Budaya SUAP salah Orang Jawa??

Usut punya usut, setelah saya mikir methentheng…
ternyata Budaya Suap salah satunya merupakan kesalahan budaya Jawa
(mungkin ini salah satu alasan kenapa Anggodo waktu nelpon nyuap pol*** dan jak** pake Bahasa Jawa):

1. Sejak lahir ceprot sampai anak-anak, kalo makan Bapak Ibu kita selalu saja meNYUAPi kita!

2. Udah gedhe, bisa makan sendiri terus nikah..eee….pas acara mantenan masih aja saya disuruh NYUAPin isteri saya!

3. Udah nikaaah, kalo Ngantuk jadi kebiasaan mulut selalu terbuka me-Nyuap! uaaaaaah..nguaaantuk!

5 Responses

  1. Menyuap itu kalau di Jawa adalah hak. buktinya kalau nyuapin bayi pasti sambil bilang hak…hak…hak…

    • He…he..he.bener mas, setuju🙂
      Kalo Bayi minta Suap adalah Hak, maka Bayi minta Buang Air adalah Hek. Contoh kalo pas kebelet Bayi bilang “Buk…Hek-Hek!!”🙂

  2. Air panas juga gampang men suap

  3. Suap dan menerima suap berlatar belakang budaya Asia pada umumnya, hasil peninggalan feodalisme. Seorang Raja / Bangsawan berkuasa jika dia menerima sesuatu dari Pejabat dibawahnya ataupun masyarakat dengan Strata dibawahnya, jadi pemberian adalah bentuk dari rasa takluk dan legitimasi kekuasaannya. Meskipun kita sudah modern tapi pola pikir masih dipengaruhi oleh latar belakang budaya masing-masing. Pemberian dalam wujud pengakuan atas kekuasaan menjadi kelemahan masyarakat strata dibawah feodal (bangsawan) dalam pengejawantahannya menjadi keunggulan untuk menaklukkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: