Sumber Rizqi itu Alloh, temanku…bukan pekerjaan kita atau siapapun makhluk-Nya

worldMasih sering heran saya, bagaimana masih ada orang yang percaya MAMPU menutup rejeki orang lain?ūüė¶

Pengalaman hidup saya dalam bisnis dan entertainment berkali-kali telah membuktikan bahwa bukan kita yang memberi teman kita peluang, bukan pelanggan yang memberi uang penjual, bukan client yang membagi rejeki entertainer! Pernah suatu ketika memiliki seorang teman dientertainment yang sangat suka berusaha keras “menutup” rejeki orang lain, berbagai cara dilakukannya dari mulai menyebar fitnah, berita buruk, hingga negosiasi pilihan (pilih saya atau dia). MasyaAlloh, berkali-kali pula saya membuktikan bahwa hanya Alloh pemilik rizqi sekaligus pembagi rizqi! Bukan orang yang diincar itu yang nggak dapat job, malah teman saya yang sirik itulah yang sering stress dan lepas job/relasi.

Percayalah, di dunia ini telah Alloh tetapkan sebuah mekanisme hukum alam “Kekekalan Energi” yang berkali-kali Alloh sampaikan dalam Al-Qur’annya bahwa setiap kebaikan yang dilakukan pasti akan kembali menjadi¬†kebaikan (plus pahala) kepada pelakunya, bahkan akan Alloh berikan¬†ganjarannya 10x lipat. Tidak perlu menunggu di akherat kelak, di dunia¬†ini saja mekanisme alam Alloh pasti akan mengembalikannya kepada kita.

Sebaliknya, jika kita melakukan kejahatan/dzolim kepada yang lain, lihat dan buktikanlah, tidak perlu menunggu di akherat, mekanisme alam Alloh akan mengembalikan kejahatan/dzolim kita itu kepada kita.

Allohpun telah menjelaskan dan berikrar: sekalipun seluruh makhluk di dunia ini(misal 5 milyar manusia saat ini) bersepakat untuk mencelakai kita, jikalau Alloh tidak berkehendak maka tiada keburukan apapun yang terjadi kepada kita, bahkan jika pada saat itu kita berdoa insyaAlloh doa kita akan makbul sebagai hamba yang didzolimi. Sebaliknyapun juga, meski kita telah berusaha sekuat tenaga, bahkan telah dibantu banyak relasi dan referensi kita untuk memperoleh rejeki atau pekerjaan, jika Alloh tidak berkehendak maka rejeki/pekerjaan itu tidak akan kita peroleh.

Jadi, janganlah terlalu mencintai pekerjaan kita, jangan terlalu bergantung padanya atau pada atasan kita. Bergantunglah kepada Alloh (Pemilik dan Pembagi Rizqi) dan KUASAIlah ILMU karena ini rahasia yang Alloh buka kepada kita: “Jika ingin¬†bahagia di dunia capailah dengan¬†ILMU, jika ingin bahagia di akherat capailah dengan ILMU, jika ingin¬†mencapai keduanya capailah dengan ILMU”

Percayalah,¬†jika kita berILMU, tidak ada yang kita takutkan selain ALLOH. Tidak akan kita “mundhuk2” takut ketemu atasan, meski atasan kita¬†“sok disangar2kan” dan minta di-“mundhuk2i”. Tidak takut kita menyampaikan kebenaran dan ilmu kita meski akan berbenturan dengan pendapat atasan. Tidak akan kita menjilat dan takut dipecat. Belajarlah dari Sri Mulyani yang dengan berani mengajukan MENGUNDURKAN DIRI sebagai menteri (sebagai menteri!! jabatan tertinggi departemen negeri ini!) manakala kebenaran yang disampaikannya diabaikan (http://www.perspektif.net/indonesian/article.php?article_id=982).

Jika kita ber-Ilmu dan Bermanfaat maka pekerjaan dan peluang yang akan “memanggil” kita, karena memang saat ini di Indonesia bahkan di dunia setiap perusahaan yang besar dan maju pasti¬†bertumpu pada SDM yang benar-benar berkualitas. Alloh telah nyatakan dalam Al-Qur’anNya bahwa telah Dia sediakan Rizqi yang begitu buanyak yang tidak akan pernah akan habis-habisnya dikonsumsi seluruh makhluknya (bukan hanya manusia) berabad-abad generasi, Alloh sediakan rizqiNya yang melimpah ruah di dunia ini, bukan hanya dibumi, bukan hanya di Indonesia, bukan hanya di 1 kota, bukan hanya di 1 organisasi, bukan hanya di 1 kampung. Di kota kita saja begitu banyak peluang rizqi, apalagi di Indonesia yang terdiri dari 33 propinsi 250 juta penduduk, apalagi ASEAN, Australia, dunia…insyaAlloh masih banyak..muasih banyak dan berlebih untuk makhluk selemah dan sekecil kita ini.

 Berkualitas berarti bukan hanya mempunyai sertifikat S1, S2, atau S3; tapi mampu menunjukkan keilmuan S1,S2, atau S3-nya.

Jadilah S3 yang Berkualitas: berilmu, berkarya, dan bermanfaat! Berkualitas atau Mati! Ikhtiar terbaik, Doa terbaik, Jaga silaturahmi, Focus pada Manfaat dan Kebaikan.

Bismillaahirrohmaanirrohiiim…Pintu amal baru insyaAlloh baru terbuka. Senantiasa beranilah mengambil keputusan¬†mencari “Lentera Hati” kita (https://tonydwisusanto.wordpress.com/2008/08/29/berani-memilih-belajar-hikmah-dari-kickandy/)memastikan Kemanfaatan Terbesar kita, mencari Lingkungan Bersinergi Terbesar kita.¬†¬†

Buktikanlah dengan KARYA, bukan kata-kata! Manfaatkan energi kita untuk BerKARYA bukan hanya untuk berdebat apalagi bergulat! jauhi dan hindari hal-hal yang membuatmu “lelah”, gabung dan datangi¬†kawan-kawanmu yang mengajakmu BERPIKIR & BERKARYA BESAR. Hapus, matikan, kalo terus mengganggu buang¬† saja ‘Channel Negatif’ TV mu, focus dan ganti dan tonton terus ‘Channel Positive’ TV mu! Percayalah: POSITIVE attitude and achievement hanyalah dibentuk oleh tontonan, omongan, dan obrolan yang POSITIVE juga.

Senantiasa, yang mampu¬†hamba mohonkan ke Alloh, “Ya Alloh karuniakanlah yang terbaik kepada hamba”¬†. Inna Lillaahi wa inna ilaihi rojiuun. La khaula wa la khhuwata ila billaahu. Robbishrohri shodri wa yasirli amri wahlul ukhdatammillisaani yafkohukhouli. Robbi adhilni mudkhola sidqi wa akhrijni mukhroja sidqi waj alni mi ladunka sulthonan nasiiroh.

Bismillaahirrohmaanirrohiiim…CUT!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: