Jangan “Goda” kami!

Memang sudah menjadi nature manusia:

bahwa manusia memiliki sifat dasar suka memamerkan apa yang dia punya (yg tidak dimiliki orang lain)

bahwa manusia memiliki sifat dasar ingin tahu

bahwa manusia memiliki sifat dasar suka membandingkan dirinya dengan orang lain..

bahwa manusia memiliki sifat dasar tidak bersyukur dan tidak pernah merasa cukup

Masih ingat kisah anak kecil gundul yang membawa ayam goreng, ayam bakar, ice cream, ice teler, anggur, dan satu tas besar penuh makanan ke sebuah kampung di bulan Puasa?
Anak kecil gundul yg cuman bercelana pendek, nggak pake baju, dengan lahapnya memakan semua makanan lezat sambil jalan-jalan di depan orang-orang kampung yg sedang berpuasa di siang hari yang bukan main panasnya. Ice creamnya dimainkannya, ayam bakar dimakan pelan-pelan, nasi wangi yang nggak habis dihamburkannya di depan orang-orang.

Marah? tentu..orang-orang kampung yang sedang berpuasa itu.

“Oi….Bocah Edaaan!!…dasar nggak tau sopan santun…bener2 nggak beriman kamu ya!!..tau bulan puasa, orang-orang puasa semua, kok Makan Minum di depan kita??!!!..DOSA BESAR kamu!…dirajam kamu di neraka!!”

Dengan santainya si bocah gundul tadi malah duduk di tanah, membuka bungkusan makanannya yang lain, makan tambah lahap minum tambah banyak. Es yang dingin semakin menggoda orang-orang kampung yang mulai berkumpul karena mendengar keributan ini.

“Bocah Kurang Ajar!!!….jangan bikin orang Puasa Emosi ya!!!”

“Hajar saja dia!!”….”Buang dia!”…”Bakar!”….”Ayo kita Jihad melawan yg batil, kita pukul dan singkirkan Setan Gundul pengganggu orang puasa ini!!!” Suara-suara emosi orang-orang kampung mulai semakin ribut dan bersahutan.

Belum sempat si bocah gundul tadi memberesi makanannya, puluhan pemuda kampung sudah meringkusnya, menginjak-injak makanannya, berusaha memukul kepalanya dan mengangkat tubuh kecilnya.

Tiba-tiba saja…saat tangan-tangan kekar pemuda kampung itu menghempaskan tubuh lusuh bocah itu ke tanah…..”DUAAAR!!”
Tubuh bocah gembel itu menghilang ditelan bumi. Semua orang kampung itu terpana, beberapa yang lain mencari-cari dimana bocah gundul gembel itu menghilang..

Tiba-tiba saja suara keras menghentak keluar dari tanah dimana bocah tadi menghilang, menghardik orang-orang kampung yang masih terbalut emosi membunuh:

“Celaka kalian!…Betapa mudah diri kalian marah, bahkan akan membunuhku di hari puasa kamu, hanya gara-gara aku suka menggodamu dengan makan & minumanku selama 1 bulan puasa ini.
Bagaimana dengan kalian yang suka menggoda kaumku..kaum dhuafa yang miskin yang bahkan berharappun kami tidak mampu??

Kalian menggoda kami bukan hanya 1 bulan…tapi 12 bulan bahkan sepanjang hidup kalian…..
Kalian pamerkan kepada kami mobil mewah kalian, kalian tunjukkan rumah mewah kalian, kalian nikmati makanan dan bau harum makanan-makanan lezat kalian dihadapan kami tanpa pernah perduli untuk berbagi dengan kami…

Apakah kami marah dan membunuh kalian??…

Untuk apa kalian sering obrolkan kepada kami betapa besar uang kalian di tabungan??!
Untuk apa kalian sombongkan rumah-rumah megah kalian kepada kami yang sama sekali tidak punya tempat berteduh??!
Untuk apa kalian tunjukkan motor dan mobil mewah kalian kepada kami yang jangankan sepeda buntut saja kami tidak mampu membeli??!
Untuk apa kalian tunjukkan handphone, laptop, balckberry, ipad mewah kalian kepada kami..sedangkan kalkulator saja kami tidak punya??!
Untuk apa?!…Apakah hati kalian bahagia jika melihat orang lain sakit hati, iri dan tidak mampu memiliki apa yang kalian miliki?!
Apakah kalian puas, jika kami semakin menangis karena semakin merasa hidup sengsara??
Apa yang kalian minta dari kami??!

Kalian hanyalah menahan makan dan minum setengah hari saja..itupun hanya satu bulan dalam satu tahun..sesudah datang waktu berbuka kalian bisa menikmati apapun yang kalian mau.
Sedangkan kami? kami berpuasa sepanjang hidup kami, kami berpuasa karena memang tidak ada yang bisa kami makan. Pakaian kami lusuh dan bau bukan karena kami tidak suka mandi dan mencuci, tetapi karena memang hanya pakaian yg kami kenakan inilah yang kami punya.

Kamipun tidak ingin meminta-minta padamu…tapi kami mohon….jangan..jangan goda iman dan rasa cukup kami dengan sesuatu yang memang tidak mampu kami miliki. Kalian tidak perlu memberi kami, hanya..jangan goda hati kami..biarkan kami damai dengan kepapa-an kami jika engkau tidak mau memberi!”

Cerita ini mengingatkan saya beberapa kesalahan yang pernah saya lakukan:
* Saat saya “menggoda” pakde saya tentang keuntungan berbisnis meubel tanpa bermaksud memberinya
* saat saya “menggoda” teman saya tentang tabungan yg saya punya meski saya hanya ingin berkonsultasi peminjaman bank kepadanya
* saat beberapa teman saya di Australia yang berusaha keras memamerkan rumah-rumah tingkat barunya, mobil-mobil barunya, tax return-nya, tabungan yang dibawa pulang ke Indonesia…

Hikmah siang ini mudah2an mengingatkan saya,

Jika saya sebagai manusia yang diberikan Alloh kelapangan rizqi dibandingkan manusia-manusia lainnya, mudah2an saya bisa
+ Menjaga diri untuk tidak membicarakan/memamerkan apa yang saya punya khususnya sesuatu yang tidak dipunyai orang yg saya ajak bicara!
+ Tidak Berpakaian, berkendaraan yang mewah di lingkungan menengah ke bawah
+ Selalu bertanya ke diri sendiri setiap kali ingin membicarakan/memamerkan sesuatu ke orang lain: “Apa orang ini memang butuh informasi ini?…Kalo tidak lalu mengapa saya masih berkeinginan kuat ngobrolin diri saya sendiri & yg saya punyai kepadanya?..untuk apa?…Apakah saya hanya ingin dipuji?..apakah saya ingin membuatnya iri? ataukah ini hanya bentuk kesombongan saya??!”..STOP Ngobrolin diri sendiri yg nggak dibutuhin orang lain!!!
+ Memiliki “tabungan & ikhtiar sendiri” yang membuat saya selalu merasa cukup & bersyukur ke Alloh

Jika saya sebagai manusia yang ingin dipameri orang lain (dan khawatir terganggu jiwa, merasa kurang lagi dan menjadi orang yg tidak bersyukur lagi), mudah2an saya bisa
Mengalihkan pembicaraan/pandangan atau menghidar dari apapun komunikasi yang bersifat ujub, tidak menanggapinya dan memindahkannya ke pembicaraan/urusan yang lebih bermanfaat bagi bersama

Bismillaaahirrohmaanirrohiim, semoga Alloh menjaga saya dari sifat dan perbuatan sombong, mengkaruniai saya sensitivitas hati, kerendahan hati, dan kemampuan dan kelapangan untuk berbagi dan berbuat kebaikan untuk rahmatan lil’alamiin….amiiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: