Hukum Sebab-Akibat Non-Phisik & SALAH SATU Penyebab Bencana

Boleh orang lain mengatakan saya tidak ilmiah…tetapi karena ke-ilmiah-an yg saya percaya menyadarkan saya bahwa banyak sekali fenomena alam yang tidak bisa dijelaskan dengan pembuktian phisik.

Saya percaya, sebuah theory dalam ilmu Fisika Partikel yg saya pelajari saat di S1-Teknik Nuklir dulu, bahwa “Sesuatu yang Tidak Bisa Kita Lihat, Tidak Bisa Kita Sentuh, Tidak Bisa Kita Dengar, Bukan Berarti Tidak Ada”…Bahkan “Sesuatu yang Belum Bisa kita pahami Belum Tentu Tidak Ada”. Bukankah listrik itu hanya bisa lihat dr efeknya tetapi bukan ujudnya tetapi kita meyakini bahwa ia ada.

Hukum Sebab-Akibat Non Phisik

Satu theory yang saya yakini kebenarannya sampai sekarang adalah di dunia ini berlaku hukum Sebab-Akibat (Hukum Newton 3):

Apabila sebuah benda pertama mengerjakan sebuah gaya pada benda ke dua , maka benda kedua akan memberikan gaya dengan besar yang sama kepada benda pertama, namun dengan arah yang berlawanan.

Contoh misal kita mendorong tembok. Pada saat tangan mendorong tembok, maka tangan memberikan gaya dorong kepada tembok sebesar F ke tembok. Sebaliknya tembok memberikan gaya reaksi yang sama besarnya yakni F dengan arah yang berlawanan ke tangan. Gaya dorong tangan bekerja di tembok dan gaya reaksi tembok bekerja di tangan sehingga tangan terlihat menegang. Kalau ndorongnya kuat bahkan tangan akan terasa sakit. rasa sakit itulah sebagai bukti tembok  memberi gaya reaksi, sehingga gaya tembok bekerja di tangan. Contoh lain adalah saat kita berenang tangan dan kaki kita mendorong air kolam kebelakang, sebagai gaya reaksinya air mendorong dengan arah yang berlawanan yaitu mendorong tangan dan kaki kita ke depan sehingga kita dapat berenang maju ke depan.

Hukum alam Fisika lain yang terkait yang juga sangat saya yakini kebenarannya adalah Hukum Kekekalan Energi (Hukum Termodinamika I):

“Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)”.

Jumlah energi di alam semesta menurut Hukum Kekekalan Energi  bersifat tetap. Ia tidak akan diciptakan lagi dan tidak akan pernah hilang. Artinya energi di alam semesta jumlahnya sama, sejak awal penciptaan hingga kemusnahannya nanti. Ia hanya berubah bentuknya.

Contoh yang masih saya ingat adalah saat saya membakar sehelai kertas. Jika kertas itu kita timbang kita bandingkan dengan abu kertas sesudah terbakar, memang massa nya lebih besar kertas sebelum terbakar. Namun ingat, saat kertas tadi kita bakar pada hakekatnya kertas tadi berubah bentuk menjadi karbon (kertas yang terbakar) dan energi panas, dan keduanya jika dijumlahkan akan sama dengan massa kertas sebelum dibakar. Jadi sekali lagi yang terjadi dan seringkali kita lakukan sehari-hari adalah mengubah bentuk energi sementara jumlah energi itu akan selalu tetap. Dalam proses-proses alam, terkadang air berubah menjadi uap. Kayu berubah menjadi bara api. Uranium menjadi bom. Listrik menjadi tenaga gerak dan lain sebagainya. Ketika beraktifitas sehari-hari, kita juga mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Hubungan Hukum Kekekalan Energi & Hukum Sebab-Akibat

Dalam pemahaman saya, hukum kekekalan energi inipun terjadi pada gerakan-gerakan fisik bahkan hati kita. Saat kita”mengeluarkan” energi positif kita kepada orang lain melalui senyuman..maka hakekat energi positif itu akan tetap ada. Dan merancu pada hukum Sebab-Akibat diatas maka saya memahami bahwa energi positif itu pastilah akan kembali ke kita sebagai energi positif juga meski dalam bentuk lain. Contoh: saat saya berbagi makanan dengan tetangga, maka saya meyakini setidaknya “energi positif” yang saya berikan akan kembali kepada saya entah dalam bentuk ikatan hati dengan tetangga, saling perduli, atau malah mangkok kembali dengan makanan yg lain dr tetangga. Begitu juga energi positif lainnya seperti senyuman, pujian, silaturahmi, dll.

Sebaliknya pun juga terjadi. Saat saya menyampaikan energi Negatif ke orang lain, orang lain atau alam pastilah menangkapnya dan akan mengembalikannya sbg energi negatif dalam volume yang sama meski bentuknya berbeda. Contoh: apa yang anda rasakan jika anda memiliki teman yang selalu cemberut, tidak pernah tersenyum kepada anda, bahkan suka tertawa meremehkan? maka bisa dipastikan orang yang suka melakukan hal seperti ini tidak akan disukai orang lain atau lingkungannya krn biasanya orang akan bilang “wah kalo ada dia suasananya nggak enak..hati nggak bisa seneng dll”

Tidak ada energi yang hilang dan tidak ada yang ditambahkan. Setiap hari kita mengeluarkan energi. Semua tidak akan sia-sia, karena energi itu tidak hilang. Energi itu akan menghasilkan energi dalam bentuk lain yang dapat kita rasakan.

Hukum Kekekalan Energi & Sebab-Akibat yang diberitahu oleh Alloh dan RosulNya kepada kita

Menariknya, dalam keyakinan agama saya sebenarnya Tuhan melalui Al Qur’an dan Rosulnya telah menyampaikan hukum-hukum sebab-akibat “non phisik” yang meski tidak bisa kita lihat bahkan tidak bisa kita fahami namun seringkali kita buktikan kebenarannya. Beberapa dr sekian banyak yg belum bisa saya sampaikan semuanya:

..Alloh tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzolimi diri sendiri. (QS Al Imron: 117)

Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itu sendiri yang berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. (QS Yunus: 44)

“Sesungguhnya tidak beruntung orang-orang yang berbuat dzalim.” (Al-An’am: 135)

“Sesungguhnya bagi orang-orang yang dzalim, mereka akan beroleh adzab sebelum kematian mereka , akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (Ath-Thur: 47)

“Tidak ada satu dosa yang paling pantas untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala segerakan hukumannya di dunia disertai simpanan hukuman yang akan diperolehnya di akhirat, selain dosa kedzaliman dan memutuskan silaturahim.” (HR. Abu Dawud no. 4902, dihasankan Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi`i rahimahullahu dalam Al-Jami’ush Shahih Mimma Laisa fish Shahihain no. 1166)
“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda:“Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim no. 6522)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Siapa yang pernah berbuat kedzaliman terhadap saudaranya baik menyangkut kehormatan saudaranya atau perkara-perkara lainnya , maka hendaklah ia meminta kehalalan dari saudaranya tersebut pada hari ini (di dunia) sebelum (datang suatu hari di mana di sana) tidak ada lagi dinar dan tidak pula dirham (untuk menebus kesalahan yang dilakukan, yakni pada hari kiamat). Bila ia memiliki amal shalih diambillah amal tersebut darinya sesuai kadar kedzalimannya (untuk diberikan kepada orang yang didzaliminya sebagai tebusan/pengganti kedzaliman yang pernah dilakukannya). Namun bila ia tidak memiliki kebaikan maka diambillah kejelekan orang yang pernah didzaliminya lalu dipikulkan kepadanya.” (HR. Al-Bukhari no. 2449)

” Dan barang siapa yang ber Taqwa pada Allah, maka baginya akan diberikan jalan keluar dan akan diberikan Rizqi yang datangnya tanpa disangka-sangka “.( QS Ath Tholaq : 2-3 )

” Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami ( Allah ), akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari ( Nikmat-KU ), sesungguhnya Azab-KU sangat pedih ” ( QS Ibrahim : 7 ).

” Mohonlah Ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun, niscaya DIA akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula sungai-sungai “. (QS Nuh : 10-12 )
” Memperbanyak Istighfar itu dapat mendatangkan ( menarik ) rejeki ” ( Lubabu al Hadits)

” Dan apa saja yang engkau Infaqkan, maka Allah akan mengganti. Dan DIA-lah sebaik-baik Pemberi Rizqi “. ( QS Saba’ : 39 ) “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir, seratus biji. Allah melipat-gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.(QS. Al-Baqarah : 261)

“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” (Shahih Bukhari)

“Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”(QS Al-Ghafir:60).” Dialah Allah yang menjadikan Bumi ini mudah bagi Kamu, maka berjalanlah disegala penjuru dan makanlah sebagian dari Rizqi-NYA. Dan hanya kepada-NYA lah kamu ( kembali setelah ) dibangkitkan “. ( QS Al Mulk : 15 )

******************************

DUA UMAR & GEMPA BUMI oleh Ahmad Syahirul Alim Lc (sumber: http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/11/03/144207-dua-umar-dan-gempa-bumi)

Suatu kali di Madinah terjadi gempa bumi. Rasulullah SAW lalu meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan berkata, “Tenanglah … belum datang saatnya bagimu.” Lalu, Nabi SAW menoleh ke arah para sahabat dan berkata, “Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian … maka jawablah (buatlah Allah ridha kepada kalian)!”

Sepertinya, Umar bin Khattab RA mengingat kejadian itu. Ketika terjadi gempa pada masa kekhalifahannya, ia berkata kepada penduduk Madinah, “Wahai Manusia, apa ini? Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi!”

Seorang dengan ketajaman mata bashirah seperti Umar bin Khattab bisa, merasakan bahwa kemaksiatan yang dilakukan oleh para penduduk Madinah, sepeninggal Rasulullah dan Abu Bakar As-Shiddiq telah mengundang bencana.

Umar pun mengingatkan kaum Muslimin agar menjauhi maksiat dan segera kembali kepada Allah. Ia bahkan mengancam akan meninggalkan mereka jika terjadi gempa kembali. Sesungguhnya bencana merupakan ayat-ayat Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya, jika manusia tak lagi mau peduli terhadap ayat-ayat Allah.

Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Al-Jawab Al-Kafy mengungkapkan, “Dan terkadang Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, khusyuk, rasa ingin kembali dan tunduk kepada Allah, serta meninggalkan kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia. Di kalangan Salaf, jika terjadi gempa bumi mereka berkata, ‘Sesungguhnya Tuhan sedang menegur kalian’.”

Khalifah Umar bin Abdul Aziz juga tak tinggal diam saat terjadi gempa bumi pada masa kepemimpinannya. Ia segera mengirim surat kepada seluruh wali negeri, Amma ba’du, sesungguhnya gempa ini adalah teguran Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan saya telah memerintahkan kepada seluruh negeri untuk keluar pada hari tertentu, maka barangsiapa yang memiliki harta hendaklah bersedekah dengannya.”

“Allah berfirman, ‘Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan tobat ataupun zakat). Lalu, dia mengingat nama Tuhannya, lalu ia sembahyang.” (QS Al-A’laa [87]:14-15).  Lalu katakanlah apa yang diucapkan Adam AS (saat terusir dari surga), ‘Ya Rabb kami, sesungguhnya kami menzalimi diri kami dan jika Engkau tak jua ampuni dan menyayangi kami, niscaya kami menjadi orang-orang yang merugi.”

“Dan katakan (pula) apa yang dikatakan Nuh AS, ‘Jika Engkau tak mengampuniku dan merahmatiku, aku sungguh orang yang merugi’. Dan katakanlah doa Yunus AS, ‘La ilaha illa anta, Subhanaka, Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim’.”

Jika saja kedua Umar  ada bersama kita, mereka tentu akan marah dan menegur dengan keras, karena rentetan “teguran” Allah itu tidak kita hiraukan bahkan cenderung diabaikan. Maka, sebelum Allah menegur kita lebih keras,  inilah saatnya kita menjawab teguran-Nya. Labbaika Ya Allah, kami kembali kepada-Mu. Wallahu a’lam.

2 Responses

  1. Bagi mereka yng mempercayai hukum reinkarnasi, maka pada hakekatnya Hukum Newton 1 ( Hk. Kekekalan energi ) dan Hukum Newton 3 ( Hukum sebab akibat ) adalah merupakan penjelasan hukum reinkarnasi tersebut secara ilmiah rasional….
    Salam kompak…….

  2. Ya,ALLAH SWT. . . . . . . . . .
    Ampunnilaah dosa-dosa kami, mudahkanlah kami untuk menjalani perintah-perintahMU & jauhkanlah kami dari larangan – larangan MU.
    Amin ya Robball Allamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: