Pilihan-pilihan Peluang Takdir

Hari ini saya mencoba meyakinkan diri kembali akan pemahaman dan keyakinan saya akan MEKANISME TAKDIR ALLOH. Terserah anda boleh tidak sependapat dengan saya, namun yang saya temui dan yakini bahwa Alloh memang sudah menciptakan “blue print” (cetak biru) takdir hidup tiap makhluknya terutama kita manusia. Namun cetak biru takdir itu bukanlah sesederhana dugaan sebagian kita, bahwa misal ketika kita lahir Alloh menentukan takdir kita menjadi presiden maka masuk SD nggak masuk SD, berperilaku baik atau jahat pasti kita tetap jadi presiden. Bukan..bukan seperti itu. Keyakinan saya, bahwa tiap Cetak Biru Takdir kita sedemikian kompleks. Jika diibaratkan flow chart pemrograman komputer maka akan banyak terdapat percabangan IF-THEN atau CASE OF. Percabangan CASE OF itu diberikan ALLOH kepada kita karena kemurahanNya di mana Dia memberikan keleluasaan kepada kita untuk “memilih” jalan takdir kita. Percabangan CASE OF itu begitu banyak..sangat banyak…bahkan diberikan Alloh dalam setiap mili detik dimensi waktu kita. Tiap mili detik keputusan yang kita ambil PASTI akan berpengaruh terhadap pilihan ‘flow chart’ takdir kita ke depan. Saking banyaknya keleluasaan pilihan takdir yang diberikan Alloh kepada tiap manusia hingga saya meyakini Cetak Biru Takdir tiap diri kita seperti gambar AKAR SERABUT yang sedemikian kompleks. Sekali lagi Takdir TIDAKLAH SEDERHANA. Apa yang menjadi Takdir kita ESOK secara default/standard sangat ditentukan oleh apa yang kita lakukan dan kita putuskan SAAT INI. Saya katakan “default” takdir, karena sekali lagi Alloh Maha Mutlak untuk Mengubah Jalan/Skenario Flowchart takdir kita tersebut meski “tinta telah dikering”. Alloh Maha Kuasa dan Maha Mutlak yang SAMA SEKALI TIDAK BISA DIKEKANG ketetapan takdirNya sendiri.

Bagaimana saya bisa memperoleh pemahaman dan keyakinan atas mekanisme takdir ini? Alhamdulillaah, saya membuktikan bahwa masa depan kita tergantung dari apa yang kita Mohon ke Alloh dan Usaha/Ikhtiar Maksimal kita. Alhamdulillaah, saya membuktikan bagaimana saya memohon kepada Alloh untuk “membelok-belok” nikmat pengalaman hidup saya: dari anak kuper sekolah ke Penyiar Radio, Pelawak dan MC, dari Sarjana Teknik Nuklir ke Teknik Elektro (S2) pindah lagi ke Komputer (S3), dari Pelajar ke Pelawak ke Wiraswasta ke Dosen ke Peneliti …Mbuh nanti mau mbelok ke mana lagi🙂 . La Khaula wa la khuwata ila Billaah..Alhamdulillaaah. Sekali lagi percayalah takdir kita MEMUNGKINKAN KITA UNTUK MENCAPAI “APA SAJA” dan MENJADI “SIAPA SAJA” … disinilah nikmatnya Masa Depan. MASA DEPAN = KEMUNGKINAN dan setiap Kemungkinan selalu memiliki Peluang untuk TERJADI dan TIDAK TERJADI. Di sinilah nikmatnya Masa Depan, bagi Alloh bukanlah Hasil AKhir yang berarti karena setiap Hasilpun adalah Milik Alloh jua semata, namun di hadapan Alloh yang dinilai adalah IKHTIAR dan NIAT dari ikhtiar kita tersebut meski hasil akhirnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Manakala kita telah PERCAYA bahwa segala sesuatu adalah MUNGKIN jika kita hanya BERHARAP dan BERSANDAR kepada ALLOH, kemudian meniatkan semua aktivitas dan ikhtiar kita sebagai IBADAH kepada Alloh, dan melakukan IKHTIAR Fisik Non-Fisik Maksimal. Sudah SELESAI! disinilah urusan kita dengan cita2 dan harapan kita. Mengenai hasil akhir yang kita ketahui diakhir ikhtiar kita, itulah realita Cetak Biru takdir kita. Jika kita BERHASIL, berarti memang ADA ‘cetakan’ hasil akhir Cita-Cita tersebut di Cetak Biru Takdir kita, jika TIDAK BERHASIL, setidaknya kita telah berikhtiar (Ber-IBADAH) dan mengetahui bahwa Tidak Ada ketetapan Cita-Cita itu dalam Cetak Biru Takdir Kita.

Jadi sekali lagi, Bukan Hasil yang Utama, namun TEKAD, HARAPAN, IKHTIAR, & KEYAKINAN kepada ALLOH yang lebih bernilai dalam hidup ini. Ingat hikmah yang diyakini Ford “Kita BISA atau TIDAK BISA semuanya adalah MUNGKIN”, Jadi Kenapa kita nggak PD aja, Husnuzhon dan menyandarkan semuanya kepada Alloh. Kita mungkin CERDAS mungkin Nggak Cerdas, Kita mungkin KAYA mungkin Nggak Kaya, Kita mungkin KE LUAR NEGERI mungkin nggak pernah ke luar negeri, Kita mungkin DAPAT BEASISWA mungkin Tidak Pernah Dapat Beasiswa, Kita mungkin menjadi BESAR mungkin juga hanya kecil. Jadi sekali lagi TIDAK TAHU dan TIDAK ADA YANG DAPAT MENJAMIN MASA DEPAN KITA selain Alloh, TIDAK ADA YANG PASTI tentang MASA DEPAN, namun yang PASTI apapun keinginan dan cita-cita kita “pasti” tidak akan pernah tercapai manakala detik ini kita sudah PESIMIS, TIDAK PERCAYA DIRI, Tidak Percaya atas Kuasa Alloh, dan sudah “menutup” sendiri peluang masa depan kita. Kita yang “Menentukan” Pilihan Flowchart Takdir Kita! Percaya, Bersandar, dan Memohon kepada Alloh agar Alloh Menuntun kita atas setiap keputusan kita dan kuasa Alloh mempermudah dan mempercepat mekanisme pencapaian permohonan cita-cita kita. Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: