Mengapa Orang Lain turut campur?

Sering kita menemui, (diminta maupun tidak diminta) orang lain turut campur dalam urusan kita, misalnya mertua atau orang tua turut campur keputusan sekolah anak kita, saudara turut campur masalah keluarga kita, teman turut campur masalah pribadi kita, tetangga turut campur masalah keluarga kita.

Disadari ataupun tidak, tindakan mereka adalah karena kita membuka pintu masuk “turut campur” buat mereka. Sebagai contoh: kita sering berkeluh kesah kepada mereka, selalu rutin meminta pertolongan, bersikap lemah dan ‘minta dikasihani’, tidak tegas menunjukkan otoritas kita, tidak menghargai diri sendiri, dll.

Kuncinya adalah:

“Anda harus menjadikan diri Anda sendiri bertanggung jawab atas kualitas kehidupan Anda, karena bila tidak – orang lain yang akan menentukan nasib Anda!”. Dan bila Anda menemukan diri Anda sedang mengeluhkan kehidupan ini, maka terimalah itu sebagai tanda bahwa Anda sedang hidup dalam sebuah nasib yang ditentukan – dan bahkan mungkin lebih buruk lagi – dikuasai oleh orang lain. (Mario Teguh)

Maka, beranikanlah diri Anda untuk mengubah yang bisa Anda ubah sekarang.
Untuk mencapai keberhasilan, kita membutuhkan lebih dari sekedar niat baik dan cita-cita yang tinggi. Kita harus menindak-lanjuti niat baik dan cita-cita kita dengan kerja keras.  Itu berarti bahwa semakin cepat Anda memulai, semakin keras Anda bekerja, dan semakin penting nilai dari yang Anda selesaikan bagi orang lain – semakin cepat juga Anda mencapai kepantasan untuk hidup dalam kualitas yang Anda idamkan.

Jadi…

1. Jangan berkeluh kesah ke orang lain (termasuk ke orang tua, mertua, teman, dll), selain kepada pasangan kita (karena dialah belahan jiwa dan tim work hidup kita).

2. Selalu banyak bersyukur dan hamdalah.

3. Tegas dalam otoritas, jangan biarkan orang lain mencampuri urusan, kewenangan, dan keputusan kita.

4. Mandirilah! Jangan banyak meminta pertolongan (termasuk kepada orang tua, mertua atau saudara). Orang yang merdeka adalah orang yang Tidak Punya Hutang dan Tidak Punya Beban Mental kepada orang lain.

5. Buktikan dengan perbuatan dan karya, tidak perlu banyak kata-kata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: