“CUKUP” ada di Hati, Bukan masalah Banyak/Sedikit!

Siang itu, wajah bapak tua itu kelihatan kusut. Dia duduk dimeja, jalan lagi, duduk lagi. Bapak itu bukanlah seseorang yang sembarangan, dia adalah seorang calon PhD yang telah banyak menerima beasiswa diluar negeri. Sudah menunaikan ibadah haji, mantan pejabat, sudah tua, jangan tanyakan berapa rumah dan sawah yang dia punya. Belum lagi beasiswa, kali ini dia dapat 2 beasiswa yang besarnya setiap terima kurang lebih Rp800 juta. Belum cukup segitu, masih dia bekerja mengajar lebih dari 20 jam seminggu  dengan gaji yang 2x lebih besar dari biasanya pengajar. Setiap hari jika bertemu, tentu masalah materi jarang terlupa dalam perbincangannya.

Siang itu, beliau baru saja “kehilangan” rizqi $300 yang hampir saja dia terima, kalo saja dia mau memanfaatkan uang yang sudah ditangan itu semestinya, yakni untuk akomodasi menginap di hotel. Masih tidak terima dengan tunjangan beasiswa seminar plus workshop yang dia terima, beliau masih mencoba “mengakali” tinggal dirumah teman dan tidak menggunakan uang pemberian akomodasi tersebut sesuai peruntukkannya. Hasilnya, selesai acara uang $300 harus dikembalikan ke panitia karena tidak ada Nota Pemanfaatan.

“Mas..bisa ngusahakan Kuitansi atau Nota yang ada capnya??”

Duarrr!!!…ya Alloh, bapak ini…jangankan untuk orang lain, untuk keluarga saya saja menipu kuitansi adalah hal yang Sangat Saya Benci! ..lalu kenapa saya harus berbuat dosa untuk panjenengan yang sudah dikaruniakan rizqi berlimpah?

Disini kembali Alloh menunjukkan kepada saya, bahwa CUKUP adalah “state of mind”..CUKUP adalah prinsip dan keyakinan HATI..BUKAN, Sama sekali BUKAN masalah Banyak Sedikit Harta yang diberi. Bahkan, pernah ada sebuah nasehat (saya lupa hadist qudsi?) “kalolah manusia itu diberi satu Gunung Emas, maka ia akan meminta Dua Gunung Emas, dan jika Kami beri dua gunung emas maka ia akan meminta Tiga Gunung Emas…”

Jadi jikalau hanya uang, materi, sex, kekuasaan yang ada di benak dan pikiran kita..kalaulah uang,materi, sex, kekuasaan itu diberikan ke kita apakah kita akan berkata “terima kasih, sekarang saya merasa cukup dan tidak akan meminta lagi”??
Tidak! hati yang dipenuhi dunia akan selalu merasa kering betapapun banyak diguyur dunia.

Masih ingat Pemilik Domba yang diberi rizqi Alloh dari 2 domba, beranak jadi 10 domba, jadi 50 domba, akhirnya jadi 1000 domba dalam satu tahun. Saat itu dia bermimpi, dalam satu tahun saja saya bisa memperoleh 1000 domba maka 10 tahun saya akan memperoleh 100.000 domba.
Nah..paginya,angin dan badai turun…udara dingin dan banyak dari domba dia yang sakit dan hampir mati.

Sedih pemilik domba itu, dan berdoa ke Alloh “Ya Alloh, sembuhkan lah domba-domba hamba!”
Ajaib dalam satu malam 999 domba itu kembali sehat, dan hanya 1 domba yang mati.
Apakah pemilik domba itu bahagia?

Ternyata Tidak…pemilik domba itu siang malam merenungi “nasib sial” nya..kenapaaa domba saya mati 1, padahal kalo tidak mati 1 domba saya akan 1000 dan tahun depan jadi 2000, tahun depannya bisa jadi 3000 atau malah 5000. Aduuh padahal harga 1 domba sangat mahaal, berarti saya kehilangan uang Rp1,5 juta dan itu bukan uang yang sedikit..ya Allooh kenapa Engkau berikan hamba cobaan seperti ini??!

Pemilik Domba tadi Sibuk Menekuri Nasib Kehilangan 1 domba dia Sampai Melupakan Ni’mat Alloh 999 domba yang diberi kesembuhan Alloh. Coba bandingkan 1 dengan 999..bagaimanapun 1 akan tetap terlihat BESAR saat mata kita didekatkan dan terus memikirkan entitas 1 tersebut. Tetapi 1 sangat amat terlihat kecil, saat kita memikirkan bahwa semestinya ada peluang takdir semua 1000 domba kita harusnya mati semua tapi Alloh berbaik hati hanya mengambil 1 saja domba milikNya.

Cerita Pemilik Domba ini mirip dengan Cerita Anjing yang diberi Tulang pemiliknya…Senang dia, sambil berlari-laring menggigit tulang dimulutnya melintas dia di sebuah jembatan sungai. Saat berkaca di air sungai, dilihatnya seekor anjing lain yang juga sedang senang menggigit Tulang yang bahkan kelihatan “lebih besar” dibandingkan miliknya. Tidak Terima, akhirnya di marah dan menggonggongi anjing itu..maka jatuhlah Tulang dari mulutnya ke sungai..hingga dia sadar ternyata anjing itu hanyalah bayangannya sendiri dan kini dia malah sama sekali tidak memiliki rizqi tulang.

Hikmah dari kejadian ini buat saya adalah: bahwa UANG, MATERI, KEKUASAAN, dan SEX adalah seperti air laut bagi orang yang kehausan. Semakin kita meminumnya, semakin haus kita dan semakin merasa kurang. Saat mata, pikiran, dan hati kita dipenuhi dengan kalkulasi uang..maka pada saat itu kita LUPA sebenarnya sebarapa banyak rumah yang benar-benar saya butuhkan, seberapa piring makanan yang bisa masuk ke perut saya, seberapa lama saya bisa melakukan Sex, seberapa cukup seorang isteri bagi saya, seberapa cepat waktu berlalu, seberapa lama saya masih hidup di dunia ini, apa yang saya bawa di liang lahat nanti…
Saat hati kita dipenuhi dunia..maka diri kita tidak akan pernah merasa cukup. Seperti janji Alloh, hanya kematian dan liang kubur yang akan menyadarkan dan “mencukupkan” kita. Saya lebih setuju pada doa Umar Bin Khatab “Ya Alloh jadikanlah dunia di TANGAN ku Bukan di Hatiku”…saya berdoa kepada Mu Alloh, karuniakanlah hamba rizqi dan kekayaan yang banyak untuk kemanfaatan kami di dunia dan ladang amal kami di alam kubur dan akherat. Namun mohon ya Alloh jangan letakkan harta itu di hati kami…amiin

2 Responses

  1. Betul sekali. Sifat Qonaah memang harus ditempelkan dihati kita, agar selamat dunia akhirat. Tulisannya menginspirasi…thanks.

    Shinta
    http://www.amanahsharia.com

  2. Salah satu tulisan bapak tony yang paling saya sukai

    terutama kutipan ” Tidak! hati yang dipenuhi dunia akan selalu merasa kering betapapun banyak diguyur dunia ”

    jazakalloh khoiron pak tony

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: