Sudah alamiah, tanpa Ikhtiar diri kita cenderung RUSAK

“Termodinamika, Entropi dan Jiwa” oleh imam Santoso dicopy dari milis MIIAS

Sudah merupakan hukum alam bahwa suatu perubahan atau proses yang dapat berlangsung dengan sendirinya (spontan) adalah proses atau perubahan  yang perubahanya cenderung menuju keadaan yang lebih tidak teratur atau peningkatan derajat ketidakteraturan (entropi). Contoh, proses pembakaran bensin dapat berlangsung dengan sendirinya karena mengubah dari kondisi  cairan menjadi bentuk gas, dimana gas lebih tidak teratur dari cairan. Begitu juga korosi (pengkaratan) dapat berlangsung dengan sendirinya karena mengubah dari kondisi logam yang padat menjadi kondisi karat yang rapuh, artinya karat lebih tidak teratur dari pada logam. Begitulah proses yang berlangsung dengan sendirinya dimana akan disertai peningkatan ketidakteraturan (entropi).

Apabila proses dibalik, yaitu dari kondisi yang tidak teratur menjadi kondisi yang lebih teratur maka proses itu tidak akan terjadi dengan sendirinya (tidak akan spontan), namun proses ini dapat terjadi apabila mendapatkan energi  dari luar. Contoh, untuk membuat batu bata yang padat dan kokoh dari pasir tanah, maka manusia harus memberi pasih tanah ini energi dari luar yaitu panas sehingga mengubah tanah yang rapuh menjadi batu bata yang kokoh. Begitulah proses yang menuju keteraturan harus membutuhkan energi dari luar.

Kedua prinsip diatas digunakan oleh para  peneliti dalam laboratorium untuk memprediksi apakah reaksi kimia  dalam suatu percobaan dapat berlangsung dengan sendirinya (spontan) atau diperlukan energi dari luar (listrik misalnya) agar reaksi tersebut dapat berlangsung. Prinsip ini lebih dikenal dengan nama hukum kedua thermodinamika yang menyatakan bahwa reaksi spontan hanya akan berlangsung bila entropi (ketidakteraturan) sistem dan lingukngan (universe) semakin besar.

Dari prinsip entropi tersebut dapat kita lihat bahwa reaksi spontan, yaitu reaksi yang berlansgung dengan sendirinya, cenderung mengalami peningkatan ketidak teraturan, atau dengan bahasa lain bila suatu benda dibiarkan dengn sendirinya di alam ini dari waktu ke waktu maka sudah pasti perubahanya akan menuju ketidak teraturan. Besi bila dibiarkan maka dari hari-kehari maka akan semakin tidak teratur karna menjadi karat. Manusia akan menjadi tanah. Alam semesta semakin megembang dan galaksi semakin menjauh, etc.

Itulah sunatullah. Begitupun jiwa atau ruh (rukyah) manusia. Rukyah manusia bila dibiarkan dengan sendirinya maka dari waktu kewaktu rukyah  juga akan semakin tidak teratur. Bila dibiarkan, jiwa manusia akan cenderung subyektif,  cenderung menginginkan kenikmatan sesaat, cenderung mengikuti nafsu, cenderung bersenang-senang, cenderung malas, etc, cenderung untuk merugi.  Sunatullah ini sudah Allah SWT kabarkan kepada manusia dalam surat Al-Asr : “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian”.

Sungguh sangat rugi diri ikita  bila mempunyai raga yang sudah pasti dari waktu ke waktu akan hancur namun rukyahnya juga hancur. Boleh-boleh saja dari waktu-kewaktu raga semakin tua dan akan menjadi tanah, namun ruhaniah kita semakin lama harus semakin kuat. Saat berpisah dengan raga, rukyah hendaknya harus pada keadaan tingkat keteraturan (iman &taqwa) tertinggi.

Seperti kata hukum kedua termodinamika, sudah pasti untuk membentuk rukyah yang dari waktu ke waktu semakin teratur tidaklah berlangsung dengan sendirinya (spontan). Untuk membentuk perubahan rukyah yang semakin teratur maka dibutuhkan energi murni positif. Energi itu adalah Al-quran dan Sunnah.  Al-quran yang dibaca dan di tadaburi  akan menjadi energi kita, karena disana berisi petunjuk (perintah dan larangan ) bagaimana untuk membuat entropi rukyah menjadi semakin teratur. Contoh: Orang yang membaca Al-quran, saat rukyah akan menjadi malas, akan ingat surah Al A’raf: ” janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai”, saat putus asa maka akan ingat surat Yusuf “Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang kafir”.Saat akan korupsi maka akan ingat surat Al-Muthaffif  “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang”, Etc.

Selain itu Allah SWT memberi reward ketenangan rukyah bagi hamba-hambanya yang ingat padanya. “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS:Ar-Raad:28).

Energi itu itu juga bisa kita dapatkan dari oran lain, dari nasehat orang lain, nasehat-nasehat kebaikan yang bersumber dari Alquran dan Sunnah.

Namun, manusia hidup dalam dimensi waktu yang tiap detik waktu terus berubah, dan manusia akan mengalami dinamika jiwa seiring waktu itu. Oleh karena itu energi positif itu juga dibutuhkan  dan diisi (di-recharge)tiap waktu pula. Sehingga kata harus senantiasa (istiqomah) melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganya. Sebuah keniscayaan bagi manusia untuk selalu dinasehati dan diingatkan tiap waktu. Dibalik kesuksesan seorang suami,  pasti ada istri yang selalu memberikan semangat dan motivasi kapada sang suami dan sebaliknya.  

Kesimpulan,sebuah keniscayaan,  bila kita tidak ingin roh kita hancur (merugi), kita harus memberikan energi positif tiap waktu dengan cara, ingat kepada Allah, melaksanakan perintah dan menjauhi laranganya dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jaga kekhusukan sholat sunnah dan wajib. Jaga tilawah dan tadabur. Jaga untuk berbuat baik.  Jaga untuk mensupport  dan menasehati orang lain.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran”.

—–

Proses terjadi dengan spontan adalah suatu upaya untuk mencapai tingkat energy terendah.

Andaikan S adalah lambang untuk entropi (bersatuan energi), agar reaksi dapat berlangsung spontan, maka:

(Ssistem +Slingkungan)sesudah reaksi > (Ssistem +Slingkungan)sebelum reaksi

Agar reaksi dapat berlangsung maka entropi total (sistem +lingkungan)  setelah reaksi harus lebih besar dari pada entropi total sebelum reaksi

Sistem adalah sesuatu yang kita teliti atau kita amati sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu di luar sistem. Sudah pasti lingkungan ditambah sistem adalah alam semesta.

Contoh reaksi yang diikuti kenaikan entropi sistem dan lingkungan

a. Pembakaran. Perubahan dari cairan atau padatan menjadi gas dan abu yang tidak teratur, selain itu reaksi pembakaran juga menghasilkan panas. Panas berpindah dari sistem ke lingkungan, sehingga menyebabkan lingkungan (udara sekitar pembakaran) memanas alias mengembang. Udara mengembang artinya udara menjadi  lebih tidak teratur, karena dibandingkan dengn kondisi sebelum mengembang, kondisi molekul udara setelah mengembang lebih berjauhan dan lebih bergerak bebas, artinya lebih tidak teratur.

 Begitu pula universe yang sekian lama semakin mengembang, hal ini bisa terjada dengan spontan karena universe menjadi lebih tidak teratur karena volum universe semakin besar, karena galaksi semakin menjauh sehingga interaksi antar kosmos semakin lemah, artinya lebih tidak teratur.  

 b.  Pelarutan garam. Dari padat menjadi larutan yang lebih tidak teratur dari pada zat padatnya.

c.   Pembasian (pembusukan) makanan menjadi bentuk yang lebih tidak teratur. Supaya tidak basi (pasti akan basi namun lambat) harus ditaruh di kulkas atau suhu nol Kelvin,  dan sudah pasti kulkas akan menyerap energi listrik.

Pertanyaan:

Pengembunan air kok bisa terjadi dengan sendirinya?padahal mengubah dari gas menjadi air likuid yang lebih teratur?

Reaksi spontan berlangsung bila entropi sistem ditambah entropi lingkungn meningkat, walupun entropi sistem air turun, namun reaksi pengembunan membebaskan panas ke lingkungan, artinya udara menerima panas artinya lingkungan menjadi tidak teratur. Bila ditotal, nilai ketidak teraturan sistem (air)  dan udara sekitar , tetap lebih besar dari penjumlahan entropi sistem  dan lingkungan sebelum reaksi.

Kok reaksi pembakaran butuh percikan api?

Semua reaksi ada energi aktifasi, percikan api hanya dibutuhkan di awal saja untuk memicu. Selanjutnya, proses pembakaran akan terus berlangsung dengan sendirinya tanpa perlu korek lagi.

Sebagai tambahan (maaf mungkin agak tidak relevan)

Dalam buku yang sebagian besar dari kita sudah baca, The collapse of the theory of evolution, karya Harun Yahya, hukum termodinamika membantah teori evolusi. Tidak mungkin sesutu di alam ini bila berlangsung dengan sendirinya menuju kesempurnaan atau keteraturan. Untuk membentuk sesuatu yang teratur dan sempurna bukan hanya dibutuhkan energi tapi juga kecerdasan proses. Butiran pasir untuk bisa membentuk paduan tumpukan yang kuat  maka harus butuh energi untuk menumpuk pasir itu. Energi bisa dari energi dari arus laut, tapi tidak mungkin energi tadi membentuk istana pasir. Begitulah, walaupun di perlukan energi namun di butuhkan campur tangan cerdas dalam proses penciptaan.  Penganut faham materialsime yang menganut faham bahwa alam semesta ini tetap, sudah pasti di bantah oleh hukum termodinamika karena sudah pasti alam ini menuju ketidak aturan alias ada akhirnya.

Itulah hukum Allah yang tidak ada pertentangan satu sama lain. Tidak ada pertentangan antara hukum alam (science) dengan hukum-hukum islam

2 Responses

  1. Apabila proses dibalik, yaitu dari kondisi yang tidak teratur menjadi kondisi yang lebih teratur maka proses itu tidak akan terjadi dengan sendirinya (tidak akan spontan), namun proses ini dapat terjadi apabila mendapatkan energi dari luar.
    Begitulah proses yang menuju keteraturan harus membutuhkan energi dari luar.

    Dalam buku yang sebagian besar dari kita sudah baca, The collapse of the theory of evolution, karya Harun Yahya, hukum termodinamika membantah teori evolusi. Tidak mungkin sesuatu di alam ini bila berlangsung dengan sendirinya menuju kesempurnaan atau keteraturan.

    Hallo Mas Toni anda kurang konsisten dengan pendapat anda sendiri. Hukum Teori Evolusi itu tidak salah karena kita hanya membahas energi dari luar yang berasal dari makluk hidup ( manusia dan atau binatang atau makluk hidup yang lain ). Ada yang terlupa dalam bahasan tersebut yang tidak disebut yaitu ENERGI ILAHI. Jadi energi Ilahi itulah yang merupakan energi dari luar yang menyebabkan adanya teori evolusi.
    Salam……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: