Sayank..Mimpimu adalah Mimpiku juga

familyIsteriku…Dari sejak awal, saya telah menyadari bahwa modal kita hanyalah Mimpi, Keberanian, Tekad, Nekad, Prinsip & Kemandirian diri, Kesehatan & Umur yang dikaruniakan Alloh, dan ‘sedikit’ kecerdasan untuk terus mau belajar.

Sejak awal perjalanan keluarga kita, saya sadar dari sisi materi kita memulai dari Nol. Ibuk saya hanyalah bakul kampung, Bapak saya hanya pensiunan PNS; Bapak Ibumu pun tidak beda jauh. Alhamdulillaah, beliau2 setidaknya diberikan kemampuan menyekolahkan kita hingga S1 dulu di mana SPP S1 kita masih 200-400 ribuan persemester.

Masih ingat..saat awal dulu, kita bersikeras langsung hidup mandiri, meski harus mengontrak rumah tua. Masih ingat kita berdua harus mencat-nya sendiri dulu, mengganti genteng dan pintu. Masih ingat Mas sering tega meninggalkanmu sendiri di rumah, meski akhirnya kita baru sadar depan rumah kita ada kuburan🙂

Masih ingat episode ngontrak ke-2 kita :)) meski harus meninggalkan rumah ‘setengah jadi’ kita.

Masih ingat rumah ‘setengah jadi’ kita yang berikutnya..kembali kita harus meninggalkannya :)) ..ha..ha..ha..sering aku senyum sendiri, kl aku dulu nikah ama cewek anak orang kaya apa ya mau dia ta’ ajak ‘urip rekasa’ kaya’ ini???🙂 Proses inilah yang menurut Mas jauh lebih nikmat dan jauh lebih ‘mengikat’ kita.

Saya sadar,  Bapak Ibu kita bukanlah pejabat atau orang kaya. Namun Alhamdulillaah, beliau2 telah membekali kita dengan jiwa dan semangat yang insyaAlloh ‘kaya’.

Kini…mimpi itu masih terus ada. Mimpi-mimpi itu yang membuat kita senantiasa bersemangat untuk bangun pagi, bekerja keras, berdoa memohon ke Alloh, dan mengatur hati-hati ni’mat waktu ini.

“DOKTER SPESIALIS” untukmu…adalah sebuah Mimpi Besar bagi pelajar dan dosen miskin seperti saya ini. Sebuah mimpi, karena Bapak Ibu kita bukanlah Dokter-Dokter Spesialis ataupun Pejabat Rumah Sakit/Universitas manapun. Sebuah mimpi, karena membayangkan darimana mendapatkan uang untuk membiayai belajar Spesialismu saja Mas tidak tahu. Sebuah mimpi, karena memang kita murni harus berusaha total sendiri untuk seluruh Biaya dan Tes Ujian Masuknya.

Saat ini, Alhamdulillah Mas telah dan sedang menikmati mimpi PhD mas di luar negeri. Sebuah mimpi yang tidak bisa dipungkiri melewati jalan takdir beasiswamu dulu. Saat itu..engkaupun meletakkan mimpi Mas disamping mimpimu. Kini….saatnya mimpimu menjadi mimpiku juga. Insya Alloh isteriku, Alloh Maha Kaya untuk menyekolahkan kita, Alloh Maha Pemurah dan Perkasa untuk membangun keluarga kecil kita, Alloh Maha Pandai mengatur jalannya takdir Mimpi, dan Alloh telah berjanji pasti mengabulkan apapun yang hambaNya minta; Dia seperti persangkaan hambaNya.

Bismillaahirrohmaanirrohiim..Ya Alloh karuniakanlah kami senantiasa kesehatan, kekuatan, kecerdasan, panjang umur yang barokah, rizqi cukup yang melimpah, dan kelapangan hidup di akherat, dunia, dan alam kubur serta kemanfaatan diri bagi alam semesta ini…amiin.

4 Responses

  1. terharu bacanya….
    jadi semangat lagi ni untuk mengejar impian….

  2. Alhamdulillaah..mudah2an Alloh juga meridloi mimpi Mbak/Mas juga🙂

  3. hwuihhhHH ….. sangaR temenan kuwi maS….

    semoGa aq bs meniru jejak langkah anda…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: