FAHAM! jauh lebih penting daripada bisa

boyAllohu Akbar! Sungguh kecerdasan hanyalah milik Alloh-sang Pencipta alam semesta.
Berita di bawah ini kembali membuka hikmah bagi saya, bahwa FAHAM jauuuh lebih penting daripada bisa mengerjakan!
Hikmah dibawah ini menunjukkan, ‘pemahaman’ akan mampu menjawab persoalan sekompleks apapun dibandingkan sekedar ketrampilan. Tidak perduli berapa usiamu atau belum bisa berbahasa English sempurna, cobalah untuk meMAHAMi segala sesuatu bukan sekedar mengerjakan atau sekedar menghafal.
Alhamdulillaaah, ayo FAHAMi! FAHAMi! FAHAMi! MENGERTi!!
“Kemampuan siswa tidak dibentuk dengan cara hanya menghapal rumus atau menghitung yang tampak rumit dan menyulitkan, tetapi melalui pemahaman materi lewat kemampuan bahasanya dan nalarnya” (Kompas, 20 Mei 2009)
—————————————–
Sabtu, 30 Mei 2009 | 20:10 WIB

STOCKHOLM, KOMPAS.com – Seorang pendatang Irak yang berusia 16 tahun dan menetap di Swedia telah memecahkan teka-taki matematika. Padahal para ahli telah dibuat pusing selama 300 tahun, demikian laporan media Swedia, Kamis (28/5).

Hanya dalam waktu empat bulan, Mohamed Attoumaimi telah menemukan satu rumus yang menjelaskan dan menyederhanakan apa yang disebut kumpulan nomor Bernoulli, rangkaian hitungan yang diberi nama ahli matematika Swiss Abad XVII, Jacob Bernoulli, demikian laporan surat kabar Dagens Nyheter.

Mohamed, yang datang ke Swedia enam tahun lalu, mengatakan pada guru di sekolah menengah di Falun, Swedia tengah, mulanya tidak yakin dengan pekerjaannya. “Ketika pertama kali saya memperlihatkan itu kepada semua guru saya, tak seorang pun berpendapat rumus yang telah saya tulis benar-benar berhasil,” kata Mohamed kepada harian Falu Kuriren.

Ia kemudian menghubungi para profesor di Uppsala University, salah satu lembaga pendidikan kenamaan di Swedia, untuk meminta mereka memeriksa hasil pekerjaannya.

Setelah mengubrak-abrik buku catatannya, para profesor tersebut mendapati pekerjaan Mohamed terbukti benar dan menawarkan dia tempat di Uppsala.

Tetapi untuk sekarang, Mohamed memusatkan perhatian pada pelajaran sekolahnya dan berencana mengikuti pelajaran musim panas dalam bidang fisika dan matematik tingkat tinggi tahun ini. “Saya ingin menjadi peneliti dalam bidang fisika atau matematik; saya benar-benar menyukai kedua bidang itu. Tetapi saya harus meningkatkan kemampuan di bidang Bahasa Inggris dan ilmu sosial,” katanya kepada Falu Kuriren.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: