Hidup adalah Multitasking

Semakin saya sadari, setiap manusia mau tidak mau, suka tidak suka, harus memikul tanggung jawab lebih dari satu fungsi! Saya, misalnya, tidaklah bisa hanya memilih fungsi menjadi pelajar saja atau dosen saja. Seringkali dalam satu waktu saya harus menjalankan fungsi sebagai pelajar, sekaligus suami untuk isteri saya, sekaligus bapak untuk dua anak saya, di saat yang sama saya juga harus menyiapkan diri kemampuan fungsi saya berikutnya selepas PhD nanti.

Hehh…jujur seringkali saya merasa lelah..lelah lahir batin, membayangkan seandainya saja saya bisa focus hanya pada satu peran saja, belajar saja misalnya. In fact, nggak mungkin! Memang sudah menjadi jalan takdir dan amanah dari Sang Pencipta rasanya setiap manusia harus melakukan banyak fungsi dalam satu waktu.

Pengabaian satu peran dalam satu waktu yang memang telah ditetapkan, mau tidak mau, pasti akan berdampak ‘kehilangan’. Misalnya..jika saja saya menitipkan anak-anak saya ke simbahnya di Yogyakarta sementara saya focus menyelesaikan S3 saya dan isteri saya focus bekerja di Australia..nampaknya scenario ini sangat “sempurna”. Namun benarkah sekenario ini benar-benar sempurna??? Mungkin sempurna dari egoisme saya dan isteri sebagai pribadi karena bisa melepaskan diri sementara dari tanggung jawab sebagai orang tua. Namun apakah scenario ini juga adil buat anak-anak saya?? Jelas Tidak! Bayangkan saja mereka adalah kita, maukah kita ditinggalkan Bapak Ibu kita? Pastilah sebagian besar anak akan berkata, “Bapak…Ibu…kenapa kau lalaikan kami? kenapa tidak kau didik kami? Apakah kami ‘Beban’ buatmu sehingga harus kau letakkan dari bahumu selama 4 tahun untuk mengejar cita-citamu pribadi? Bapak…Ibu..tolong jangan kau sembunyikan egoisme dengan kata-kata demi masa depan kami. Tidak bisakah Bapak Ibu belajar dan bekerja sambil tetap dekat dan mendidik kami?…Bapak, Ibu…maafkan kami, tapi tolong jangan pisahkan kami darimu meski hanya sejenak!” Meninggalkan anak, pastilah meninggalkan memory buat mereka, dan membuat sepenggal kesempatan waktu kita hilang dari jiwa mereka.

Hidup adalah multitasking….terimalah! karena tidak diterimapun kenyataan itu tetap ada. Yang dibutuhkan adalah kesadaran dan strategi bagaimana agar takdir multitasking itu akhirnya benar-benar dapat saya nikmati dan senantiasa dapat saya jalani sebagai amalan ibadah hanya untuk Tuhan Pencipta saya.

Saya…Tony Dwi Susanto…apakah task sekaligus kemanfaatan saya di dunia singkat ini?:

  • Saya adalah seorang manusia yang memiliki peran dan tanggung jawab untuk senantiasa menyadari Penghambaan dan Komunikasi dengan Alloh, Zat Tunggal Sumber dari segala Sumber dunia ini.
  • Saya adalah seorang Suami, yang harus memenuhi kewajiban memenuhi kebutuhan isteri (harus bekerja keras) lahir batin , memimpin, menemani, dan mendidiknya.
  • Saya adalah seorang Bapak dari dua anak saya, yang wajib memenuhi kebutuhan (harus bekerja keras), mendidik, dan membangun fisik dan pribadi-pribadinya.
  • Saya adalah seorang Peneliti, Pendidik, Konsultan sekaligus Pelajar di bidang Adopsi Teknologi, e-government, dan Sistem Informasi.
  • Saya (akan dan harus) menjadi seorang Motivator Beasiswa yang mampu berbagi motivasi dan inspirasi belajar tak terbatas bagi seluruh (termasuk sisi dakwah saya sebagai seorang muslim)
  • Saya (akan dan harus) menjadi seorang Wiraswasta yang mampu memberdayakan orang-orang lain dan memajukan Indonesia.
  • Saya adalah seorang Pemimpin, disaat dibutuhkan, panggilan kemanfaatan Memimpin dan Mengoordinasi ini tidak boleh dihindari.

Bismillaahirrohmaanirrohiiim, semoga Alloh melimpahkan ridloNya, melapangkan jalan hamba, memberi kemudahan dan keberuntungan, dan mencatat niat dan ikhtiar hamba sebagai amalan ibadah dihadapanNya…amiiin.

7 Responses

  1. luar biasa saya kagum sekali dengan Bapak …. salam kenal Pak …. ini kunjungan pertama kali saya

  2. serasa ngaca pada diri sendiri mas..:)
    menurutku,, beban lelaki ga sebesar beban perempuan mas.. but we must do the best,, yg terbaik utk keluarga,, dan berguna utk masyarakat:)

    • mbak Ucha…setuju!…maybe kapan2 konsultasi test masuk Cardiologi buat isteri saya ya mbak🙂 thanks

  3. bukannya uda daftar obgyn?

    • Mbak Ucha..Alhamdulillaah br aja dapat info isteri saya ketrima Unair Obsgyn🙂 Alhamdulillaah…tadinya pilihannya 2: Jantung atau Kandungan…thanks mbak!

  4. alhamdulillah:)) aku ikut seneng mas:) sampe ktemu di rumah sakit ya:)

  5. very very very inspiring mas…reflektif banget…terkadang sya sering “mengeluh” karena multitasking yang membuat saya berpikir sebagai double burden….salut saya…salam damai dari Aceh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: