ACADEMIC INTEGRITY: Sudahkah Bangsa Kita Memilikinya?

nyontek.jpg“Plagiarism adalah Kejahatan Akademik!”…”Ingat, sanksi atas setiap perbuatan Palgiarism di Universitas ini adalah Drop Out”…”Mengutip atau mengcopy sebagian atau seluruh hasil karya akademik orang lain tanpa Referencing yang tepat adalah perbuatan Plagiarism dan melanggar kode etik akademik”..dan banyak lagi dech tulisan-tulisan besar yang ditempel di dinding kampus, lab bahkan di meja komputer perputakaan. Apaaa kuwi “Plagiarism” kok kelihatannya kejahatan besar banget ya disini? begitulah mikirku saat pertama kali datang ke Flinders University bulan April 2005. Aneh bin ajaib ya…kok penegakkan dan budaya etika kejujuran akademik kaya’ gitu nggak juga ngetrend-ngetrend di Indonesia. Benernya kalo mau kita jujur ama diri kita sendiri, dari satu sisi ini aja kita udah bisa menilai: Akademisi (termasuk anda yang Sarjana lho) Indonesia atau Luar Negeri yang lebih Jujur dalam bidang akademis, hayo? …. Kualitas karya akademiknya kira2 bagus mana ditinjau dari sisi orisinalitasnya?…

Apa sih benernya “Academic Integrity” atau Integritas Akademik? Academic Integrity adalah suatu nilai kualitas sikap menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai akademik yang setidaknya menyangkut 5 sikap fundamental (CAI-Duke University):

JUJUR (honesty) : setiap akademisi dan staf akademisi harus jujur secara pribadi maupun intelektual dalam proses belajar, mengajar, penelitian dan pelayanan.

KEPERCAYAAN (Trust) : setiap akademisi dan staf akademisi harus dapat percaya bahwa setiap orang dan sistem dalam lingkungannya mendukung kebebasan bertukar pendapat dan kemampuan mencapai potensi yang maksimal.

ADIL (Fairness): Semua orang dalam lingkungan akademis diberlakukan adil

MENGHORMATI (Respect): Menghargai orang lain dan hasil karya orang lain serta mampu menerima dan menghargai keberagaman pendapat orang lain.

BERTANGGUNG JAWAB (Responsibility): Percaya bahwa setiap orang harus siap bertanggung jawab dan mengambil tindakan jika terjadi pelanggaran dalam nilai-nilai akademik.

Termasuk dalam pelanggaran dan tindakan menginjak-injak serta tidak perduli terhadap Integritas Akademik adalah Plagiarism (mengaku hasil karya orang lain, mengutip karya orang lain tanpa menuliskan referensi sumbernya), mencontek,memanipulasi data sebenarnya, dan menyabotase karya orang lain. Hayo…masihkah kita rutin melakukannya tanpa merasa BERDOSA?

Mengapa setiap Institusi Pendidikan memiliki Kepentingan untuk Menjaga dan Membangun budaya Integritas Akademik?

Dua pendapat yang layak untuk disimak dan diingat,

Ary ginanjar (ESQ) : ”mahasiswa memiliki posisi dan peran strategis. Jika ingin mengubah bangsa ini, maka, Kita harus mengubah mahasiswa terlebih dulu. Karena mereka adalah agen perubahan”.
Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Prof Mohammad Nuh. ”……karena perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan formal terakhir yang harus ditempuh sebelum terjun ke masyarakat. Kalau perguruan tinggi keliru dalam mendidik mahasiwa, maka akan kelirulah masyarakatnya”.

Saya jadi sadar bahwa ternyata tanggung jawab sebuah perguruan tinggi dan juga seorang dosen ternyata sangat jauh lebih besar daripada sekedar bisnis atau mencari uang jam mengajar. Ternyata kita memiliki tanggung jawab (dan bisa jadi tanggung jawab itu akan dipertanyakan dihadapan Alloh kelak): mengapa kita membiarkan mental-mental mahasiswa dan rekan-rekan akademis kita “rusak”…suka berbohong secara akademis, mencuri/merampok karya orang lain, memanipulasi data sebenarnya, dan mempublikasikan hasil penelitian yang bohong. Kita memiliki tanggung jawab, setidaknya mulai dari diri kita sendiri kemudian mengkampanyekan budaya kejujuran akademik..dan akhirnya membangun sistem membangun Integritas Akademik di lingkungan kita.

Adalah sebuah pilihan: tetap sebagai “Akademis PEMBOHONG” hanya karena kemalasan dan kebodohan kita atau menjadi “Akademis JUJUR” yang memang menuntut kerja lebih keras dan lebih cerdas. Namun insyaAlloh saya percaya setiap sistem dan budaya kejujuran pastilah akan menghasilkan Karya yang Lebih Berkualitas dan Lebih Dihargai secara Internasional serta pasti “memaksa” setiap individunya belajar dan berkarya lebih cerdas.

Integritas Akademik menyangkut REPUTASI INSTITUSI….jika sebuah institusi benar-benar menjaga sistem dan budaya integritas akademiknya maka semakin harum dan berkualitaslah Sarjana-Sarjana hasil pendidikan institusi tersebut, namun sebaliknya jika sebuah institusi sama sekali Tidak Perduli dengan nilai Integritas Akademik dimulai dari Dosen-Dosennya yang sering mencuri tulisan/karya orang lain, Mendidik mahasiswa semaunya, membiarkan mahasiswanya mencontek, membiarkan pencurian karya skripsi dll maka percayalah institusi dan sarjana-sarjana lulusannya sendiri yang akan Tidak Dihargai dan pasti berkualitas rendah (juga bermental rendah secara akademis). Jangan selalu menyalahkan orang lain atas Kebobrokan Bangsa ini, namun bisa jadi kita salah seorang penyebabnya. Jangan hanya menyalahkan anggota DPR atau koruptor, karena bisa jadi kita juga salah seorang ‘koruptor’ yang tidak perduli akan perbaikan mental mahasiswa-mahasiswa kita termasuk diri kita sendiri.

Bismillaahirrohmaanirrohiim…yang sudah ya sudah…yuk mulai sekarang kita lebih baik lagi…nyicil dari diri sendiri dan lingkungan kita ikhtiar ibadah membangun bangsa yang berbudaya jujur dan berkualitas tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: