Bedanya Anak orang Kaya & Dokter Berpengaruh ama Bukan siapa-siapa: Pengalaman Nyekolahin Isteri Spesialis

Jelas beda!!!

Kalo kamu anak orang kaya…enak banget kamu cuman tinggal minta ke orang tuamu

kalo kamu anak dokter yang punya pengaruh, bapak/ibu kamu yang bakalan ngasih jalan dan temen2 dia yg bakalan segan kalo nggak nglolosin kamu

bagi kami, yang bukan siapa-siapa ini semuanya serba Berjuang…

Saat Test, kami benar-benar berjuang

Saat membayar uang muka spesialis yang sangat Mahal, kami sangat berjuang

Saat menjalani sekolah, kami terus berjuang setiap harinya..

Saat harus membayar uang semesteran, uang bulanan, buku, bahkan uang operasional Harian….saat ini kami terus Sangat Berjuang

Entahlah…tulisan ini saya buat, masuk ke semester II isteri saya mengambil spesialis Obsgyn…dan tetap Alhamdulillaah Alloh mengaruniakan kami pengalaman proses yang sedemikian “indah” ini….

InsyaAlloh saya yakin: Alloh yang ngasih spesialis isteri saya, Alloh yang nyuruh isteri dan anak-anak saya pulang duluan, Alloh yang ngasih beasiswa PhD saya, Alloh juga yang akan memelihara kami dan memenuhi kebutuhan kami sampai isteri selesai spesialis 4 tahun ke depan nanti.

Bismillaaaah…La khaula wa la khuwata illa billaahu
Sepenggal kisah seorang suami yang berjuang belajar seorang diri dan isteri dengan 2 anak yang juga sangat berjuang di kota baru tanpa sanak saudara, hanya Alloh penjaga kami.

One Response

  1. hehehe, saya tiba-tiba masuk sini waktu nyari info buat daftar spesialis mas. Awalnya saya juga berpikiran sama seperti mas. Lalu saya punya temen deket (dia anak guru besar di FK tempat saya belajar mas + tajir banget). Saya tanya : eh gimana rasanya jadi anak prof X ? dia : gak enak, bla bla bla. Dia bercerita bagaimana susahnya merubah pandangan orang tentang dia. Dia belajar mati-matian (bahkan dia masuk ke FK pun jalur SNMPTN (ujian nasional) bukan karena orang tua nya gak punya koneksi atau apapun, tapi orang tuanya ingin dia gak di anggap remeh waktu kuliah nantinya. Setelah sukses masuk FK dia bener-bener belajar mati-matian karena dia dipandang sama temen-temennya kalau anak dosen harus pintar dan untuk menjaga nama baik orang tuanya yang guru besar itu mas. Saya merasa bersyukur sekali , meskipun beban yang saya pikul begitu berat (maklum anak rakyat jelata mas) masih ada anak yang tampak luarnya enak tapi ternyata dia menanggung beban yang puluhan kali lebih berat daripada saya. Saya mending jaga warnet sama nglatih pramuka buat biayain kuliah daripada nama baik orang tua saya yang dipertaruhkan mas😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: