PhD & Mengapa jadi PhD?

poorMenurut saya, menjadi PhD “tidak lebih baik” daripada Master.

PhD hanyalah sebuah pilihan FOCUS: Membatasi+ Mempersempit namun Memperdalam pada satu scope kecil pengetahuan/keahlian saja.

Tidak ada yang istimewa dengan PhD. Jelas dia mengetahui lebih dari yang lain tentang bidangnya karena memang hampir setiap waktunya hanya perduli lebih tentang 1 bidang sempitnya dan memilih tidak mempelajari bidang-bidang lainnya.

Mengambil nasehat dari Prof Duflou (Belgium) kepada teman saya yang sedang PhD di Malaysia (Mbak Novita): “Being PhD you have to be down to earth, you have to build a new knowledge that can be used to wider society…..not just for yourself”. Plus, pengalaman dari Dr. Muhammad Yunus (penerima Nobel), bahwa untuk memahami masalah CACING di tanah, tidak bisa seorang PhD melihat dan mencari pemecahan masalah dari kacamata seekor ELANG. Persoalan cacing di tanah hanya bisa diselesaikan jika Elang tersebut rela dan berniat turun ke tanah, bahkan merubah diri menjadi cacing dan bergaul dengan cacing-cacing lainnya, kemudian memahami masalah dan mencari permasalahannya dari mata seekor cacing. Jadi bagaimana mungkin seorang PhD mampu memahami persoalan masyarakat, jika dia tidak mau “down to society”?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: