Simbah ini aja bisa!?

lipiWaktu membaca berita di bawah ini, sedikit saya terpana. Mbah Parman…seorang pensiunan guru Matematika SD, 72 tahun lagi..kok bisa dapat 3 penghargaan nasional??

Rasanya masih melekat dalam memori saya. Sebelum saya berangkat ke Saudi dan Australia, keluarga kami masih sempet ngontrak di Mino Martani Jogja. Masih inget dalam memori saya, Mbah Parman adalah tetangga kontrakan saya. Beliau yang rutin sholat di mushola kecil di jalan buntu depan kontrakan saya. Masih lekat dalam memori saya, Mbah Parman meminta bantuan saya memperbaiki komputer anaknya yang rusak terkena virus. Dan masih jelas dalam ingatan saya, betapa dalam setiap kesempatan yang ada beliau selalu berusaha “mempromosikan” temuannya: metode perhitungan hari Jawa, Masehi dan Arab dengan manual kertas. Beberapa kali dia tunjukkan ke saya, sekali dia ‘presentasi’kan di acara pertemuan Bapak2 RW, dan dengan rajinnya di copy dan jelaskan ‘penemuan’nya ke setiap orang yang ada. Jujur, saat pertama kali beliau menunjukkan ‘penemuan’ dia, sedikit ‘merendah’kan saya berkata “Nuwun sewu Pak..kalo untuk menghitung kalender seperti itu pake program komputer dari dulu sudah ada”. Herannya, Mbah Parman masih keukeh bahwa itu penemuan yang luar biasa. Bahkan suatu ketika, sedikit ‘memaksa’ dia ingin menunjukkan kesalahan yang dibuat program komputer Calender dibandingkan keakuratan perhitungan manual dia. Masih, saat itu saya nggak perduli.

Kini, rasanya 1,5 tahun sudah saya berpamitan pindahan dari kontrakan saya…takjub saya membaca berita ternyata sesuatu yang dia katakan sebagai sebuah ‘penemuan’ ternyata benar-benar sebuah INOVASI, sesuatu yang bagi saya saat itu bukanlah apa-apa ternyata sebenarnya adalah sesuatu yang BERHARGA dalam penilaian Lembaga Nasional setingkat PUSBUK, LIPI, bahkan MURI!!! Bukan cuman 1 perhargaan yang dia peroleh, bahkan 3 perhargaan yang dia peroleh! Lebih hebat lagi, sejak awal dia bercerita dan kini dia telah membuktikan: telah memPATENkan penemuannya! (Hebat, saya pun sering nggak PD buat mempatenkan ide saya)

Mbah Parman…seorang SIMBAH, seorang tua 72 tahun ‘hanya’ (maaf) pensiunan guru matematika SD, tinggal di rumah kecil di jalan buntu di perumnas Jogja namun selalu tekun menjaga kebugaran otaknya dengan selalu memikirkan hal-hal matematis, selalu menjaga kebugaran fisiknya dengan selalu sholat…selalu yakin dan percaya atas apa yang dia tekuni..finally, Alloh menunjukkan kuasa dan janjiNya: siapapun nggak perduli dia miskin, nggak perduli dia berpendidikan rendah, nggak perduli dia sudah tua, nggak perduli semua lingkungan di sekitarnya meremehkan bahkan nggak mengerti apa yang dilakukannya, namun jikalau kita TEKUN, meYAKINi dan menDALAMi keahlian kita, selalu me’MARKETING’ penemuan dan keahlian kita..percayalah ‘hukum alam’ RIZQI Alloh itu PASTI akan tiba!

Sebuah lagi Hikmah Alloh ungkapkan kepada saya, bukan lewat seseorang yang istimewa, namun tak disangka lewat mantan tetangga saya yang bahkan sudah sangat tua. PRESTASI adalah hak setiap manusia yang memang BerTEKAD dan BerUSAHA!!!

berikut liputan beritanya:

**********************

DAPAT PENGHARGAAN DARI PUSBUK DEPDIKNAS DAN LIPI; Pensiunan Guru SD Pencipta Kalender Abadi
15/05/2009 08:34:26 YOGYA (KR) – Betapa gembira hatinya tidak terkirakan, menjelang hari ulang tahunnya (Ultah) ke 72 tanggal 5 Mei 2009 kemarin Parman Subekti BA seorang kakek pensiunan guru SD tersebut pada tanggal 21 April 2009 mendapat piagam penghargaan dari Pusat Perbukuan (Pusbuk) Depdiknas sebagai peserta sayembara penulis buku tahun 2008. Selang tiga hari kemudian, tepatnya tanggal 24 April 2009 kembali mendapat piagam penghargaan dari LIPI Jakarta. Semua itu diberikan, atas keberhasilannya menciptakan kalender rekayasa abadi dari tahun 01-00 M dan dari tahun 01-00 Hijriyah/ Jawa secara manual dari kertas.
“Harapan saya hasil penemuan tersebut bisa dikembangkan dan dapat segera di sosialisasikan kepada masyarakat, melalui lembaga-lembaga yang berkompeten,” ujarnya Kamis (14/5).
Parman Subekti yang tinggal di Jalan Tongkol 10/02 Perum Minomartani, Ngaglik, Sleman terakhir sebagai Kepala Sekolah SD Adisucipto I di kompleks AURI Maguwo, Yogyakarta hingga memasuki masa pensiun.  Menurutnya, sebagai alat uji kalender tersebut adalah kalender elektronik (Software Kalender) dari 1 Januari tahun 100-31 Desember tahun 65. 535 M.
Melalui Kalender Abadi ini, masyarakat yang memerlukan dapat menentukan hari pada tanggal tertentu dalam tahun-tahun yang lalu, maupun di masa datang.
Kalender Abadi karyanya, lengkap memuat hari, pasaran, tanggal, bulan dan tahun (Masehi, Hijriyah atau Jawa).  “Meski secara manual, mampu mencari tanggal, hari, pasaran dan sebagainya  seseorang beberapa waktu lampau atau di masa datang,” ujarnya bangga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: