”Setiap Muncul Gagasan, Tulis Saja…”

writingbook1Jujur..salah satu mimpi saya yang mungkin belum tercapai adalah jadi Penulis. Rasanya bagi saya antara rencana dan implementasi menulis masih jauh dari harapan. Sering rencana tinggal rencana tanpa pernah ada realisasi. Ide demi ide judul tulisan terus aku catat tanpa kepastian kapan saya pasti menulisnya.

Alhamdulillaah hari ini ada nasehat buat saya yang mudah2an bisa membantu saya pelan-pelan menuju amal jariyah menulis. Kebiasaan yang harus saya mulai saat ini: “Setiap muncul gagasan, tulis saja!!! tanpa perduli mau jadi apa tulisan ini nanti…” Percayalah tiba saatnya nanti kumpulan gagasan itu satu demi satu akan layak menjadi sebuah buku.

(SuaraMerdeka.com. 03 Juni 2009) NAMANYA pendek saja, Munawir Aziz. Tapi, dalam soal produktivitas menulis, dia memiliki rekam jejak cukup panjang. Setidaknya, hampir setiap pekan tulisannya wara-wiri di sejumlah media, mulai artikel, esai, kolom, hingga puisi. Di kalangan penulis muda, mahasiswa semester akhir STAIN Kudus itu terbilang cukup ”harum” namanya. Produktivitasnya sebagai penulis itu pula yang membuatnya cukup laris menjadi pembicara atau pemantik diskusi tentang kepenulisan, khususnya di kalangan mahasiswa.

Menulis merupakan keterampilan yang hanya bisa dicapai melalui proses. Semakin sering menulis, semakin bagus pula tulisan yang kita buat,” kata Munawir di hadapan para mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes, Selasa kemarin. Pagi itu, Munawir didapuk menjadi narasumber pada perkuliahan Jurnalistik. Oleh dosen pengampu mata kuliah tersebut, dia diberi kesempatan untuk menyampaikan kiatnya dalam menulis dan menembus media massa. Selain para mahasiswa pengikut mata kuliah Jurnalistik, sejumlah pegiat pers mahasiswa dari Badan Pers dan Penerbitan (BP2M) Unnes juga terlihat hadir. Mereka sengaja datang setelah memperoleh kabar bahwa Munawir mampir ke Unnes dan mengisi perkuliahan Jurnalistik. ”Bagaimana bisa menghasilkan tulisan. Setiap kali muncul gagasan, apa pun itu, segera tulis saja. Jangan pusingkan akan jadi apa tulisan itu…,” katanya. Atasi Kebuntuan Di hadapan para mahasiswa, penulis asal Desa Kadilangu, Trangkil, Pati, itu juga mengaku acapkali mengalami kebuntuan dalam menuangkan gagasan seperti para penulis muda lainnya. Kalau itu terjadi, kata dia, lebih baik tidak memaksakan diri untuk melanjutkan menulis. ”Tinggalkan saja sejenak, misalnya untuk sekadar jalan-jalan. Setelah pikiran kembali fresh, tulisan bisa kembali dilanjutkan,” kata pegiat Lembaga Kajian Alhikmah, Pati tersebut.

Munawir juga membeberkan kiat-kiatnya dalam menembus media massa. Salah satunya, rajin mengirim tulisan tanpa peduli segera dimuat atau tidak. ”Kalau perlu, sekali kirim langsung sepuluh tulisan yang berbeda. Saya yakin, redaktur akan memperhatikan dan salah satunya akan dimuat,” provokasinya. (Achiar M Permana-45)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: