Hati-Hati BAHASA TUBUH-ku bisa berkata Sombong!

aroganJangan sombong, Jangan Sombong, Jangan sekali-kali Sombong!!!

Karena Alloh yang Maha Tahu paling benci dengan Sombong, karena kesombongan hanyalah hak dan pakaian Alloh, karena sebenarnya kita makhluk yang sangaaat lemah dan penuh dengan kenistaan dan kelemahan, karena setiap takdir yang ada hanyalah karena Alloh ridlo hukum alamnya berjalan (bahkan bisa jadi Alloh menggerakkan anomali hukum alam khusus untuk kita saat itu), dan karena MANUSIA-pun bisa membaca & sangat benci dengan kesombongan.

Sombong biasa diucapkan dengan LISAN, tetapi sering juga diungkapkan dengan BAHASA TUBUH, dan yang juga patut diwaspadai adalah desiran sombong di HATI. Alloh mencatat setiap amal dan gerakan hati; dan manusia BERSIKAP & MEMBANGUN PERSEPSI dari Interaksi Komunikasi dengan kita.

Hati-Hati!!!

Sombong dengan Lisan: saat dengan sengaja saya mengungkapkan kebaikan-kebaikan saya, kelebihan-kelebihan saya, prestasi-prestasi saya, hal-hal yang menurut saya harus membuat orang lain menghormati saya atau lebih buruk lagi untuk merendahkan orang lain, semata-mata saya lakukan untuk pamer. Selalu tanyakan sebelum mengungkapkan: “untuk apa saya mengatakan ini?”….pastikan alasan kita kuat dan bukan hanya sekedar pamer.

Contoh sombong: saya cerita kalo saya PhD kepada tetangga saya yang tukang becak…..buat apa mereka tahu saya PhD? tetapi bercerita bahwa saya PhD dan bidang saya Adopsi Teknologi di Forum Akademik atau kepada rekan kerja adalah hal yang baik untuk membuka komunikasi dan menantang posisi profesionalisme kita.

Sombong dengan Bahasa Tubuh:

Saat saya melihat seorang student Aus-Aids baru (entah dari negara mana, meski bahasa English nya nggak bagus) tetapi bahasa tubuhnya sangat sombong:

– Tidak mau menatap saya apalagi tersenyum

– Sok tahu dengan kaki dilipat didepan dan tangan memegang kaki

– Cara pandang

– Aktif ngomong ngasih tahu

Entah waktu itu, tiba-tiba semacam Alloh menunjukkan ke saya “gini lho Ton bahasa tubuh yang berkata sombong! hati-hatilah, mungkin selama ini kamu nggak nyadari!”

Tiba-tiba………..saya jadi ingat ketika saya datang untuk kali ke dua di Adelaide, berkali-kali saya cerita ke semua orang bahwa saya bukan orang baru, bahwa saya banyak pengalaman, bahkan mungkin saya sering ngasih tahu orang dan banyak omong. Heeeh…Astaghfirrulloooh, saya jadi tahu mengapa ada tatapan beberapa orang yang tidak suka kepada saya waktu itu. H…Alhamdulillaah Alloh Engkau menasehati hamba.

———————————–

Jika Saya Orang Baru???

Di mana aja, nggak perduli di Western atau di Asia, jika saya orang baru. Meski saya sudah punya pengalaman panjang, meski saya sudah memiliki prestasi panjang, meski saya sudah memiliki banyak kenalan, selalu ingat, ingat, ingat!!!:

1.  JANGAN SOMBONG & MENGGURUI orang lain!

—> Lebih BANYAKlah MENDENGAR, TERSENYUM & BERTANYA dari pada berbicara! karena mendengar lebih banyak membaca orang, situasi dan ilmu, sedang berbicara lebih sering “menelanjangi” diri bahkan seringkali menjadi “harimau” diri kita sendiri. Mendengar = Menghargai (yang dilangitpun insyaAlloh akan menghargai kita).

Mendengar, Bertanya, & Menghargai/Memuji adalah bentuk Kerendahan Hati (yang insyaAlloh akan memanggil Ridlo Alloh kepada kita).

Banyak bertanya dan mendengar akan lebih bisa menjaga aib-aib dan kelemahan kita, serta mencegah kita dari sombong.

2. AKTIFlah! Persiapkan Diri & Tingkatkan Diri setiap saat! Buktikan dengan IDE YANG BEDA, REFERENSI yang KUAT, PENJELASAN yang SISTEMATIS, & Penyampaian yang meyakinkan dan deskriptif!

3. Jadikan setiap Lingkungan Baru hanya sebagai salah satu lingkungan berkarya kita, bukan satu-satunya harapan hidup kita. Selalulah THINKING BEYOND THE PLATE! ini bukan masalah makan (uang)..ini masalah karya dan manfaat untuk BANGSA dan DUNIA!!! … Berpikirlah DUNIA..DUNIA..DUNIA! bukan hanya se-scope instansi apalagi department.

Contoh: Menulis dan mempublish Buku Internasional (English)!!! bukan hanya Nasional (Bahasa Indonesia). Namun juga jangan merendahkan jika instansi meminta membuat diktat –> selalu Keep using “Bilyard technics“!

Carilah referensi perbandingan dengan Universitas Dunia, bukan hanya Asia apalagi hanya lingkup Indonesia.

Jagalah dan latih terus terus skill English, karena itu yang bisa menjaga semangat, visi, dan mental internasional saya!

4. Pelajari Lingkunganmu, tandai mana “channel POSITIF” mana “channel NEGATIVE”? Berinteraksilah dengan semua orang, namun batasi banget berkeluh kesah atau banyak berinteraksi dengan orang dengan “Channel NEGATIVE”, leburkan dirimu dengan orang “Channel POSITIVE”!

Jika terpaksa harus berdebat dengan orang “Channel NEGATIVE” dan dia penginnya kita ngikut channel-nya, sudahi dengan tersenyum aja, pergi, dan katakan “Selama masih ada waktu dan kesehatan, selalu ada harapan untuk lebih baik! insyaAlloh! Indonesia saja bisa lebih baik kok apalagi scope kecil kita!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: