Pilih NASI atau CANGKUL?

Kalo sampeyan lapar dan punya anak 2, masa depan belum jelas mau makan apa, tiba-tiba dihadapan sampeyan disodori NASI ama CANGKUL. Nasi yang disodorkan itu bukan cuman 1 atau 2 wakul…12 wakul x 4 (tahun) = 48 WAKUL!!! padahal kalo sampeyan balek ke ndeso sampeyan orang-orang disana umumnya cuman bisa makan 1-2 wakul. Nah kalo sampeyan pulang ndeso bawa 48 wakul, jreeeeng! sampeyan bakalan kelihatan banget KAYA nya, plus sampeyan dihormati dan tabungan ‘wakul’ sampeyan bakalan buanyak buat akhir masa hidup sampeyan.

Di samping Wakul yang disodorkan ke sampeyan tadi, juga ada pilihan lain: PACUL (Cangkul). yach..cuman PACUL. Pacul ini jelas nggak bisa dimakan (mau sempal gigi sampeyan?šŸ™‚ ) Tapi pacul ini memberi janji..di sticker yang tertempel diganggang cangkul ini berbunyi “Barangsiapa memilihku, kemudian berlatih menggunakanku, selanjutnya benar-benar memanfaatkanku, maka Insya ALLOH aku akan ‘menjaga’ dirinya, memastikannya makan, dan bahkan memungkinkannya bermanfaat dan berkarya jauh lebih besar.” Ada catatan kecil dibawah cangkul ini: “semua pernyataan yang tertera di cangkul ini adalah PELUANG, Bukan Jaminan!”

Nah lo…Pilih mana??? Nasi 48 Wakul atau Cangkul? Sementara tetangga-tetangga desaku yang bareng2 ke sini hampir semuanya udah pada berebutan ngambilin Wakul. Ada yang bawa wakul 30, bawa 40, bahkan ada yang nekat bawa 100 wakul! Belum lagi, temen2 di desa yang sempet denger di sini banyak wakul, dari jauh mereka seringkali ngasih semangat “Wuahh..Sugih Kowe?!”….”Pirang Wakul simpenanmu?”….

Wakul…Nasi….Perut…..UANG….itu-itu aja yang diributkanšŸ˜¦ memang kita butuh uang, tapi Alhamdulillaah hikmah dan kelapangan yang Alloh karuniakan kepada kami menunjukkan bahwa “Tidak pernah ada kata BANYAK / CUKUP untuk UANG!!!”. Berapa uang yang mau kita cari? 100 juta? 200 juta? atau 1 Milyar? nggak pernah ada kata cukup! Saya masih ingat, saat kita belum punya uang sama sekali, rasanya cita2 punya rumah tipe 36 adalah sesuatu yang menakjubkan. Tiba saatnya Alloh karuniakan tabungan senilai rumah tipe 36, tiba-tiba hati kita merasa Rumah tipe 36 sangatlah sempit, rumah 45 lah yang bener2 pas buat keluargaku (Nah, saat itu juga tabunganku terasa ‘menyusut/kecil’ kembali). Semangat bekerja mengalahkan semangat belajarku saat itu mencambukku untuk mengejar Rumah tipe 45. Begitu 45 tercapai, tiba2 muncul lagi keinginan lebih besar tipe 56…dan lagi…lagi…mobil, rumah dalam kota, spesialis isteri, tabungan sekolah anak, shodaqoh, haji…dst….nggak pernaaaaaaaah ada berhentinyašŸ˜¦ Terus apakah kesempatan ini hanyalah tentang UANG? TIDAK!!!

Di sini, ada pilihan peluang lain yang “menjanjikan”. Saya kesini karena MIMPI. Mimpi akan KEMANFAATAN saya yang jaaauh LEBIH BESAR! Bukan kekayaan.

Disini ada PACUL. Pacul yang kalo kita asah setiap harinya akan menjadi Alat yang Sangat Powerful untuk Kemanfaatan dan ‘Jaminan’ masa depan saya dan keluarga saya. Pacul ini memang hanya BARANG PRODUKSI dan bukanĀ  ‘barang konsumtif’ yang membutuhkan 100% Keyakinan, Tekad Kuat, dan Semangat Juang dan Beribadah yang nggak pernah menyerah. Tapi bukankah hidup ini bukan hanya untuk bersenang-senang? Sekedar mengkonsumsi apapun yang disodorkan dihadapan kita. Hidup ini menjadi indah dan penuh makna/cerita manakala perjuangan dan ikhtiar yang terus kita lakukan terasa sebagai ibadah latihan bela diri yang semakin menguatkan batin dan jasad ini, memberi tambahan amal di kehidupan sesudah kematianku, dan meningkatkan jaminan hidup bagi keluargaku.

Di sini ada PACUL. Pacul disini sebenarnya SANGAT MAHAAAAL. Saking mahalnya sampai2 banyak saudara2ku dari ndeso yang nggak sempet mikirin betapa berharganya melewatkan Sumber-Sumber mengasah Pacul itu. Di sini ada Pelatihan-Pelatihan, Workshop2 GRATIS yang disediakan khusus untuk Research Student. Ilmu-ilmu yang bertebaran, yang jika kita pulang ke ndeso kita, biasanya kita harus membayar berjuta2 untuk satu buah session saja. Disini ada Supervisor dan Professor2 yang siap menjadi sparring partner diskusi kita, disini ada ribuan buku dan puluhan journal ilmiah terbaru yang GRATIS karena University telah membiayai kita, disini ada Forum-Forum dan Lingkungan2 Sosial yang selalu mampu meng-ekspos dan melatih English skill dan mental internasional kita, disini ada banyak Beasiswa bepergian Konferensi Internasional yang sangat rugi untuk tidak kita ambil, ada minimal 1400$ dana tersedia dari School kita dan ribuan dollarĀ  dari beasiswa kita setiap tahunnya untuk support study kita. Disini hamparan ILMU dan FASILITAS PENGEMBANGAN DIRI telah tersedia dan Menanti kita.

Hanya tetap saja, semua itu terserah pada kita: Pilih Nasi atau Cangkul?

Saya ingat sebuah hikmah yang Alloh selipkan dalam sepenggal pengalaman saya sebagai Cleaner selama kurang lebih 4 bulan awal PhD saya (Alhamdulillah saya memilih berhenti sejak July 2008 & focus pada research serta ‘kerja otak’). Adalah seorang teman dari China. Telah lebih dari 4 tahun dia tinggal di Australia. Accounting pilihan studynya. 4 Tahun dia habiskan untuk belajar Bacheloor, sambil bekerja sebagai cleaner untuk mencukupi kehidupannya. Tahun-demi tahun berlalu tanpa terasa hingga akhirnya sekitar 3 tahun sudah dia bekerja. Tahun 2008, dia lulus sebagai seorang sarjana Accounting australia. Pengalaman, keahlian yang dia peroleh sebagai Cleaner sudah lebih dari cukup untuk mengangkatnya setara Cleaner Supervisor. Namun manakala saat tantangan yang sebenarnya itu tiba, tantangan untuk mencari kerja sebagai ACCOUNTANT, teman saya China ini tidak cukup nyali untuk memulainya. Kenapa? karena selama 3 tahun, energi, waktu, dan kecerdasan dia gunakan untuk melatih diri sebagai Cleaner. Cleaning..Cleaning…Cleaning..dan teruuuss Cleaning. Dollar..Dollar…Dollaar..dan terus Dollaar..Kini saat ia sudah tidak memiliki kesibukan lagi sebagai student, dan pintu tantangan berikutnya sudah menantinya, ternyata keberanian dan ilmu yang dibutuhkan belum sempat terlatih dan tersiapkan. Pun saat dia memberitahuku bahwa ia berhenti dari tempat kami bekerja, bukan juga pekerjaan administrasi apalagi accounting yang dia jalani, namun tetap saja sebagai cleaner meski dengan gaji yang sedikit lebih tinggi. Jadi ingat akan komentar saya sendiri, “Seandainya 2 tahun lalu saya sudah memulai diri bekerja sebagai seorang Computer Help Desk di sini, bisa jadi saat ini seluruh skills Help Desk Support sudah saya kuasai karena kompleksitas masalah yang harus saya hadapi, sayang 2 tahun lalu saya hanya berlatih menghadapi masalah Cleaning :)”.

Kini, Bismillaahirrohmaanirrohiim…Pilihan Hypotheses ini saya ambil:

H1: “Memanfaatkan dan memaksimalkan Waktu dan Energi serta Peluang saya selama 3,5 tahun saya disini untuk menyelesaikan PhD saya sebaik-baiknya (sevalid-validnya kualitas Thesis) + Menguasai dan Berpengalaman dalam SMS,Java,Database, & SMS Programming + Memiliki Skill sebagai Data Analyst dan berpengalaman bekerja sebagai Data Analyst di luar negeri (Australia) + Memiliki skill dan berpengalaman sebagai Pengajar di luar negeri (Australia) + Mempresentasikan & mempublikasikan paper lebih banyak lagi di forum-forum internasional + Mengembangkan&menjaga jaringan/silaturahmi dengan kawan-kawan Internasional + Berpengalaman mengelola fasilititas informasi (system administrators) bagi komunitas nyata di luar negeri (Australia) –> memiliki korelasi positif dan significant terhadap masa depan dan kemanfaatan saya serta kepastian masa depan keluarga saya sesudah studi PhD saya.”

H2: “Lebih memilih bekerja dengan OTAK meski total penghasilan lebih kecil dari kawan-kawan yang total bekerja dengan Phisik, akan memberikan jaminan kesejahteraan yang lebih BERKELANJUTAN dalam kehidupan saya dan keluarga saya selanjutnya, serta lebih mampu menanamkan value Knowledge and Future orinted instead of Money oriented bagi isteri, anak-anak dan generasi saya selanjutnya.”

Bismillaahirrohmaanirrohiim, semoga Alloh menolong dan melapangkan jalan saya. Insya Alloh Verifikasi Hypothesis saya ini akan dapat saya jumpai mulai tahun 2012 ke atas, semoga Alloh menganugerahi umur panjang dan kesehatan yang barokah kepada kami, amiiin.

2 Responses

  1. šŸ˜€ hmmmm ya setuju Mas, beberapa bulan lalu saya memutuskan untuk berhenti bekerja karena hanya untuk fokus ke penelitianšŸ˜€, dan meningkatkan produktifitas saja, meski akhirnya penghasilan berkurangšŸ˜€

  2. Thank Mas Pituku…Mudah2an sukses juga ama Research ‘Japan’-nya. He..he..saya juga udah maen ke blog njenengan kok, salam!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: