Hari Sial di Hospital itu

Sebagai seorang pelajar yang punya kerja sampingan Cleaner di Rumah Sakit, aku nggak tahu kenapa kamar nomor 13 di bagian Penyakit Dalam ini terasa ANGKER. Tiap Senin Pagi minggu pertama bisa dipastikan Pasien gawat yang sebelumnya di rawat di kamar itu pasti meninggal dunia, padahal malam sebelumnya (Minggu Malam) hampir semua pasien yang meninggal itu sempat ngobrol riang denganku😦 Entah kutukan apa yang terdapat di kamar itu dan di hari itu.

Malam itu, Minggu malam pertama seperti biasa, aku kembali bekerja di Hospital tersebut. Pintu kamar 13 telah didepan mataku. Ingin rasanya aku melewatinya dan tidak membersihkan kamar itu seperti kamar-kamar lainnya. Tapi bayangan supervisor-ku yang sangar lebih aku takuti daripada hantu bule yang mungkin akan aku jumpai. Dengan kuberani-beranikan, aku ketok pintu kamar 13 pasien itu, “Good evening Mam! Cleaning Service Mam, Excuse me, I have to clean up your room, is it okay?” tanyaku sopan. ‘Yeah, that fine, please come in’ jawab pasien tua itu dengan berat. Pelan-pelan aku masuk kamar itu. Seperti biasa, kulihat selang-selang pernafasan dipasang di kamar khusus Pasien Kritis Penyakit Dalam itu. Alat Pemacu jantung dan Monitor detak jantungpun selalu on, belum lagi selang-selang infus yang terus menetes. Kamar itu full dilengkapi electronic devices yang sangat canggih!

‘So…you are cleaner, Boy?’ tanyanya padaku,. “Yes Mam, but actually I am PhD student here, I am International Student from Indonesia” jawabku. ‘O..that good, I hope I have a good and handsome son like you’ katanya menyanjungku. “Mam…so sorry asking about this, have you heard about this room before?” tanyaku agak lancang kepada pasien tua itu. ‘yeah, I have heard about this room, but you know I do not believe it, I do not believe in God even!’ jawabnya ketus. ‘I will not die just because I stay in this room!’ jawabnya, kaya’nya dia mulai marah dengan pertanyaanku yang tidak pada tempatnya tadi. ‘So…Cleaner Boy! Why don’t you just start your job, clean this room and get off here immediately!!!’ teriaknya kepadaku yang semakin membuat aku ketakutan dan merasa bersalah.

“Okay Mam…I am so sorry asking that unappropriate question, I am sorry” kataku menyesal. “Can I clean up your room and all stuff on your bed?” tanyaku agak takut. ‘Yes, do it!!!’ bentaknya. Nggak nunggu dibentak 3x aku kembali melakukan aktifitas rutinku tiap kali membersihkan kamar itu tiap Minggu Malam pertama: Demi kebersihan dan keselamatan diri sebagai pekerja aku MATIKAN (SWITCH OFF) dulu semua saklar dan devices di kamar itu, aku CABUT dan bersihkan semua selang yang ada, bahkan aku MATIKAN SAKLAR UTAMA di kamar itu; baru aku me-lap bed dan mempel lantai kamar.

Dua jam berlalu, aku pamitan kepada pasien tua tadi. “Mam, it’s done, I am leaving, bye” sambil menghidupkan semua device dan saklar listrik serta menyambung selang-selang kembali…seperti biasa setiap aku selesai melakukan rutinitas cleaning tadi semua pasien gawat di kamar tadi ketus TIDAK MENJAWAB salamku. Hah biarin jawabku sambil berlalu dari kamar tadi.

Esoknya, nggak tahu kenapa aku mendengar lagi pasien di Kamar 13 tadi kembali ditemukan MENINGGAL DUNIA.

Kenapa ya kejadian kaya’ gini bisa terjadi di sini ya😦 ???@#$%??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: