Akhirnya dapet ‘Surat Cinta’ juga: Parkir melebihi batas tanah aja di Denda lho :)

Alhamdulillaaah dapet ilmu lagi🙂 Sehati-hatinya saya menaati peraturan di negeri orang kena juga saya akhirnya.

Seperti biasa setiap jam udah menunjukkan pukul 3 pm, aku bakalan bergegas lari ke mobilku dan menjemput anakku di Primary School. Biasa nyampe di halaman sekolah sekitar pukul 3.15/3.20 pm, parkiran dan jalan2 sekitar Primary School udah full berderet parkir mobil orang tua yang mau njemput anaknya juga. Biasanya juga tiap kali aku nggak dapet tempat parkir, aku mencoba untuk lihat kanan-kiri ‘belajar’ tempat mana yang biasa dipake orang tua lain untuk parkir. Naaah…favoritku tuch jalan masuk death end ke Primary School yang kalo udah full di ujungnya aku masih bisa balek dan parkir di seberang jalan (kaya’ di gambar Photo). Benernya aku tahu kalo jalan itu (khusus untuk jam antar dan pulang sekolah) hanya boleh parkir di kiri jalan, sementara kanan jalan di larang. Tapi itu khan jalan buntu? pikirku, lagian biasa tuch banyak mobil parkir di sebelah kanan jalan. Jalan ini bener2 jalan kecil khusus ke sekolah, buntu lagi, yang aku pikir nggak worthy enough lah buat police nge-check2 lalu lintas nyampe ke sini.

Naaah…akhirnya, seperti biasa sore itu aku parkirkan mobilku di sebelah kanan jalan buntu itu. Biasa orang jawa, karena nggak enak kalo mobilku ntar menghalangi mobil lain yang mau masuk atau muter di ujung jalan buntu itu, niat baikku aku parkirin mobilku agak ‘menjorok’ ke tanah melebihi batas pinggir jalan. Toh batas antara jalan dan rumput udah nggak keliatan lagi (coba liat lagi di Photo). He..he..pikirku itu niat baik.

Naaah…sore itu kurang lebih 2 minggu setelah kejadian hari itu, sebuah ‘Surat Cinta’ datanglah padaku. Sebuah surat cinta dari Pemerintah Kota Mitcham. Aneh, pikirku kok aku dapet surat dari pemerintah lokal, ada apa ini? pikiranku udah melayang2 mengingat2 dan menerka2 kesalahan apa yang udah aku lakukan? Apa pernah aku nglanggar traffic light? lho tapi harusnya kalo aku nglanggar khan suratnya dari Polisi?..mboh coba aku buka suratnya. Jreeeeeng! begitu surat aku buka, photo besar gambar mobilku udah nampak! wuaduh! jangan2 photo aku nglanggar traffic light tanpa aku sadari khawatirku. Sebuah surat melampiri photo mobil tua ku, surat dari pemerintah kota. Cepat aku baca dan kucari pokok inti surat. “OFFENCE” kata ini langsung tertangkap mataku semakin membuatku khawatir berapa denda yang harus kubayar? kucari2 angka yang ada. Alhamdulillaaah hanya didenda 20AU$ (jangan di Kurs kan rupiah ya..ntar sakit perut lagi!). Ternyata kesalahanku adalah Parkir kejadian 2 minggu lalu, padahal mungkin sudah berkali2 sesudah kejadian hari itu aku parkir ditempat yang sama, yach namanya orang nggak ngerti. Aku didenda karena salah parkir entah karena salah arah (larangan parkir sebelah kanan) entah karena melanggar batas tanah yang nggak jelas, entah dua2nya. Benernya aku bisa aja calling mereka nanya apa benernya kesalahanku, tapi yo wis lah masih Alhamdulillaah..’isih bedjo’ kata wong jawa..cuma kena denda 20$..yach itung2 satu kali isi bensin mobilku, Itung2 nyumbang pemerintah kota pikirku🙂

Asik ya di sini, pemerintah kota aja boleh nindak/ndenda lho kalo kita ngelanggar peraturan. Pokoknya kalo kita masuk ke suatu kota maka kita musti patuh dan aware terhadap peraturan di kota itu musti masalahnya sepele.

Yach..Alhamdulillaaah akhirnya aku diberi ilmu lagi nih minggu ini🙂 Semoga berikutnya Alloh ngasih ilmu-ilmu tambahan yang banyak, tapi mohon ya Alloh yang nggak perlu mbayaaaar …amiiiin

One Response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: