Sistem Komplain Online

(Detik.com 25 Feb 2009) Untuk mengawasi kinerja instasi pelayanan publik di daerah-daerah, KPK akan terapkan sistem komplain on line. Dengan sistem tersebut masyarakat dapat menyampaikan langsung keluhannya terhadap pelayanan publik yang ada di daerahnya.

Hal tersebut dinyatakan oleh Kepala Deputi bidang Pencegahan Korupsi KPK kepada detikbandung, Selasa (24/2/2009). “Kalau aduan SMS kan kurang baik*1), tapi dengan sistem komputer diharapkan lebih tertata lagi,” kata Eko.

Lebih lanjut Eko mengatakan, jika dengan sistem pengaduan SMS dikhawatirkan tidak menjamin kerahasiaan pengguna layanan publik*2) yang mengeluhkan pelayanan yang diterimanya.

Nanti sistem tersebut akan dihubungkan dengan KPK, Menpan, dan kepala-kepala daerah untuk memantau kinerja instansi layanan publik dari feedback masyarakat,” *3)jelas Eko.

Kalau pake sms harus didisplay atau diprint out dari providernya dan ada no teleponnya, orangkan takut juga tuh*2),” sambung Eko.

Disinggung apakah Bandung akan menjadi pilot project untuk sistem yang akan diterapkan tersebut, Eko enggan menyebutkannya. “Ya pentingkan di desain dulu dan bertahap,” jawab Eko.

Sementara itu, pertemuan selanjutnya akan dilakukan pada Bulan Mei 2009 mendatang. “Nanti kita akan evaluasi 5 perubahan yang diharapkan dari instansi layanan publik,” pungkas Eko.

———————————————————————

Pendapat saya (sebagai ‘Pecinta SMS’):

*1) Sistem Komplain dengan SMS lebih mempermudah pengguna layanan publik untuk komplain bahkan dengan bukti Photo (jika dikirim dengan MMS) dan realtime (pada saat kejadian-pengguna bener2 complain pas lagi emosi)…bayangkan jika dengan sistem online PC, seringkali orang udah males pergi ke Warnet atau koneksi Internet untuk sekedar komplain.

Bahkan data SMS jauh lebih mudah untuk di analisis dengan statistik, misal semua komplain yang masuk kemudian diolah: komplain per-departemen, komplain per-urusan, dll. Kemudian ditindak lanjuti.

*2) Kerahasiaan adalah tergantung Itikad Pemerintah. Contoh: pemerintah Filiphina berani menjamin pelapor via SMS. Mau pake email, SMS atau apa aja jika pemerintah masih memperlakukan Pelapor sebagai kandidat Tersangka, nggak bakalan ada yang melapor.

*3) Dari analisis saya dalam kasus2 komplain ke pemerintah di negara-negara berkembang, permasalahan utama adalah “Tindak Lanjut”. Jadi bukan pada ke mana komplain itu akan diteruskan tetapi transparansi dan informasi kepada si Pelapor bahwa komplainnya sudah diterima dan diberikan tindak lanjut seperti apa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: