Waspadalah terhadap LINGKUNGANmu!

bibitSaya selalu percaya, bahwa kita adalah PRODUK dari LINGKUNGAN kita. Saya, secara pribadi, adalah produk dari proses dan interaksi saya dengan Keluarga saya, dengan tetangga2 saya, dengan teman-teman saya, dengan pengalaman-pengalaman yang saya lalui, dengan ‘kebenaran2′ yang saya yakini dan saya buktikan secara ’empiris’, dengan budaya-budaya yang membatasi dan membentuk value saya, dengan tontonan TV, lagu, dan diskusi yang saya ikuti. Saya saat ini adalah produk dari 33 tahun saya berinteraksi dengan banyak lingkungan.

Bagaimanakah KUALITAS saya saat ini? adalah produk terbesar dari Lingkungan yang PALING BERPENGARUH kepada saya. Lingkungan ini biasanya sangat berpengaruh kepada saya karena lamanya ia berinteraksi dengan saya. Disinilah kita harus mewaspadai Lingkungan kita.

Komentar pimpinan2 perusahaan Besar di Australia yang pernah saya dengar tentang Kunci Kesuksesan mereka: Mereka membatasi/menjauhi bergaul dengan orang-orang yang memiliki Pikiran dan Sikap Sempit & Negatif.

Sering saya mengingat bahwa diri kita ini laksana BENIH tanaman. Katakanlah Alloh Alhamdulillaah telah menciptakan kita sebagai Benih yang ‘unggul’ karena Bapak Ibu kita memang sudah Cerdas/Unggul sebelumnya. Tapi apakah kita PASTI akan cerdas juga? Tidak sesederhana itu.

Benih yang Unggul akan sulit tumbuh atau berkembang bahkan malah akan mati manakala bibit itu hanya disemai di lahan yang kering, apalagi lahannya sudah kering, banyak rayap, dan hanya berupa ‘pot’ yang kecil. Sudah bisa ditebak, Bibit Unggul itu hanya akan tinggal impian. Orang-orang disekelilingnya hanya akan bergumam, “lho padahal dia itu dulu SMAnya juara 1 lho?!”, “padahal Bapak Ibunya professor/kyai lho?!”, “padahal IPKnya dulu 3,5?!” “…kok cuman segini ceritanya?”.

Benih yang Unggul, jika memang ingin berkembang BESAR, membutuhkan “lahan” yang BESAR dan SUBUR. Yach 2 syarat: bukan hanya BESAR tapi juga SUBUR! Bibit yang Unggul yang berada dalam suatu lingkungan yang ‘Kompetitif Positif’ pasti akan merangsang potensi terbaik bibit tersebut. Bibit Unggul yang ingin BESAR harus berani mengambil resiko dari hidup ‘nyaman’ di Pot yang Sempit, Kering, & ‘Kompetitif Negatif’ mencari Lahan Subur dan Lapang yang memungkinkan bibit itu untuk teruuuuuuuuus tumbuh dan berkembang sebesar-besarnya sampai Alloh berkenan memanggilnya.

Tidaklah mudah menjaga ke’Unggul’an kita bahkan memfasilitasinya untuk terus berkembang. Jauhlah lebih mudah membiarkan keunggulan kita, melupakannya, dan menggantinya dengan kenyamanan. Namun selalu saya mengingat: “Hidup ini terlalu singkat untuk melakukan hal yang kecil-kecil”, “terlalu kecil rasanya manakala kita menghadap Alloh dan hanya melaporkan rutinitas kecil harian kita”. Hidup harus BERMANFAAT SEBESAR-BESARnya bagi umat.

Seberapa UNGGUL dan BESAR Manfaat kita? Hanya kita yang mampu menjawabnya dengan Actions.

Akhir kata sebagai pengingat: Mudah2an Alloh senantiasa menjaga saya untuk “menjaga jarak” dengan manusia Pen-dengki, lingkungan Penggunjing, Lingkungan yang Saling Menjatuhkan, Lingkungan “sempit”, Lingkungan Negatif….

Semoga Alloh senantiasa menuntun saya untuk mudah dan nyaman berinteraksi dengan lingkungan yang BESAR, berpikir BESAR, focus pada hal-hal BESAR, sistem BESAR, target BESAR, Pemaaf, Focus pada Rewards, Team Work, Prestatif, dan Bersyukur.

Sekali lagi, waspadalah terhadap Lingkunganmu, karena ia yang akan “membentuk”mu, kamu sadari atau tidak kamu sadari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: