netherlands, dan Malaysia (Rom). Beatriz Lanza, seorang presentator dan peneliti dari Brazil bahkan sangat tertarik dengan research saya dan bisajadi menjadi network penting saya untuk project/penelitian SMS e-government mendatang (semoga…amiin🙂 ).

Alhamdulillaah, pencapaian conference ini benar-benar memenuhi semua target saya dan supervisor saya🙂
Jadi saya benar2 merasa puas dan lega jika selanjutnya saya jalan-jalan ke negara Eropa lainnya🙂

Uniknya Conference Dinner

O iya, ada yang menarik dari salah satu acara conference eGov2011, yakni suasana dinnernya.Dinner diadakan di sebuah restaurant tradisional Belanda di tengah kota Delft. Restaurant dua lantai dengan dinding dan lantai kayu ini bener-bener khas suasana pesta kuno jaman kerajaan eropa dulu. Belum lagi kalo ngliat pelayan-pelayannya dan entertainernya yang berpakaian kuno kerajaan. Pisau terselip dipinggang, meja dan kursi panjang kayu memaksa semua peserta saling berbagi. Tidak ada sendok apalagi garpu, semua dimakan dengan tangan, air cuci tanganpun berbagi😉 Ruangan hanya diterangi lilin-lilin. Penyanyi berkeliling membawa gitar kecil khas kerajaan eropa, minuman anggur dan beer disajikan berulang-ulang (kalo saya cuman minta coke & juice ajah🙂 ).

Nggak seberapa lama Master Ceremony yang berpakaian khas kerajaan eropa kuno membuka acara, membuat joke sederhana, dan tepuk tangan dilakukan dengan memukul meja. Panitia membacakan paper-paper terbaik. Di sinilah saya kaget karena judul paper saya dan nama saya disebut pertama kali saat penyebutan 4 paper terbaik untuk kategori “Innovative Research” dari 125 paper yang diterima panitia eGov2011. Alhamdulillaah, lumayan seneng dan bangga, karena beberapa orang didepan dan samping saya memberikan selamat kepada saya (padahal jujur saya sendiri masih belum 100% PD ama research saya🙂 ).

Acara diteruskan dengan acara makan-makan. Berbagai sajian makanan disajikan dari mulai kacang, kerang laut, kelinci bakar, ayam bakar, dan salad. Teman samping saya seorang student PhD dari Cekoslovakia yang lumayan talkative, ngomooooong terus plus minta nambah minuman beer & wine teruuus. Malam itu Alhamdulillaah begitu luarbiasa bagi saya, bukan hanya karena paper saya dibacakan sebagai salah satu dari empat paper terbaik, tetapi juga dapat berkenalan dan ngobrol panjang dengan Lallana, seorang expert e-government yang bersedia menjadi potential examiner PhD saya🙂 Di bawah photo-photo suasana dinner conference tersebut.

Sholat Ied di Delft

Kebetulan tanggal 1 Syawal jatuh di hari ke-2 conference saya. Alhamdulillaah, komunitas Indonesia di Delft TU lumayan banyak meski tidak sebanyak di Flinders uni. Sholat ied diadakan di salah satu hall olahraga Delft TU yang dihadiri kurang lebih 200 orang. Jadi ada 2-3 shaf laki-laki dan 2-3 shaf perempuan.

Sholat ied diadakan agak mundur dari jadwal, namun semuanya berjalan lancar. Acara salam2an dilakukan sesudah acara sholat ied dan ceramah. Acara makan-makan lumayan lengkap dan nikmat, kami duduk bersila dan ngobrol dengan jamaah lainnya. Tak disangka saya ketemu Mahar Himawan, adik Yus by Lesus temenku siaran radio dulu di Jogja🙂. Bener2 nih Yus nggak pernah ngobrol kalo si Mahar di Delft!🙂 Jadi dech nambah temen satu lagi di Delft, selain mas Agung Purniawan (Material ITS) yang lagi S3 Teknik Elektro di Delft TU juga, Anisah, & Orchi.

O iya di Belanda banyak juga ya bule yg jadi mualaf, terutama bule laki-laki yang nikah ama wanita muslim Indonesia.

*************************************************** (Melihat Lebih Jelas Photo..Klik di Photo!)

14 HARI: 12 KOTA di 7 NEGARA

Jujur, Alhamdulillaah saya nggak nyangka, Alloh mengaruniakan kelapangan, berangkat dari Adelaide tanggal 27 Agustus 2011 pagi balek sampai Adelaide tanggal 10 September 2011 (tepat 14 hari perjalanan) ternyata bisa mengunjungin 12 kota di 7 Negara (Amsterdam, Delft, Roterdam, Leiden, Den Haag, Brussel-Belgium, Paris-French, Luxembourg, Basel-Switzerland, Frankfurt-German, Castricum-Netherlands, Hongkong)🙂 Alhamdulillaaah benar-benar lebih dari yang saya rencanakan!

Berikut cerita perjalanan saya dan kesan/persepsi saya tentang kota-kota yang saya kunjungi:

Perjalanan saya dimulai dari pemeriksaan Visa saya di Custom keluar Australia (Adelaide airport), seperti biasa saya selalu disuruh nunggu dan dicheck 2x karena visa saya masuk kategory “referral visa” ..saya nggak ngerti artinya dan kenapa dicheck 2x saya cuman ndenger mereka selalu ngomong gitu saat nerima visa saya dan nelpon temen staf yang lain🙂

Kekagetan pertama saya dimulai saat saya baru tahu kalo pesawat Chatay Pacific yang saya naiki masih transit dulu ke Melbourne sekitar 1 jam untuk mengisi bahan bakar dan penumpang lain sebelum ke Hongkong dan Amsterdam. Wuaduuh..itulah mengapa perjalanan berangkat hampir memakan waktu 24 jam di atas pesawat plus nunggu transit masing-masing 1 – 3 jam di Melbourne dan Hongkong.

Pengalaman pertama makan Kosher

Teman saya pernah memberikan ide untuk memesan makanan Yahudi (“Kosher”) di pesawat sebagai alternatif Makanan Halal, karena flight biasanya ngasih kita Vegetarian meal kalo kita minta makanan halal dan biasanya nggak enak. Bukankah di Al Quran juga dibolehin makan makanan Kosher. Penasaran saya pesan makanan itu sejak awal lewat tour agent. Di bawah ini gambar tampilan makanan Kosher di pesawat.

Wow..sungguh menakjubkan kemasan makanan orang Yahudi ini, semuanya dibungkus dan disegel untuk menjamin tidak ada campur-tangan crew pesawat terhadap “kehalalan” makanan ini. Ada hal yang lucu saat pengalaman pertama disajikan Kosher ini:
pramugara pemberi makanan ini bertanya ke saya “Mr. Susanto, do mind I opening the cover?”…
karena saya merasa bisa buka sendiri dan ingin berbuat baik saya malah bilang “yes, I can open by myself”…
akhirnya si Pramugaranya ngasih kemasan Kosher itu ke saya dengan masih tertutup dan bilang “Please open it, because you said I can’t open it then I’ll warm the meal for you”…
Wah..nggak enak perasaan saya jadinya..ternyata ini masalah trust bukan masalah bisa buka sendiri atau tidak🙂 langsung aja untuk makanan-makanan Kosher berikutnya saya selalu bilang “You can open the cover for me please”🙂

Rasa makanan Kosher menurut saya lumayan, meski nggak selalu nikmat banget. Yang pasti eatable dan kenyang. Kadang berisi kentang, telur, ayam, bahkan nasi. Menunya juga sepertinya lebih banyak dibanding menu makanan standard.

Untuk masalah makan di atas pesawat ini, Alhamdulillaah, dalam perjalanan ini saya udah lebih bisa kontrol diri. Nggak setiap makanan saya habiskan, saya lebih perduli kepada efek tubuh saya terhadap makanan yang saya makan. Contoh: saya nggak ngabisin juice atau buah kecut di pagi hari karena bisajadi perut saya akan memberontak minta ke belakang. Jadi Alhamdulillaah nggak ada masalah dengan perut selama dalam perjalanan di pesawat dan kereta.

************************************************** (Melihat Lebih Jelas Photo..Klik di Photo!)

1. AMSTERDAM – Netherlands

Pertama kali nyampai di Amsterdam di Bandara Amsterdam yang bernama “Schiphol”. Langsung turun ke Stasiun Kereta Apinya di lantai basement. Cara paling gampang, ya langsung ke informasi nanya cara beli ticket, make ticket, jadwal train tercepat, & platform mana.

Pengalaman mengesankan berikutnya adalah saat saya kaget begitu cepat pintu kereta api di Netherlands menutup. Saya belum paham cara membaca schedule kereta. Akhirnya daripada salah naik kereta saya pass aja dan ngikut rombongan penumpang lain yang pengin ke Amsterdam Central berikutnya🙂

Sampai di Amsterdam Central, meski sedikit jetlag 24 jam di atas pesawat, Alhamdulillaah fisik saya masih kuat buat jalan-jalan dan melakukan Canal Tour.

Beberapa fakta menarik yang saya kumpulin tentang Amsterdam:

*Amsterdam kota Sungai/Canal
* Banyak rumah dibangun dengan pondasi dibawah air
* Karena jalan yang sempit dan banyak sungai dipinggir jalan, maka rutin 1 mobil masuk sungai/minggu
* Lebar rumah dan pintu rumah sempit sehingga jendela didesain lebar dan barang masuk ke rumah lantai atas sering ditarik masuk jendela atas bukan lewat pintu atau tangga.
* Amsterdam juga kota tourist..banyak banget tourist di sana..maklum Amsterdam juga sering jadi transit penerbangan2 internasional
* Amsterdam saya sebut sebagai “kota mesum” juga karena kota ini bangga dengan lambang “XXX” atau daerah pornografinya (saya nggak mau nyebut namanya ndak ikut mempopulerkan jadi dosa🙂 ) dan bangga sebagai tempat bebas mengkonsumsi Ganja. Banyak merchandise yang memakai lambang XXX, daun ganja, gambar porno, bahkan mobil2 kebersihan aja pake logo “XXX”..parah ya!🙂

* di Canal-Canal Amsterdam juga banyak dijumpai “Rumah Air” yakni rumah penduduk yang terapung di sungai karena keterbatasan lahan tanah yang ada. Salah satu Beda antara rumah air yang legal dan yang illegal adalah kalo rumah air yang legal memiliki jaringan listrik, air, dan gas, sementara yang illegal nggak ada.

* Taxi di Amsterdam memakai Mercy Mewah

* Di Netherlands, sepeda adalah alat transportasi paling populer saya. Jadi biasa banget nemui cowok cewek keren pakai jas dasi naik sepeda, bahkan saya hampir ketabrak pramugari KLM yang naik sepeda sambil narik tas koper roda gedhe🙂

************************************************** (Melihat Lebih Jelas Photo..Klik di Photo!)

2. DELFT – Netherlands

* Delft kotanya kecil, tapi terasa ramah..mirip kota pelajar seperti Yogyakarta

* Di kota ini saya beruntung memiliki temen ITS: Nisah (SI), Orchi (T Kimia), dan mas Agung (Material). Mereka baikan banget, terutama si temen saya Nisah ini. Begitu tahu saya udah dateng, langsung dech dia nelpon dan bawain saya berbagai bahan bantuan (kok tahu kalo musafir ini nggak punya stock makanan meski tinggal dihotel🙂 ): Phone card, train card, makanan, sepeda, lampu, gembok, dll, mbantuin booking tiket, minjamin colokan. Bayangin!! ya Alloooh, Alhamdulillaaah senengnya punya temen yang full baikan kaya’ ginian🙂 Nisah ini juga baikan banget jadi teman konsultasi booking dan beli ticket online sampai larut malam.

Ada 3 macam pembelian kartu kereta, pertama bisa beli pake kartu ATM Euro dan printout e-ticketnya, ada yang musti pake kartu kredit dan diprint e-ticketnya dan nunjukkin kartu kredit kita diatas kereta, dan ada yang musti beli pake kartu kredit tapi musti nukar print-out nya dengan ticket di stasiun sebelum keberangkatan.

Plus, sebagai temen satu kantor saya Nisah bersedia juga ngajari saya cara make kartu train, cara beli ticket, dan nemani ke Roterdam. Thanks tante Nisa..semoga Alloh membalas dengan kebaikan yg berlipat..aamiin!🙂
Teman saya yang lain, mas Agung Purniawan..makasih..mau nemeni saya jalan2 liat gedung Delft TU dan update saya tentang sholat ied. Mbak Orchi, makasih banget atas pinjaman colokan Eropa nya (colokan mirip Indonesia)..tanpa colokan itu ndak tau gimana alat2 elektronik saya.

************************************************** (Melihat Lebih Jelas Photo..Klik di Photo!)

3. ROTERDAM – Netherlands

* Saya mengganggap Roterdam seperti Melbourne nya Netherlands, kotanya rame, banyak orang di jalan, dan terutama saya banyak nemui imigran Turkey dan timur tengah di sana. Banyak masyarakat muslim di sana.
* Saya juga menganggap Roterdam sebagai kota Harbour, banyak pasar ikan, dan pasar dadakan

* Roterdam kota besar, kota sibuk, kota transit kereta.

************************************************** (Melihat Lebih Jelas Photo..Klik di Photo!)

4. LEIDEN – Netherlands

* Leiden menurut saya kota Pelajar, kota nya kecil, tapi lebih besar dari Delft

* Di sini, kembali saya beruntung ada temen saya mas Falik, mantan tetangga saya di Adelaide yang mau menemani jalan-jalan saya, bahkan dia nawari tempat bermalam juga. Suwun mas Falik, you are very kind!

* di kota-kota di Netherlands ternyata emang banyak dijumpai Rumah Makan Indonesia🙂

* ternyata budaya Ploco mahasiswa baru warisan dari pemerintah Belanda, sampe sekarangpun saya liat mahasiswa baru Belanda suruh pake pita naik sepeda bawa tas kantung beras dibentak2🙂

************************************************** (Melihat Lebih Jelas Photo..Klik di Photo!)

5. DEN HAAG  – Netherlands

* Den Haag kotanya besar, saya sempet kesasar-sasar karena peta kota nya emang membingungkan
* Den Haag kan kota tempat Konferensi Meja Bundar Indonesia-Belanda dulu kan?
* disini banyak patung-patung seni, castle, dan bangunan-bangunan kuno

************************************************** (Melihat Lebih Jelas Photo..Klik di Photo!)

6. BRUSSEL – Belgium

*Saya ke Brussel dari Roterdam naik “HiSpeed” train, ticket kadang diperiksa kadang nggak.
Saat naik train antar negara pertama kali ini, ada pengalaman lumayan keinget: saya salah milih gerbong kelas 1, padahal tiket saya kelas 2. Ternyata gerbang dengan cat Merah dan ada tulisan angka 1 adalah gerbong khusus yang beli ticket kelas 1 (lebih mahal), sedang kan kelas 2 gerbong-gerbong dibelakangnya yang bercat Biru dan ada tulisannya angka 2. Mangkanya kok keliatan mewah bangeeeet!🙂 Kelas 2 kereta HiSpeed ini rasanya panas, sumpek karena nggak ada jendela yang bisa dibuka cuman tempat duduknya enak

* Ada yang menarik juga di kereta HiSpeed ini, pengumuman info dalam kereta disampaikan dalam 5 bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa China, Belanda, English, dan German!

* Brussel dipenuhi gedung2 pencakar langit

* Brussel mirip Netherlands cuman Brussel lebih dipenuhi bangunan-bangunan kuno dengan ukiran indahnya lebih bianyak, ada castel, indah!

* Salah satu patung yang terkenal (cuman ra mutu menurut saya🙂 ) adalah patung Anak Kecil Kencing yang pakaiannya diganti2 sesuai jadwal tertentu

* Brussel saat summer itu panas, padahal pada hari yang sama Delft dingin banget

* Ada satu sungai besar membelah Brussel bernama “Zenne”

* Belgium nggak punya bahasa nasional, rakyatnya berbahasa 3 bahasa: Perancis, German, dan Belanda

************************************************** (Melihat Lebih Jelas Photo..Klik di Photo!)

7. PARIS – French

* Saya pergi ke Paris dari Roterdam naik “Thalys”. Ini adalah kereta cepat antar negara di Eropa, keretanya nyamaaan banget, ada AC, bersih, karpet, tempat duduk nyaman, penjual didialam, wifi (mbayar), colokan. Roterdam – Paris cuman ditempuh 2 jam 45 menit, cepet banget! Kereta ke Paris berhenti di Gare Du Nord station. Cuman ntar kerata berangkat saya ke Luxemberg naik dari Paris EST station, deket kok jaraknya dari station Gare Du Nord.

* Paris menurut saya adalah the Best dari semua destination yang saya kunjungi kali ini, sulit menggambarkan kekaguman saya. Kota ini benar-benar menggambarkan kemajuan dan kemegahan peradaban bangsa Perancis sejak dulu. Desain kota yang tertata, bangunan2 yang serba “raksasa” benar-benar luar biasa. Rasanya Indonesia sangat jaaauh peradabannya. Jadi maklumlah kalo Perancis sejak dahulu mampu menaklukkan banyak bangsa.

* Disini, sejak dulu telah ada akademi Militer (sejak jaman Napoleon Bona Parte), semua gedung banyak bertahta/bercat emas.

* Sistem transportasinya juga excellent. “Metro” adalah nama dari kereta api bawah tanah yang lewat setiap 3 menit sekali. Ada lagi tram dan bus. Dengan tiket yang sama kita bisa naik berbagai angkutan umum tersebut. Jaringan transportasi di Paris benar2 menjadi jaringan nadi transportasi semua orang. Awalnya saya nggak paham bagaimana membaca peta dan jadwal transportasinya. Jadi cara gampangnya beli paket tiket 10 buah murah hanya sekitar 12 Euro, kemudian nanya ke bagian informasi dan dikasih peta transportasi.

* Bersiaplah tidak semua orang bisa atau mau ngomong bahasa English, selain itu kita musti terbiasa dengan nama-nama tempat dengan bahasa Perancis. Tahu sendiri kan bahasa Perancis, antara tulisan dan bacaan beda banget, pokoknya banyak sengaunya🙂

* Awal saya tiba di Paris, terus terang saya agak “tegang” karena di mana2 banyak ketemu imigram Afrika dan Arab dan crowded banget. Nggak tau kenapa agak was2 aja. Akhirnya setelah terbiasa, saya merasa aman aja kecuali kalo jalan sendiri lewat jam 10 malam, saya milih masuk stasiun & naik tram aja (keinget teman saya yang kerampok di atas tram sepi di atas jam 9 malam, apalagi jalan kaki).

* Summer di Paris nggak menentu cuacanya, dari mulai panas tiba2 jadi hujan. Terpaksalah saya nunggu bareng2 di bawah jembatan sungai “Seine” samping Menara Eifel.

* Di Paris saya nginep di lantai 6 Hotel Formula 1, hotel favorite saya karena murah, bersih, dan aman, meski biasanya ruangannya sempit. Yang saya kaget, ternyata hotel ini di pinggiran kota Paris dan disamping kuburan Perancis yang luas banget, jadi kalo buka jendela bukannya romantis malah keliatan angker!! :)) terpaksa jendela kamar saya tutup terusss.🙂

************************************************** (Melihat Lebih Jelas Photo..Klik di Photo!)

8. LUXEMBOURG

* Luxembourg kotanya kecil, negara ini terkenal dengan tambang iron dan perbankan nya. Di kota Luxemberg ada 1 jalan yang berisi hampir semua bank di dunia.

* Wisata di Luxember hanyalah benteng dan bangunan castle luas yang dibangun disebuah lembah.

* Ada juga pasar dadakan yang diadakan di jalan2 besar kota Luxembourg.

* Disini platform train tertentu baru bisa diketahui 20 menit sebelum keberangkatan, beda ama Netherlands yang selalu tetap lokasinya.

* Di sini saya nginep di Hotel Bristol..wuah hotelnya lumayan “nggak bersih” dan lokasinya sepertinya semi2 lokasi “red”😉 jadi milih ngendon di kamar begitu datang malam harinya


Pengalaman kena 3 Checks dalam 1 train: Imigrasi, Ticket, & Interpol!

Ada pengalaman yang mengesankan dan “membahagiakan” buat saya selama perjalanan saya dari Luxembourg ke Basel-Swizerland.

Pengalaman pertama adalah pengalaman nggak ngerti buka pintu otomatis train, saya nunggu kok nggak mbuka2 pintunya terpaksa saya pencet tombol ijo disamping pintu ternyata pintu emang buka cuman begitu saya lepas pejet tombolnya, pintu langsung nutup njepit saya. Sok nggak malu saya coba lagi, baru tahu kalo mejet tombolnya musti lamaa🙂 cuman benernya kalo saya sabar pintu bakalan mbuka otomatis!🙂

Pengalaman kedua yang mengesankan adalah pengalaman pertama diperiksa Interpol. Kejadiannya saat kereta melintas antara Luxembourg dan Perancis (saya baru nyadar kalo kereta saya lewat Perancis saat ngliat bendera Perancis di luar jendela kereta🙂 ). Pertama Dua orang petugas berbadan tegap dengan tulisan “Security” dilengannya meminta sesuatu ke setiap penumpang. Awalnya saya kira minta ticket, lha kok semua orang nunjukin passportnya..oo..berarti minta Visa. Saya langsung nunjukin visa Schengen saya, beres! batin saya tenang. Tiba-tiba nggak seberapa lama, habis passpor saya masukan kembali ke tas ransel saya dan saya taruh di atas. Seseorang yang nggak berperawakan begitu tinggi dengan jaket hijau dan ban oranye menyala di tangannya datang menghampiri saya dari belakang. Di sampingnya petugas lain yang berbadan kekar dengan tampang sangar dan pancak pinggang. Kaget saya, karena nggak nyangka saya kira cuman penumpang lain yang liat2 nomer duduk. Dia nunjukin dompet dan identitas Interpolnya dan ngomong memperkenalkan diri dalam bahasa Perancis. “Wuaduuuh”..nggak paham saya, yg saya nangkep intinya dia Interpol gitu aja🙂 Saya bilang “please English”. Lalu dia nanya pertanyaan yang mbingungi saya “Where did you depart from?”..wah sulit nih njawabnya..lha wong saya departed from Luxemberg tapi sebelumnya Perancis..sebelumnya lagi Netherland..sebelumnya Australia..tapi aslinya saya Indonesian. Lha ya saya jawab aja “Netherlands”…eeh dianya curiga “You don’t look Netherlands!”…nah looo malah mbingungi to..?!…udah aku ambil aja tas ku dan ku tunjukin pasport dan visa saya. Saya bilang “I am Indonesian”. Bingung petugas yang kekar liat passport Indonesia saya..rupanya passport Indonesia nggak gitu terkenal!🙂 dengan bahasa Perancis dia nanya ke petugas yang berkumis dan pendek, padahal petugas yang berkumis lagi jaga wibawa di hadapan saya :)) dia jawab “Indonesia!” Pertanyaan berikutnya mau ngapain saya ke Basel? saya njawab Visiting my friend…masih agak curiga dia lihat saya dan tas saya dan kemudian ngasih passport saya dan berlalu. waah legaa🙂

“Nih kapaan ticket diperiksa?” batin saya. Selang beberapa saat ada lagi petugas pake topi yang memeriksa. Nah yang ini pasti tiket. Tenang sudah saya karena semua macam pemeriksaan udah saya lewati.

Wuit nanti dulu…lewat wilayah Perancis, masuk wilayah Switzerland tiba-tiba lewat lagi tiga orang seragam ijo pake bed orange menyala. Kali ini ama satu petugas cewek pendek yang kekar yang terus lirak-lirik ke saya dan tas saya🙂 tangan saya udah masuk ke tas pinggang saya siap nunjukin visa dan alasan bepergian saya lagi. Untung ketiganya tetap lewat dan nggak nanya2 lagi🙂

Jujur kalo yang check Interpol ini saya belum persiapan mental, lha wong nggak ada temen yang ngasih tau sebelumnya, dan kata temen saya Isabelle – orang Jerman yang tinggal di Basel – pemeriksaan Interpol emang hampir nggak pernah ada🙂 WC pun diperiksa ama Interpol dan ditunggu lho kalo ketutup. Jadinya saya nggak berani foto petugas Interpol🙂

Alhamdulillaah lumayan dapat pengalaman security check baru, mirip2 pengalaman saya kena random check di Australia beberapa kali :))

************************************************** (Melihat Lebih Jelas Photo..Klik di Photo!)

9. BASEL -Switzerland

* Basel kotanya nggak gitu luas, menariknya kota ini seperti dibagi 2 sisi: satu sisi kota industri, sisi lain kota lama. Kota ini dibelah sebuah sungai besar “Rhine” yang merupakan jalur internasional. Saya sempat menyaksikan bagaimana bangunan dam, PLTA, dan cara kapal berpindah dari level air yang tinggi ke air yang rendah..termasuk jalur ikan untuk berpindah dari level air rendah ke level air tinggi dam, menarik! Satu PLTA ini mampu menyediakan listrik hingga 80% dari kebutuhan listrik kota.

* Penduduk Basel berkomunikasi dengan 2 bahasa berdasarkan wilayahnya. Ada wilayah yang berbahasa German, dan ada yang berbahasa Perancis.

* Swiss juga terkenal dengan industri coklatnya, memang saat saya mengujungi salah satu toko coklat di kota Basel, pilihan coklatnya banyak dan yummy-yummy!🙂

* Ada yang menarik tentang buang sampah di Swiss, di sini orang harus berhitung 2x kalo mau buang sampah, karena tiap rumah jika mau buang sampah musti beli Tas Plastik warna biru besar senilai 7 Franch, jadi sampah non kertas musti dimasukkan tas besar biru itu diikat dan ditaruh dimuka rumah untuk diambil mobil kebersihan. Buang sampah tanpa tas biru itu bakalan dikenai denda. Sampah kertas tidak dikenai biaya karena bisa didaur ulang.

* Swiss banyak gunung-gunung, sehingga jalan kereta api banyak banget lewat terowongan jadi telingaku sering banget mampet🙂

* Di Basel, saya tinggal di apartment teman saya Isabelle & partnernya Benjamin. Keduanya orang German keturunan Indonesia (Bapak mereka orang Indonesia), tapi jangan harap mereka bisa bahasa Indonesia ya.Apartmentnya asyik..mewah..lebih mewah dari 2 hotel di Paris dan Luxemberg🙂 Malam hari begitu saya datang, mereka menjamu saya di restaurant khas German, minum minuman khas German yang terbuat dari sari Susu (unik..rasanya mirip apple juice)..lalu Salad, Steak dan Pasta. Wuuuah yummy & delicious dinner. Malamnya, Isabelle yang juga dokter lulusan German ini langsung jaga shift malam, sementara partnernya Benjamin menemani saya minum teh dan membantu saya memesan ticket train ke Frankfurt dan Amsterdam. Esoknya, langsung tanpa istirahat, Isabelle menemani saya keliling Basel, beli coklat, menyusuri sungai, PLTA, city tour, dan akhirnya mengantar saya ke stasiun kereta api.Thanks very very much Isabelle & Benjamin!!!

************************************************** (Melihat Lebih Jelas Photo..Klik di Photo!)

10. FRANKFURT – German

* Kota besar, pusat bank Eropa, Pusat budaya, di bom habis AS saat perang dunia II hanya disisain gereja, international city, sibuk banget, kota industri, transportasi excellent, keretanya lebih bagus dan bersih drpd Netherlands, aman.

* Jalan-jalan malamnya thethek di pinggir sungai “Rhine”🙂

* di Frankfurt ini saya bermalam dan ditemani jalan-jalan oleh seorang “saudara baru” saya yang lucu, unik, sekaligus seorang seniman penyanyi namanya Suratno (coba cari namanya di You Tube). Mas Suratno ini dosen Universitas Paramadina sekaligus mantan Kajur di sana, S3 bidang antropologi agama di Frankfurt, orangnya nyantaaai banget. Banyak hal saya pelajari dari mas Suratno ini🙂 Makan malam dan pagi di rumah mas Sur begitu nikmat, makasih mbak & mas Sur atas silaturahmi & kebaikannya!! don’t forget to call me when coming to Surabaya!🙂

************************************************** (Melihat Lebih Jelas Photo..Klik di Photo!)

11. CASTRICUM – Netherlands

* Castricum adalah sebuah kota kecil di dekat kota Amsterdam, kota nya enak buat tinggal. Kota ini ada satu kompleks pertokoan/plaza dan 2 restaurant Indonesia.

* di sini saya tinggal ama temen saya Nur Rohmah (Nurdin) dan Herman (suaminya- Dutch). Nurdin ini teman saya sejak saya masih kerja di entertainment, dia kerja di Sahaja Jogja. Hanya dalam 10 tahun, ternyata kisah perjalanan hidup dan karirnya begitu mengesankan saya! Herman, suaminya begitu baik banget, dan menurut saya berhati lembut (karena dia nggak tega matiin bug lebih milih nangkep dan mbuang keluar🙂 ) Saya dan Astri (teman alumni SMA 1 yg kebetulan juga maen dari Swiss) adalah tamu pertama yang nginep dirumah mereka🙂 Makasih ya Nurdin & Herman for your hospitality!🙂

* O iya, di Belanda umumnya WC umum bayar 50-60 cent, jadi kita musti siap coin untuk jaga2 kalo kebelet🙂

************************************************** (Melihat Lebih Jelas Photo..Klik di Photo!)

12. HONGKONG

* Orang Hongkong: tingginya kaya’ orang Indonesia (nggak tinggi2), petugas imigrasinya muda2 banget, tampilan orang-orang Hongkong chinese kaya’ orang Indonesia, bahkan saya banyak menemui orang Chinese berbahasa Indonesia di sana. Petugas di bandara Hongkong lumayan ramah, tetapi orang-orang Hongkong di city dan train station keliatan sangat sibuk sekali, kalo pake bahasa English sering nggak jelas dan pake intonasi tinggi sehingga terkesan “marah”🙂

* Jangan coba2 menawar barang di Hongkong, meski di toko emperan, karena saya udah nyoba beberapa kali dan mereka bener2 nggak bargain masalah harga🙂

* Hongkong kotanya panas dan lembab jadi panas kemringet persis kaya’ Surabaya, bener2 nggak tahaaan. Untung mereka bikin beberapa Taman Kota buatan (seperti Hongkong Park)

* Orangnya bianyak banget..sampe stress aku keliat banyak orang di jalan.

* Hongkong isinya cuman gedung2 bertingkat, untungnya antar gedung ada jalan penghubung seperti jembatan layang antar gedung yang ber-AC sehingga kota Hongkong mirip Mall Raksasa karena kita bisa ke gedung mana aja lewat gedung mana aja. Bisa juga sich kalo kita milih jalan-jalan di jalan yang panas🙂

* Hongkong adalah kota internasional yang friendly dengan international people karena info apapun lengkap dalam bahasa English dan China bahkan banyak counter2 informasi.

* Hongkong menurut saya lebih merupakan “Kota Bisnis” daripada “Kota Wisata”, jadi terus terang saya nggak recommend Hongkong kalo mau wisata😉

**********

Hongkong adalah kota terakhir sebelum akhirnya flight saya kembali ke Adelaide…akhirnya Sep 10, 2011 pagi Alhamdulillaah saya kembali mendarat di Adelaide. Alhamdulillaaah begitu banyak nikmat Alloh karuniakan dalam perjalanan singkat ini. Alhamdulillaah ya Alloh salah satu “bisul” masa study PhD sayaa ini telah pecah…begitu banyak raihan dalam perjalanan ini..sungguh La Khaula wa La Khuwata ila Billaahu, Alhamdulillaah, semoga ilmu & pengalaman ini barokah dan menjadikan saya makhluk yang lebih baik..amiin🙂

6 Responses

  1. mantap ini pengalaman perjalanannya pak Tony ^o^ bisul selanjutnya yang mau pecah ke negara mana pak?😀

  2. Inspiring! berharap makin banyak orang indonesia yang berkesempatan untuk melakukan perjalanan ke negara-negara lain seperti Om Tony ini biar nambah ilmu dan wawasan juga. Semoga application saya besok diterima, biar bisa ke Eropa juga. Thanks for sharing🙂

  3. Apabila Rasulullah saw. didatangi seseorang untuk suatu keperluan, maka beliau menghampiri para sahabat yang sedang berkumpul dan berbincang-bincang lalu bersabda: Bantulah, niscaya kalian akan memperoleh pahala dan Allah akan memenuhi apa yang Dia suka melalui lisan nabi-Nya. (Shahih Muslim No.4761)

    Great Mas ! Hehehe…coming soon, I wanna see all creatures’ over the world🙂 InshaAllah..amin!

  4. tulisan yang menginspirasi, saya sebaliknya Pak, sedang berusaha agar bisa ke down under lagi untuk presentasi paper saya.

  5. Pak Tony, berikut tambahan kenangan di Delft🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: