Sebuah Mekanisme “Aneh” dalam belajar Bahasa & Skills

touristCukup lama perasaan penasaran ini saya pendam. Kembali saya mau ngobrolin tentang kemampuan berbahasa asing, terutama English.

Just based on my experience, kemampuan berbahasa (bahkan bisa jadi kemampuan2 lainnya) mempunyai mekanisme  tingkatan2 yang harus kita lalui. Yang saya maksudkan adalah: saya 100% NGGAK PERCAYA kalo ada sebuah program yang menawarkan lompatan kemampuan, misal “Program 10 jam Advance English”, “10 jam Lancar Berbahasa English”, “30 jam Talking English like Native Speaker”…Wuaduh bohong tuch semua!

Mungkin karena intelejensi saya dalam kemampuan berbahasa rendah, tapi saya  yakin ada level-level yang harus kita “tembus” untuk mencapai kemampuan lebih baik, dan biasanya menembus  setiap level  butuh  waktu, proses, dan ikhtiar keras. Sebagai contoh: dalam pengalaman saya, pernah saya muter2 terus dengan TOEFL dibawah 475…sekeras apapun saya berusaha, sesering apapun tes TOEFL saya ikuti rasanya saya “mentok” di score 475. Then…one time begitu saya berhasil “menembus” score diatas 480 then finally semales apapun saya belajar Alhamdulillaah score saya selalu nyangkut di antara 475 nyampe 500. Begitu seterusnya untuk level 500-525, 525-550, di atas 550….Wuah pokoknya sampe stress dech! sering kali saya hampir putus asa, meyakinkan diri bahwa saya emang guoblok berbahasa, tapi alhamdulillah rahmat tekad dan semangat Alloh berikan selalu ke saya.

Kini hampir 3 tahun episode uji coba English conversation dengan asli Western/English neighbourhood…lagi stress berkali2 saya alami, malu, khawatir, seneng, minder, excited semua perasaan datang silih berganti…apapun cara saya lakukan untuk meningkatkan “survive skills” saya dalam berbahasa English: dari mulai download dan ndengerin BBC, niruin dan nyatet setiap kalimat khas Ausies, sampai berteman dengan orang2 Ausies..bahkan anakku Mulia yang pronounciationnya lebih bagus daripada saya:) saya jadiin sebagai partner ngobrol English almost every day :))

Yach..sampai sekarang English is still a problem of mine🙂 again, maybe saya nggak cerdas dalam berbahasa, tapi beberapa temen Asian dan Ausies sering bilang “your English is  perfect!”..mboh temenan ora?!…lha wong pronounciation saya masih ‘njawa’ banget :)) ….and frankly sering saya stress terutama kalo kudu ngobrol and berdebat dalam English dalam waktu yang lama misal lebih dari 1 jam non stop…masih sering saya kehabisan vocabularly. Hasilnya kata-kata yang keluar ya itu2 aja🙂

Mbohlah…kadang saya lelah penginnya ngomong Jawa atau Indonesia aja! tapi lha kok kesempatan dan tawaran internasional (alhamdulillaah) terus datang aja..yach, mau nggak mau ya mesti keep fighting terus ama nih Bahasa! .. InsyaAlloh lah maybe yang saya butuhkan media berlatih English yang lebih relax, nggak musti harus belajar dengan stressfull kaya’ di kelas atau meeting.

Memang sering sekarang saya ngomong English automatic aja … nggak mikirin ini hal yang istimewa lagi..hanya saya sadar, terutama Vocabularly saya, mustinya selalu saya tambah dan tambah, khususnya jika saya pengin pinter meyakinkan orang lain in English. Bahkan udah beberapa kali temen Ausies or Japan asking me telling some Jokes in English..mati aku! belum punya mental dan bahan buat nglawak in English! yach..insyaAlloh dech, mudah2an seiring berjalannya waktu kemampuan berbahasa saya semakin baik..insyaAlloh, bismillaahirrohmaanirrohiim

4 Responses

  1. pak Tony..
    tanya: Tips (teknik/cara belajar) nya bpk gimana supaya bs lebih cepat naikin skor TOEFL?
    kadang saya pikir mungkin kemampuan saya hanya sebatas itu (skor < 450).. hampir putus asa juga belajar nya pak…🙂
    thanks

  2. Hi Rik!..yach begitulah ceritanya, kaya’nya mekanismenya wajar dech kalo mau “naik level”🙂 but yang udah saya buktiin kalo hanya untuk “sekedar” naikkin skor TOEFL (sekali lagi cuman skor TOEFL ya nggak kemampuan alamiah English kita) cara belajar paling efektif adalah latihan soal TOEFL dari buku TOEFL standar (itu lho..bukunya yg tebel gedhe..lupa aku judulnya)🙂 pokoknya sering latihan dan “nandai” kuncinya kaya’ UMPTN dulu :))

  3. mas, menurut pengamatan anda ada kaitannya ndak antara skor TOEFL (dan TOEFL-like) dengan kemampuan bahasa inggris yang sesungguhnya?
    soalnya saya baru dua kali ikut TOEFL-like, yang pertama tahun 2005 dan yang kedua baru-baru ini, dan hasilnya alhamdulillah cukup tinggi walaupun nggak belajar.
    tapi kok ya kalo disuruh ngomong in english mati kutu saya, kalo nulis masih agak mending lah, bisa edit sana-sini.
    atau memang skor TOEFL itu sebenernya hanya menunjukkan kemampuan pasif dalam berbahasa inggris ya?

  4. Halo mas Wirasto salam kenal…tergantung tes TOEFL nya mas? karena kebanyakan di Indonesia tes TOEFL hanya paper-based maka biasanya yang terukur hanyalah kemampuan pasif bahasa English, seandainya tesnya juga Speaking maka score TOEFL akan menunjukkan kemampuan Active ENglish juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: