Pilih Nasi atau Cangkul? (Episode 2)

Konsistensi keyakinan saya atas kekuatan ilmu (dibanding uang) rupanya kembali musti diuji. Saat berangkat dulu, saya merencanakan untuk focus study dan menjaga keluarga, sementara isteri rencananya saya ijinkan untuk total bekerja menabung demi cita-cita Spesialisnya.

Rupanya…Alloh kembali membuka peluang, rencana, sekaligus ujian lain bagi saya dan isteri: tawaran pekerjaan sebagai Research Assistant di School of Health Service datang dari mantan supervisor isteriku dulu. Uniknya pekerjaan ini hanyalah part-time (15 jam/minggu) sekaligus hanya dijanjikan 3 bulan kontrak saja. Ini sebuah tantangan yang cukup rumit buat kami, satu sisi dari total penghasilan (UANG) tentunya penghasilan isteri saya akan lebih kecil bahkan bisa dibawah separoh dibandingkan spouse2 lain yang bekerja phisically misalnya di Poultry, Pabrik atau kebun, namun di sisi yang lain pekerjaan ini menjanjikan NILAI TAMBAH ILMU, PENGALAMAN KERJA PROFESIONAL LUAR NEGRI , NETWORKING, SKILLs PENELITI, & Peluang PhD untuknya kelak. Gimana ini? Bukankah kami sudah merencanakan untuk berbagi peran sebelumnya: saya belajar, dia menabung🙂 Tapi rupanya Alloh insyaAlloh bener2 mencintai kami, Dia berikan kami sama-sama kesempatan belajar, persis sama situasinya saat pertama kali kami ke Australia (saya sebagai spouse), sayapun nggak total bekerja blue color namun kerja casual sebagai Tutor sekaligus Visiting Researcher dengan penghasilan sangat pas2an.

Di sini, saya – sebagai kepala rumah tangga kembali diuji, ikhlaskah saya memberikan kesempatan belajar kepada isteri saya seluas2nya sementara peluang untuk menabung demi masa depan keluarga sudah sangat terbuka? Manakala saya mengikhlaskan, maka saya harus benar2 ikhlas ikut bekerja sama menjaga dan mendidik anak manakala isteri mungkin sibuk menulis paper atau mengejar death line kerjaannya ? Sebuah tantangan buat kami: apakah “Cukup” adalah lebih baik dari kami daripada “Lebih”?

Alhamdulillaah, akhirnya tekad dan keyakinan itu tetap ada: Saya percaya bahwa tanggung jawab mencari nafkah adalah 100% di tangan SUAMI, isteri tidak punya kewajiban ‘sedikit’pun untuk mencari nafkah. Saya termasuk orang yang meyakini kaidah dalam Islam: “Uang suami adalah uang isteri, uang isteri adalah milik isteri”. Meski isteri yang memiliki tanggung jawab “utama” menjaga dan mendidik keluarga (anak2) namun ia berhak pula (dan sangat utama) diberikan kesempatan selalu untuk BELAJAR dan mengembangkan Potensi Diri serta peluang masa depannya.

Bismillaahirrohmaanirrohiim…insyaAlloh saya ikhlas dan saya mendukungmu isteriku, biarkan Alloh yang menuntun kita, mudah2an cita2 spesialismu tetap terlaksana, bahkan keinginan PhD semoga Alloh ridloi juga, bahkan pula mimpi pekerjaan dan karirmu di Rumah Sakitpun semoga Alloh mewujudkannya. Entah logika kita sebagai manusia belumlah mampu mengira2 algoritma takdir-takdir tadi, tapi percayalah Alloh Maha Mutlak, dengan selalu bersyukur, belajar dan bekerja yang terbaik, insyaAlloh prestasi dan kehidupan yang terbaik-pun akan kita dapatkan.

Demi kemanfaatan kita bagi alam semesta, demi value dan budaya keluarga yang sedang kita bangun, demi keluarga dan anak-anak kita. Insya ALLOH “cukup” dan barokah adalah jauh lebih baik daripada “Berlimpah” namun gelisah. Ilmu insyaAlloh akan selalu ‘MENJAGA’ kita, sedangkan Harta sebaliknya selalu menuntut kita untuk menjaganya.

Seandainya bisa: ya Pinter, ya Cukup, Ya Sehat, ya Barokah, ya Berlimpah, ya Karir bagus, ya Anak-anak sholeh, ya Keluarga Sakinah, ya Agama meningkat, ya Bermanfaat lebih baik…insyaAlloh semua mungkin dihadapan Alloh, jika kita memang serius meyakininya, menjalaninya, dan memohonnya. What happens next? let’s enjoy our trip, okay! Alhamdulillaaaah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: