Mark Zuckerberg: FACEBOOK

facebookInsyaAlloh, saya yakin kita “pasti” dapat membangun KEMANFAATAN BESAR jika kita selalu bersedia membaca & belajar dari “Orang-Orang BESAR”, mempelajari Ilmunya, Bertekad dan Tekun Mewujudkannya. Bismillaah, berikut Hikmah hidup Penemu dan Pengembang FACEBOOK, masih sangat muda (25 tahun), pandai, dan sangat kaya.

Salah satu Hikmah Penting bagi saya:

Mark Zuckerberg yang jenius komputer berhasil menemukan dan mengembangkan FACEBOOK yang diterima hampir setiap pengguna Internet (baca: manusia) karena dia mempelajari dan memahami satu saja karakteristik dominan manusia: “Makhluk Sosial”.  Keberhasilan sebuah ide teknologi TIDAK HARUS muncul saat belajar/kuliah di Jurusan Komputer, Mark Zuckerberg malahan membuktikan ide BESAR IT muncul dari mempelajari karakteristik penggunanya (Psikologi)!

————————————————————————-

(Source: TEMPO Interaktif,Kamis, 05 Februari 2009)

Mark Zuckerberg, yang tepat lima tahun lalu meluncurkan Facebook, dikenal jenius komputer sejak SMP. Pemuda 25 tahun ini mengendalikan Facebook dengan cerita kontroversi mulai dari ide pembuatan sampai cara mengendalikan komputer.

Situs Facebook ini sekarang memiliki 150 juta pengguna di seluruh dunia dan membuat penciptanya yang kuliahpun tidak lulus, Mark Zuckerberg, menjadi orang terkaya ke-321 di dunia.

Pada dasarnya Zuckerberg itu sudah dikenal jenius. Di SMA, ia masuk tim matematika sekolah, tim Olimpiade iptek, kelompok musik, grup penggemar bahasa Latin, sampai–yang paling ia kuasai–bermain anggar. Pada 2000, ia bahkan tercatat sebagai pemain terbaik saat kejuaraan anggar wilayah New York.

Tapi yang benar-benar diakui adalah jagonya menyusun program untuk Internet sehingga dua raksasa teknologi informasi Amerika Serikat, AOL dan Microsoft, pernah berusaha merekrut saat ia belum kuliah.

Pacarannya dengan komputer dimulai saat ia mendapat hadiah komputer dari ayahnya pada kelas 6. Segera saja bocah kelahiran 14 Mei 1984 itu membeli buku tentang membuat program komputer paling dasar: “C++ for Dummies”

Ayahnya ini dokter gigi di White Plains, New York. Ayahnya memasukkannya di sekolah negeri sampai lulus SMP. Baru di SMA, ayahnya mengirim ke sekolah asrama swasta mahal Phillips Exeter Academy.

Di kelas tiga SMP, ia menciptakan versi komputer permainan papan Risk yang berlatar belakang Kekaisaran Romawi. Di SMA, ia makin terkenal pakar komputer.

“Mereka itu murid paling jago komputer di sekolah,” kata Kristopher Tillery, teman sekelas yang membuat situs dengan Zuckerberg. Situs itu memungkinkan murid Exeter membeli makanan kecil via Internet.

Zuckerberg dan teman sekamar di asrama, Adam D’Angelo, menulis program pemutar MP3 bernama Synapse. Program ini bisa melacak kegemaran para pemutarnya dan tercium dua raksasa teknologi informasi, Microsoft dan AOL. Dua perusahaan ini tidak hanya berusaha membeli programnya, tapi juga merekrut mereka berdua.

Tapi keduanya menolak. Zuckerberg memilih jadi “anak biasa” dan kuliah di Harvard dengan jurusan yang jauh dari dunia komputer: psikologi (meski ia juga mengambil kuliah-kuliah komputer).

Zuckerberg menciptakan Facebook saat ia menjadi mahasiswa psikologi di Universitas Harvard. Meski kuliah di jurusan psikologi, Zuckerberg ini jago membuat program komputer untuk bersenang-senang saja.

Mungkin karena latar belakang jurusan psikologi, ia gemar membuat situs sosial. Program itu, antara lain, Coursematch untuk melihat para mahasiswa bisa melihat mata kuliah yan diambil teman. Ia juga menciptakan Facemash, yang memungkinkan para pengguna mengukur daya tarik orang lain.

Sejak itu, Zuckerberg masuk ke wilayah yang kemudian menjadi salah satu andalan Facebook: mengintip. Orang bisa mengintip mata kuliah apa yang diambil orang lain.

Program ini lumayan populer tapi kemudian berantakan. Penyebabnya satu: Zuckerberg menjadikan laptopnya sebagai server sehingga tidak kuat dengan banyaknya orang yang menggunakannya.

Sebagai anak kuliah, Zuckerberg juga jatuh cinta tapi cintanya ini ditolak. Setelah bermabuk-mabukan untuk melupakan patah hati ini, ia kembali ke dunia komputer.

Ia membuat program kurang ajar yang meledek para teman-teman kuliah ceweknya di situs yang ia namai Facemash.com. Isinya sederhana: ia mencuri data teman-teman cewek sekelas, dipajang di Facemash, dan pengunjung bisa membandingkan dengan yang lain. Semula ia bahkan ingin membandingkan dengan binatang, tapi dibatalkan.

Situs ini menjadi top di Harvard. Dalam semalam, 450 mahasiswa Harvard mendaftar dan membuka 22 ribu halaman. Dalam beberapa jam, otoritas Harvard mencium ulah kurang ajar ini dan Zuckerberg diminta menutup situsnya.

Ide membuat Facebook ini sudah beredar cukup luas di Harvard. Sepuluh bulan sebelum Facebook diluncurkan, seorang mahasiswa keturunan India, Divya Narendra, sudah menggagas situs sosial bagi mahasiswa.

Zuckerberg ditawari mengerjakan situs ini dan bersedia. Belakangan ia malah membuat program sendiri–dan bernama Facebook–sehingga Narendra menuduh Zuckerberg mencuri gagasannya.

Zuckerberg membuat Facebook bersama Dustin Moskovitz, Chris Hughes, dan dengan dibantu dana Eduardo Saverin.

Nah, tepat lima tahun lalu, Zuckerberg, yang baru berusia 20 tahun, meluncurkan “the Facebook” khusus untuk mahasiswa Universitas Harvard. Nama itu mengikuti daftar yang mesti diisi mahasiswa dan staf baru Universitas Harvard.

Hanya dalam 24 jam setelah diluncurkan, 1.200 mahasiswa Harvard sudah menjadi anggota. Dalam sebulan, separuh warga Harvard menjadi anggota.

Keberhasilan ini membuat Zuckerberg membuka keanggotaan “the Facebook” untuk seluruh mahasiswa Boston lain, tidak hanya Harvard. Belakangan dibuka bagi mahasiswa Ivy League–kelompok delapan kampus paling top Amerika Serikat–dan kemudian seluruh mahasiswa di Amerika Serikat.

Nama “the Facebook” berubah menjadi Facebook.com setelah alamat ini dibeli Zuckerberg dengan harga US$200 ribu (Rp 2,3 miliar) mulai Agustus 2005.

Sebulan setelah namanya menjadi Facebook, anak SMA bisa menjadi anggota. Bulan berikutnya, Zuckerberg membuka akses “the Facebook” untuk siapapun asal usianya di atas 13 tahun sehingga beredar sampai Indonesia.

Situs ini gratis dan mendapat keuntungan dari iklan. Isinya juga terus dikembangkan, termasuk menerima program kecil, seperti Scrabble, dipasang di halaman Facebook.

Sejak tahun lalu, di seluruh dunia Facebook sudah mengalahkan MySpace sebagai situs sosial paling populer. Di Indonesia, pengguna situs sosial Friendster banyak yang berimigrasi ke Facebook.

Agak sulit menjelaskan mengapa Facebook bisa demikian terkenal sehingga sampai ada perusahaan memblok situs ini di server mereka dengan alasan karyawannya lebih memilik ber-Facebook daripada bekerja.

Yang jelas, pada pengguna cenderung menjadi seperti misionaris, mereka akan berkotbah hebatnya Facebook dan membujuk orang lain menggunakannya. Mereka akan membujuk temannya, tidak hanya via email, tapi langsung. Bahkan ada yang membuatkan rekening Facebook agar temannya bergabung.
Zuckerberg keluar dari Harvard gara-gara Sean Parker, salah satu pendiri Napster. Saat itu, Parker melihat pacarnya, yang kuliah di Stanford, dan teman-temannya penjadi pecandu Facebook. Parker mengajar Zuckerberg dan Saverin bertemu dan bercerita bagaimana mengumpulkan modal di Lembah Silikon, California.

Kurang dari sebulan, Parker sudah bertemu dengan para pendiri Facebook ini di Palo Alto, Lembah Silikon. Segera saja Parker mempertemukan mereka dengan para pemodal dan akhirnya menjadi sejarah.

Facebook sangat terkenal dan Mark Zuckerberg sangat kaya. Majalah Forbes menempatkannya pada urutan 321 orang terkaya dunia dengan harta diperkirakan US$ 1,5 miliar (Rp 17,4 triliun). Tapi ia masih tampil sangat berantakan, tidak berbeda dengan anak muda lainnya. Kemana-mana ia menggunakan jins, kaos, dan sandal. Dua ponsel, BlackBerry dan iPhone, selalu ditenteng.

Data Facebook
Diluncurkan: 6 Februari 2004
Pencipta: Mark Zuckerberg
Pengguna: 150 juta orang
Nama asli: The Facebook
Lalu lintas: 24 juta foto diunggah setiap hari
Rata-rata Jumlah Teman Peranggota: 120
Jumlah teman maksimal: 5.000
Aplikasi: 52 rib

13 Responses

  1. subhanallah…. sunguh luar biasa karunia allah.. hebat sekali, ya semoga aja kita2 bisa seperti Mark Zuckerberg yang bisa menciptakan program dengan keahliannya…🙂

  2. halo Riza..amiin, sukses terus belajarnya ya, salam buat temen2 IF

  3. allow pak tony… saya dulu mahasiswa bapak, angkatan if’01 sekarang jd pns di BKN banjaramasin

  4. bukankah setiap qt buka facebook, itu berarti kita menyumbang 3dolar untuk yahudi, dan itu dipakai untuk mendanai perang saat digaza…..

  5. hm…menarik Mas “crw90” atas Persepsinya…Alhamdulillaah, saya kebetulan sempet tinggal dan belajar di Arab, Jepang, dan Australia..beberapa hikmah penting dari pembelajaran yang saya lalui Mas:
    1. Setiap informasi harus dipastikan dahulu SUMBERnya? dan Metode Analisis Informasinya? baru bisa dipercaya atau sama sekali ditolak. Tanpa keterangan sumber & metode sebuah informasi masih dianggap Persepsi dan belum bisa dipercaya. Contoh dalam logika kasus ini karena Mark seorang keturunan Yahudi maka Mark pasti mendukung dana untuk Israel. Kedua, kebenaran 3 $ tiap kali membuka FB..wuaduh uang dari mana mas?
    2. saya berkesimpulan bahwa tidak setiap orang Arab itu “Islam” dan tidak setiap Yahudi itu “Yahudi”, sehingga menurut hemat saya default sikap saya adalah Positive Attitude.
    3. Saat ini ilmu pengetahuan sedang ditangan “Non-muslim”, sesuai nasehat Nabi jika perlu kita belajar sampai ke negeri Cina untuk memanfaatkan dan mempelajari teknologi serupa. Menurut saya, jika FB mampu kita manfaatkan misal untuk menggalang dana Panti Asuhan, menjaga silaturahmi, mempromosikan produk syariah, menyebar ilmu, dan hal Islami lainnya maka insyaAlloh kita malah melaksanakan Ibadah lebih bahkan memanfaatkan ‘produk lawan’ (jika kita melihatnya secara konfrontatif, tapi sekali lagi saya melihat setiap manusia adalah teman yang harus dapat kita pelajari ilmunya)..Suwun mas crw90 atas sharringnya

  6. halo Mas Sigit..Alhamdulillaah silturahminya nyambung lagi, selamat ya…matursuwun

  7. Betul Mas Tony… kapan orang uslim akan maju bila selalu berpikiran picik seperti itu. Kita bisa ambil sisi positifnya sj uttuk kemajuan teknologi yang dikembangkan umat islam. Klo seperti itu terus kapan umat muslim ini berhasil menguasai tenologi???

  8. ..ati2 juga penggunaannya ya…denger2 Mark Zuckerberg ini Yahudi ya.????

    • maas/mbaak khan sudah dibahas dan dijawab di komentar sebelumnya🙂 dari jaman rosul beliau tidak pernah sekalipun melarang umat muslim untuk berdagang atau berhati-hati menggunakan produk yahudi/nasrani selama pemanfaatannya bermanfaat untuk seluruh umat

  9. Hebat bgt mark zuckerberg, krn facebook sy bs ktmu dg teman2 lama yg sbelumnya sdh trptus komunikasi.

  10. hebaaTdd yaaa … siiP dec

  11. klo ngomongin teknologi jangan nyangkut qe agama donk..”
    saya lebih suka orang berkata dia orang amerika ketimbang dia orang kristiani.. dan yg dikembangkan bukan teknologi yg diatasnamakan/dikembangkan oleh umat muslim…” tapi teknologi kita semua sebagai individu atau berbangsa…”

    mari bersama membangun bangsa🙂

    • setuju mas/mbak Dreamerzzz karena tujuan setiap manusia mustinya adalah Rohmatan Lil Alamiin (bermanfaat bagi semua umat..bumi seisinya, apapun agama & bangsanya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: