Hakekat PERSAINGAN

iri Suatu hari seorang teman saya berbisik lirih, “Ton, tahu nggak si Otong itu dapat beasiswa lagi dari universitasnya, padahal khan dia udah dapet beasiswa dari kantor kita. Gimana nih kita laporkan saja?”….lain hari seorang teman lain berujar, “Ton..masa’ si Boy itu dapat Grant dari pemerintah, padahal dianya khan harusnya nggak dapet kalo liat syaratnya!”….Masih ada lagi cerita yang lain, manakala seorang teman baru saja selesai sekolah dan ijin penugasannya langsung dapat keluar kurang dari 1 bulan, seorang pejabat langsung menimpalinya, “Jangan tenang dulu lho Bu, itu baru beres satu jalur birokrasi, nih Ibu masih dipermasalahkan dijalur saya!”

Wuaduuuh…mumet saya! kok banyaak banget ya orang-orang yang SENENG kalo nglihat dan denger orang lain menderita ya? Seneng kalo temannya sedih..seneng kalo orang lain biasa-biasa aja…seneng kalo tetangganya nggak maju-maju.

“Saya saja nggak maju-maju kok, bisa-bisanya dia maju duluan?!..itu namanya lancang! …nggak Fair! …Nggak setia kawan!…Nggak Loyal! Merampas jatah saya! ..Tidak tahu aturan! Nglangkahi!…sompret!…Rampok!…Egois!..nggak pernah mengabdi kaya’ saya!…Mau enaknya sendiri!…nggak pernah memberi!..” Wuadduuuh ratusan lintasan kedengkian langsung mendominasi hati.

“Saya saja yang sudah ‘mengabdi’ begini nggak pernah mikirin prestasi yang kaya’ gituan, berani-beraninya dia dapet!”……”Itu khan harusnya Jatah saya!”…”Saya yang paling berhak dapat!, saya yang paling senior!, saya yang paling banyak memberi! saya yang paling lama mengabdi! saya yang paling pinter!”…”kalo ada temen yang dapet duluan, PASTI dia ngambil jatah rejeki saya!”..”berani-beraninya dia begitu? belum tahu saya siapa? tunggu aja pembalasan saya, pasti dia akan menderita!”

Pernah nggak ada salah satu lintasan hati kedengkian di atas yang lewat dihati kita manakala kita mendengar teman kita memperoleh keberhasilan?…Pasti pernah ya…

Tapi sebenarnya Bener nggak sih Jatah Rejeki kita itu emang bisa diambil orang lain? Bener nggak sih orang lain itu sebenarnya saingan kita? Bener nggak sih keberuntungan orang lain ada hubungannya dengan kesialan kita?

BERSAING. Jelas sejak awal pembetukan tiap diri manusia, memang Alloh sudah menunjukkan bahwa fitroh kita selalu harus bersaing. Kita ada di dunia ini karena kita adalah sebuah sperma yang menang bersaing dari sekitar 1 milyar sperma-sperma yang lain. Sejak kecilpun kita sudah dihadapkan pada persaingan permainan dengan teman-teman kita, saat sekolah adalah saat dimana ranking kelas menjadi salah satu parameter prestasi kita. Bahkan saat kita telah bekerja dan hidup bertetanggapun, seringkali tanpa sadar mekanisme alamiah persaingan kita membuat mata dan telinga kita selalu peka terhadap apa yang sudah dipunyai orang lain namun belum kita miliki. Melihat temen kita yang datang ke kantor dengan mobil mewah, langsung aja kita bertanya, “Kaya’nya gaji kita nggak cukup dech kalo buat beli mobil mewah kaya kamu, nih mobil beli cash atau nyicil?”…”He..he..nih mobil pasti hasil warisan ya? kalo nggak pasti kredit isterimu yang kaya tu?”…Nggak relaaa rasanya kalo liat temen ‘selevel’ kita lebih baik.

BERSAING adalah sebuah kewajiban bahkan natural mechanism karena persaingan akan membuat kita selalu termotivasi untuk selalu lebih baik. Namun yang menjadi pertanyaan disini adalah apakah dengan memiliki semangat bersaing, teman-teman kita harus kita letakkan sebagai PESAING dan MUSUH? ataukah kita berlakukan mereka sebagai SPARING PARTNER dan TEMAN bagi kita?

Di sinilah awal kedengkian atau kemuliaan ini muncul.

Seseorang yang berhati sempit dan tidak memiliki pengetahuan tentang hakikat rizqi Alloh, biasanya akan percaya bahwa rizqi Alloh itu hanya ‘satu’ dan diperebutkan oleh semua makhluk Alloh. Jika orang lain memperoleh rizqi, dia percaya bahwa orang lain itu sebenarnya mengambil jatah rizqi dia dan patut disalahkan atas penderitaan ataupun stagnancy dia.

Sementara orang yang mengerti akan rahasia rizqi Alloh seperti telah dijelaskan Alloh dalam Al Qur’an akan sadar bahwa takdir dan rizqi seseorang TIDAK AKAN TERTUKAR dengan takdir dan rizqi orang lain. Rizqi Alloh sangat-sangat luas, bahkan untuk setiap makhluk kecil melatapun dibumi ini telah Alloh atur rizqinya. Orang yang dibukakan hatinya oleh Alloh akan mampu melihat, betapa dunia Alloh begitu luas terbentang, dari darat hingga laut, dari kampungnya, kotanya, negaranya, bahkan negara lain, semuanya nggak akan habis-habis jika diikhtiarkan untuk mencari rizqi.

Manakala seseorang BERHASIL, pada saat itu orang tersebut sedang meraih TAKDIRnya SENDIRI, bukan takdir anda! Manakala anda stagnant, tidak ke mana-mana, pada saat itulah anda memang memilih dan menjalani takdir anda sendiri, dan tidak ada hubungannya dengan takdir orang lain! Jadi mengapa kita harus dengki dengan keberhasilan orang lain???

Percayalah TAKDIR kita adalah sebuah Rahasia Besar yang harus kita pecahkan sendiri. Bagaimana caranya? Alloh telah memberitahukan rahasianya:

“…Sesungguhnya Alloh TIDAK AKAN merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada mereka sendiri..” (QS. Ar Ra’ad: 11)

Rahasianya adalah Rubah..Rubah Sendiri Takdir kita!..Bersaing..Bersaing dengan diri kita sendiri!…Pacu..Pacu dan lawan kemalasan diri kita sendiri!..Jadikan teman kita yang berhasil sebagai Sparring Partner kita, ajak dia berdiskusi, minta ia mengevaluasi, belajar darinya, ajak dia berlatih bersama, berbahagialah bersamanya…Tambah-tambah terus silaturahmi dan Sparring Partner kita!..Padukan kebiasaan Bersyukur, Penasaran akan takdir maksimal kita, Tawakal dan Kebiasaan bertindak menjadi rutinitas keseharian kita…maju-maju terus..makin manfaat-makin manfaat!!! Seperti pesan Nabi kita tercinta:

“Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dia celaka. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, dia merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia-lah yang beruntung.”

Semoga Alloh senantiasa menuntun hamba untuk selalu lebih baik, lebih bermanfaat, lebih berkarya, dan mampu bersaing dengan diri hamba sendiri dan mampu berbahagia dengan kerhasilan & kebahagiaan orang lain…amiin

One Response

  1. Mas tony, Maju terus pantang mundur….
    Merdeka… HAJAR bLEH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: