“Dear, why do we choose this HARD way than the Easier way?”: catatan ¾ perjalanan PhD saya

Maret – Juni 2010….another milestone kehidupan kami
Maret 2010, tepat 2 tahun sejak secara resmi program PhD saya dimulai (Maret 2008). Meski 2 tahun namun saya merasa pelaksanaan penelitian saya kini telah mencapai tahapan ¾ bagian dan insyaAlloh tinggal ¼ bagian penyelesaiannya.

Rahmat beasiswa PhD ke Australia yang bagi kami penuh dengan keputusan BESAR dan nikmat BESAR Alloh kepada kami:

  • Dimulai dengan keputusan mengundurkan diri dari beasiswa research assistant leading to PhD scholarship di King Saudi Arabia (December 2007),
  • dilanjutkan keputusan tidak menyetujui kontrak ikatan kerja 9 tahun (2n+1) dari institusi saya sebelumnya (UPNVY) sebagai syarat diijinkan mengambil S3 di Australia meski berakibat ketidakpastian masa depan saya dan keluarga saya serta tidak adanya penghasilan sama sekali di Indonesia (tidak digaji sama sekali dan resiko diberhentikan) (Desember 2007 – Juni 2008),
  • keputusan berangkat  S3 ke Australia (January 2008),
  • keputusan melamar dan menjalani tes CPNS di jurusan Sistem Informasi ITS Surabaya (yang sama sekali saya nggak kepikiran jadi PNS🙂 sebelumnya) dengan konsekuensi keluar biaya banyak (2x pp Adelaide – Surabaya – Yogya = menelan lebih 25 juta rupiah) dengan tidak ada kepastian diterima. Namun alhamdulillaah dengan kuasa dan petunjuk Alloh semua proses begitu dipermudah (dari komunikasi, penginapan, berkas, syarat administrasi, proses, dll) hingga diterima sebagai CPNS ITS (Agustus – November 2008),
  • keputusan mengundurkan diri dari UPNVY (November 2008),
  • Proses penelitian S3 saya yang meski kata banyak orang begitu mulus, namun sebenarnya penuh dengan kejutan-kejutan “naik-turun”. Dalam 2 tahun ini Alhamdulillaah, semua proses berjalan lancar & sesuai target rencana: (1) dari penemuan research questions yang melelahkan –> (2) pembuatan research proposal –> (3) literature review –> (4) pengajuan research ethics –> (5) publikasi-publikasi (Alhamdulillaah digabung dengan 4 publikasi saya sebelumnya, hingga hari ini telah ada 9 publikasi terkait PhD saya) –> (6) pembuatan dan menjalankan survey (opened questions) I –> (7) data analysis survey I (a published paper) –> (8) negosiasi & kerjasama project prototype dengan Northern Territory government –> (9) pembuatan prototypes untuk MIIAS & NT serta menjalankannya –> (10) evaluasi hasil SMS MIIAS & SMS-OBM (a published paper) –> (11) perancangan research model (a chapter of a book) –> (12) pembuatan questionnaire awal & pre-test sekitar 10 respondents –> pembuatan questionnaire revisi & pre-test lagi 29 respondents –> pembuatan questionnaire revisi akhir (kertas & online)  –> (13) to broadcast invitations to more than 40 milinglist to participate in the online survey –> (14) contacts, arrangement, & pelaksanaan survey melalui acara Kuliah Umum Adopsi Teknologi & Tips Triks Meraih Beasiswa mengevaluasi 3 sistem SMS e-government di 3 kota di Indonesia (UIN, ITS, Amikom, UMS) dan alhamdulillaah berhasil memperoleh lebih dari 7xlipat target respon awal (sekitar 750 respondent) –> …
  • Keputusan isteri dan anak-anak ikut bersama berproses. Mulia & Makna berproses belajar dari childcare, kindies, family day care, & primary school. Isteri saya (dr. Uning Marlina, MHSM)🙂 pun berproses dari menjadi pekerja pabrik jamur, carer for disability people, carer for age care (Nursing home), rizqi menjadi research assistant hingga researcher di School of Medicine-Flinders University, dan menjadi Coordinator di Disability SA (PNS di Australia). Keputusan kami bahwa isteri hanya kerja part-time dan tidak melulu ngejar dollar (dollar hanyalah sekedar untuk membayar hutang J, modal ikhtiar2 mimpi, & modal awal spesialis), namun lebih memilih pekerjaan yang berprospek peluang S3, publikasi, international networking & experience, & punya banyak waktu untuk keluarga & mempersiapkan mimpi spesialisnya.
  • Keputusan ikhtiar CPNS isteri saya menjadi dosen Uxxxx yang belum berhasil karena tetap teguh memilih dosen klinis meski tanpa ada referensi (baca: “titipan”) dari dosen/pejabat dalam kedokteran Uxxxx. Ikhtiar CPNS yang terus terang juga menghabiskan energy, perhatian, harapan, dan tabungan untuk 2x pp Adelaide – Surabaya – Yogyakarta.
  • Dan finally, Maret 2010….kami mengambil keputusan BESAR bersama-sama (1 keluarga) ke Indonesia untuk banyak ikhtiar mimpi: 1) menjenguk orang tua, 2) ikhtiar pra-jab CPNS saya, 3) ikhtiar collecting data untuk survey terakhir saya, 4) ikhtiar Spesialis Kandungan isteri saya, 5) presentasi & publikasi paper di konferensi internasional e-government di ITB, 6) mengurus administrasi & silaturahmi kantor saya.

Tiga bulan terakhir ini, yang penuh Keputusan BESAR & Resiko BESAR kami jalani sebagai keluarga. Jangan tanyakan berapa rupiah telah kami keluarkan untuk ikhtiar mimpi-mimpi kami, berpuluh-puluh juta kami keluarkan untuk tiket pesawat dan transportasi kami, penginapan, administrasi, konsumsi untuk harapan-harapan yang Belum Pasti Terwujud. Belum lagi situasi isteri saya yang mengharuskan dia untuk segera kembali ke Australia dan terbang ke New Zealand mengikuti rapat project baru dengan supervisornya kemudian harus kembali lagi ke Adelaide dan ke Indonesia jika seandainya diterima spesialis di Indonesia. Belum terhitung biaya komunikasi, energy, dan perhatian yang juga banyak terkuras. Namun alhamdulillaah, bagi saya (dan senantiasa saya meyakinkan isteri saya): yang terpenting dan bernilai di hadapan Alloh hanyalah ikhtiar menjemput rizqi kita, bukan hasil akhirnya, karena hasil akhirnya memang sejak awal milik & kuasa Alloh sedangkan catatan kita di hadapan Alloh hanyalah adalah amalan ikhtiar kita; InsyaAlloh tidak masalah seberapa banyak uang terbuang (selama Alloh telah menyediakannya); hasil bukan urusan kita, ikhtiar  kewajiban kita!

5 Maret 2010, penuh ketidak-pastian saya putuskan ikut kembali bersama-sama ke Indonesia. Tidak pasti karena semua urusan saya masih “gelap”: questionnaire belum jadi, pra-jab tidak ada kepastian, siapa saja respondent survey saya belum tahu, materi seminar belum saya siapkan, pengumuman penerimaan konferensi pun belum ada. Namun, isteri saya “mendorong” saya pada situasi KEPEPET, situasi di mana MEMAKSA saya untuk benar-benar NEKAT memaksa diri saya sendiri untuk menyelesaikan questionnaire saya di Indonesia dalam waktu 1 minggu, untuk benar-benar menghubungi orang-per-orang untuk penyelenggaraan kuliah umum survey saya, untuk benar-benar nekat mendatangi dan menelpon orang-orang penentu di Pusdiklat Sawangan yang memang belum saya kenal, dan untuk benar-benar nekat menyiapkan materi dan presentasi seminar survey saya. Jika semua hal tadi tidak saya lakukan, atau jika saya GAGAL mencapai target-target saya maka resiko KEHILANGAN UANG, WAKTU & KEGAGALAN PhD didepan muka saya.

Sebenarnya situasi ISTERI saya saat itu KEPEPET juga: dia dihadapkan pada situasi dimana tidak begitu lama sebelumnya dia belum berhasil diterima sebagai CPNS di Unair meski semua syarat & penilaian insyaAlloh memenuhi, bahkan telah menghabiskan biaya transportasi dan operasional yang cukup banyak. Kini ia akan ikhtiar lagi untuk konteks yang berbeda dengan tingkat persaingan yang sama-sama tinggi & probabilitas diterima sangat kecil: bukan main-main dia mencoba apply program Spesialis Kebidanan & Kandungan sebuah program spesialis di Unair yang kata orang “jurusan khusus keluarga”(keluarga staf).

NEKAT, kami nge-kost di Surabaya selama 1 bulan (meski kamar kost juga efektif kami pakai selama 1-2 minggu). Bersama-sama kami ke Surabaya, menemani isteri saya sekaligus menyelesaikan administrasi saya di ITS dan mengumpulkan data. Test demi test dilalui isteri saya.

Menerapkan konsep MENJARING rejeki (daripada memancing rejeki), nekat lagi kami mendaftarkan isteri saya di 2 universitas untuk program spesialis yang sama: Unair (Surabaya)dan Unibra (Malang). Lagi..uang pendaftaran dan administrasi test bernilai jutaan harus kami keluarkan. Alhamdulillaah Alloh masih mencukupinya.  Tapi memang Alloh telah memberikan petunjukNya, meski isteri saya telah mendaftar dan memenuhi semua persyaratan, dan sudah hadir saat pengarahan sebelum test PPDS, ternyata jadwal test PPDS di Unibraw BERSAMAAN dengan jadwal test wawancara di Unair. Dalam hitungan MENIT, isteri saya harus mengambil keputusan, panic dia menelpon saya meminta pertimbangan dan keputusan. Seperti biasa, semua saya kembalikan ke dia karena yang tahu kans di masing-masing universitas hanya dia. Dengan pertimbangan di Unair telah setengah jalan dan Unair adalah pilihan utama agar kelak dapat berkumpul dengan keluarga di Surabaya, maka diambil keputusan BESAR: dia MUNDUR dari test PPDS di Unibra (sekali lagi meski telah membayar biaya administrasi di sana-sini🙂 ) Yach, nggak papa lah wong informasi jadwal keluarnya juga setelah semua administrasi harus dibayarkan J

PRAJAB…sama sekali tidak kepastian untuk saya! Akhirnya dengan kepepet saya harus mencari-cari tahu bagaimana mencari informasi prajab secepatnya. Mas Bekti, teman dosen di SI memberitahu bahwa prajab adalah urusan pribadi kita, kita sendiri yang harus mengurusnya, bukan mengandalkan kepegawaian, kita yang harus “ndhodhok” nanya-nanya dan mendaftar sendiri baru kemudian nanti kita berkoordinasi dengan bagian kepegawaian untuk administrasinya. Alhamdulillaah, sekali lagi karena “the power of KEPEPET” nyali nekat saya memaksa saya menelpon Pusdiklat Sawangan, dan Alhamdulillaaah semua berkat pertolongan Alloh, langsung ditawari Prajab di NTT 2 minggu lagi (19 April)…Saya SIAP! Kata saya. Alhamdulillaah nggak lama berikutnya SMS dari Pusdiklat kembali masuk, menginformasikan ada peluang prajab lebih dekat lagi di NTB 3 hari lagi harus berangkat!!! Dan jangan lupa BIAYA PRAJAB & PENERBANGAN PP DITANGGUNG SENDIRI!!! …Alhamdulillaah, saya nelpon pas diruangan Kajur SI, langsung dia bilang mendukung saya, “Ambil aja..!”…Saya pikir2 pengeluaran saya jika prajab di NTB masih lebih kecil dibanding jika saya masih harus bolak-balik Adelaide – Denpasar – Surabaya 2x…..mm…ya sudah NEKAT, saya bilang saya AMBIL Pak! Langsung saya besoknya nelpon LPMP Mataram!

Wuah…pokoknya semuanya padat, dan kebutuhannya melompat-lompat (seperti alur cerita saya ini). Satu minggu di jurusan SI-ITS, Alhamdulillaah mampu menyelesaikan semua administrasi, ngisi kelas & ngumpulin data survey, silaturahmi dari jurusan fakultas hingga PR I, bahkan hingga sempet ditodong PR I ngajar kelas S2. Selesai, balik ke Yogya, esok harinya ngisi seminar di Amikom. Esok harinya lagi sudah terbang ke Mataram, sebuah kota yang belum pernah saya singgahi.

PRAJAB…2 minggu saya lewati, Alhamdulillaah nggak main-main lagi teman-teman baru saya disana kembali mendorong saya menyuruh saya menjadi KETUA SENAT!…udah kepalang basah, mikir saya…lagian udah nggak ada alas an lagi buat saya untuk tidak bermanfaat. Mudah2an ini menjadi amalan saya dan menjadi media ukur kemampuan kepemimpinan saya lagi, doa saya saat itu. Alhamdulillaah semua terlaksana dengan baik. Prajab..LULUS dengan Nilai BAIK SEKALI + Nambah banyak Teman/Saudara/Network di NTB!!!

Pulang prajab, nggak gitu lama (selang 1 hari) isteri sudah harus balek ke Australia dan terus terbang ke New Zealand meski pengumuman PPDS belum keluar. Selang 4 hari saya harus pergi ke Solo (UMS) kembali harus mengisi seminar & melaksanakan survey saya. Alhamdulillaah semuanya berjalan lancer sesuai target.

Mei tanggal 5, saya berangkat ke Bandung untuk konferensi internasional salah satu paper saya. Hari pertama konferensi,  informasi BESAR kembali say abaca saat saya mengakses Internet di ruang konferensi utama: isteri saya DITERIMA di Program Spesialis Kandungan!!! Ya Alloh, sebuah hasil yang bagi kami sepertinya mustahil mengingat persaingan yang sangat tinggi dan jumlah peserta “titipan” yang sepertinya melebihi dari jatah penerimaan. Hari itu, langsung saya telepon isteri saya di New Zealand (mboh ra perduli pulsa habis berapa🙂 ) Tahu apa yang terjadi? Seperti biasa dia panic nggak ngerti ini takdir baik atau buruk🙂 Yaaaach seperti biasanya kalo Nggak diijinkan apply sesuatu ngambek, kalo diijinkan nggak diterima Stress dan Patah Arang, kalo diterima Stress harus resign dari job di Australia dan pisahan ama suaminya🙂 Memang serba salah keinginan manusia itu!

PPDS Unair tahun ini, kami dengar akan diubah menjadi program Double Degree, maksudnya lulusannya selain memperoleh gelar dokter spesialis juga gelar Master by research. Jika hal ini benar, insyaAlloh ini peluang lagi untuk isteri saya untuk menambah nilai jual dia apply PhD kelak.

Diterimanya isteri saya di PPDS Kebidanan & Kandungan Unair ini adalah hal yang sangat BESAR bagi kami. Gembira? Bahagia?…Tentu!…hanya hal lain yang kemudian harus secara cermat kami perhitungkan dan kami lakukan perencanaan dan action penyelesaiannya: BIAYA PPDS + BIAYA HIDUP di Surabaya + SEKOLAH Anak-Anak + Tempat Tinggal di Surabaya + …!!!

TENAAAAANG……apapun situasinya harus tetap tenang….Nggak tenang juga Masalahnya tetap ada jadi mendingan Tenang aja!🙂 InsyaAlloh saya yakin, Alloh yang nentukan rizqi PPDS ini, insyaAlloh Alloh juga yang akan ngasih rizqi untuk memenuhi semuanya (amiiiin!).

Empat hari yang lalu, kami ke Surabaya Alhamdulillaah menyelesaikan administrasi pendaftaran ulang isteri saya, sekaligus mendaftarkan sekolah anak-anak kami, dan mencari info rumah kontrakan di Surabaya.

Kini…hari ini…malam ini….isteri saya telah kembali ke Australia untuk menyelesaikan semua administrasi dan mengundurkan diri dari pekerjaannya yang sebenarnya cukup ‘mentereng & menjanjikan’ untuk kembali kepada mimpinya. Mala mini…minggu ini…saya masih tercenung, berpikir, mengevaluasi diri, mengumpulkan semua tekad , kekuatan, dan keyakinan bahwa saya harus mantap menyiapkan semuanya untuk isteri dan anak-anak saya di Surabaya: Sekolah + Rumah kontrakan + perabotan + Kendaraan + ….. Lalu kembali mengingat tugas utama saya yang lain yang juga harus SELESAI BULAN ini: Coding data Survey saya!…..Merenung berdoa menyalakan semangat dan permohonan ke Alloh, semoga rizqi Alloh tercurah untuk kami untuk mencapai mimpi-mimpi KEMANFAATAN kami.

Sebuah pertanyaan sederhana yang dilontarkan isteri saya sebelum kembali ke Australia: “Mas…just make sure…Why should we take this HARD way then the Easier Way?”

Sayang…satu alasan utama mengapa kita mengambil “Jalan Sulit & Menanjak” ini: Karena ini memang telah menjadi MIMPI Kemanfaatan diri kita! Karena kita ingin lebih baik di Indonesia, dan adalah wajar keinginan lebih baik selalu menuntut jalan yang menanjak.  Pada saatnya insyaAlloh kita akan seatle-in, Sayank…dan insyaAlloh di Surabaya ini kita akan seatle-in memaksimalkan potensi dan kemanfaatan kita bagi semesta umat…..amiiin. Semoga Alloh mempermudah & memperlapang kami, dan mencatat setiap niat dan ikhtiar kami sebagai amalan kebaikan kami di dunia, alam kubur dan akherat kelak. Amiiin.

Maret – Juni 2010….Alhamdulillaaah, semua ikhtiar NEKAT ini akhirnya membuahkan Tercapainya SEMUA Target & MIMPI keluarga ini…Lebih Cepat, Lebih Baik:
1) Prajabatan PNS saya (+ nambah Networking teman-teman NTB)
2) Data survey terakhir penelitian PhD saya (7x dari target awal)
3) Spesialis Kandungan isteri saya
4) Publikasi internasional paper ke-9 PhD saya|
5) Administrasi & silaturahmi kantor saya (bahkan udah ngajar S1 & S2🙂 )
6) Menjenguk orang tua & silaturahmi keluarga & teman-teman
dan finally Sekolah anak-anak saya, transportasi & kontrakan di Surabaya 🙂
Alhamdulillaaah, La Khaula Wa La Khuwata Ila Billaahu!……Now, what next??? Bersyukur! & Focus tantangan di depan!

6 Responses

  1. wah turut senang saya Pak, selamat berkarya terus Pak..

    🙂

  2. ceritanya benar2 overwhelming
    sukses luar biasa mas
    smoga bs ikutin jejak ikhtiarnya
    salam kenal
    ps: ijin ctrl+d y mas..🙂

    • Mas Andi…
      suwun..
      ceritanya aja udah overwhelming..apalagi njalaninya ya mas🙂 Alhamdulillaah
      Salam kenal juga mas Andi..semoga sukses terus bahkan lebih baik…amiin

  3. Subhanallah mas…. aku bisa ngebayangan lika liku hidup mas. Seminggu terakhir aku justru berfikiran untuk mencari jalan untuk pindah ke luar negri. Karena aku merasa hidup di Indonesia penuh dengan ketidak pastian. Korupsi dimana-mana, setiap orang hanya mementingkan urusan pribadi mereka saja. Rakyat jelata justru selalu menjadi korban dari berbagai keaadaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: