Alhamdulillaah..keberanian itu tetap ada

yell.jpgBaru saja saya chatting dengan sahabat saya yang masih ada di Arab (King Saud University). My carious mendorong saya untuk kembali bertanya bagaimana perkembangan situasi belajar teman-teman di KSU sana khususnya teman-teman yang belajar in same college with me (CCIS) sepeninggal saya (mengundurkan diri) sekitar 1 bulan yang lalu.

“Masih gini-gini aja mas.”…….malah…”Program S3 akan buka tahun 2009 (kemungkinan September 2008 ada) hanya diutamakan untuk Orang Arab, jadi kita yang dijanjikan dapet peluang S3 sesudah 1 tahun sebagai Research Assistant hanya yang dipilih saja!” …

Nah loo….berubah lagi to!! dulu saat kami masih di Indonesia (Agustus 2007) saat telepon informasi kami diterima di program S3 (ya..informasinya diterima di program S3!) menyatakan bahwa KAMI HARUS BERUSAHA SAMPAI DI KSU SEBELUM TANGGAL 8 SEPTEMBER 2007 (karena tanggal semester baru dimulai tanggal itu). Gimana kami nggak kebingungan kami baru aja tahu, terus harus berangkat dalam 2 minggu, terus uang tiket dan fiscal harus berusaha sendiri dulu, terus informasi Visa dan pengurusannya harus ngurus sendiri ke Jakarta, Medical Check Up harus di Klinik Jakarta…Panik, Pusing, ribut, stress 1 keluarga saya tiap kali ada telepon atau SMS dari temen2 yang juga dapat info beasiswa. “Isine mung kemrungsung” kata orang Jawa. Belum jelas disana “Pasti” S3 apa tidak, disana ngapain, research-nya seperti apa. Ya wajar dong kami sekeluarga kelimpungan…..Kami akan berpisah untuk waktu yang tidak pasti, kami harus mengusahakan uang keberangkatan minimal 12 juta untuk tiket, fiscal dan jaga2 makan disana, saya pribadi sangat gelisah penelitian apa yang harus saya kerjakan sementara tiap kali email saya kirimkan jawaban selalu 2 minggu atau tidak ada jawaban sama sekali.

Dalam surat yang saya terima “Saya diterima sebagai Research Assistant dan Mahasiswa S3”..nih suratnya masih saya simpen. Tertulis program S3 akan dimulai semester genap (Februari 2008).

Akhir September 2007, saat kami-rombongan terakhir tiba di KSU, kegelisahan kami akan akomodasi sedikit terobati karena semua fasilitas untuk mahasiswa sangatlah mewah. Tapi sekali lagi kami ke sini bukan untuk bermewah-mewah hidup di sini, saya pribadi ke sini untuk mencari kejelasan ilmu apa yang akan saya pelajari, saya ke sini bukan untuk mencari Reyal (mohon maaf seperti beberapa teman) komitmen saya ke sini untuk BELAJAR, saya mengambil resiko besar untuk ke sini, saya berpisah dengan anak dan isteri dengan resiko bertemu mereka hanya 1 x dalam 1 tahun, 1 datang kesini dengan resiko akan ada bahtera besar dalam rumah tangga saya karena isteri saya (yang seorang dokter) harus rela mengalah dan melepas pekerjaannya di Indonesia menjadi isteri dan ibu saja melupakan ilmu-ilmunya, saya ke sini dengan resiko menghabiskan jutaan rupiah dengan ketidakpastian apakah akan kembali. Jadi sekali lagi adalah wajar dan hak saya untuk gelisah dan mencari kepastian. Akhir September 2007…saat kami telah bertemu dengan pihak dekanat CCIS -KSU barulah kami mengetahui bahwa program S3-komputer ini barulah saja disetujui dan BELUM BERJALAN. Adalah hak kami: mengapa informasi tersebut tidak disampaikan kepada kami sebelum kami berangkat ke mari? bukankah kami sudah terlalu sering meminta informasi? mengapa email jawaban hanyalah berkata “Just come here every thing will be okay”…… It’s not fair!

Oktober 2007…informasi yang berubah kembali saya terima dari bagian Research Center: Program S3 tidak akan dibuka Semester Kedua tetapi baru akan dibuka September 2008! Ya Allooh, mengapa setiap informasi tidak ada yang pasti disini. Berbagai kemudahan makan dan tidur saya nikmati, namun hati ini tidak bisa tidur juga karena gelisah berpisah dengan keluarga danTIDAK PASTI untuk apa saya di sini (Program S3 belum ada, mulainya belum pasti, bahkan kepastian perpanjangan kontrakpun adalah sebuah masalah).

Buruknya manajemen pelayanan di uni, tidak dihargainya waktu disini, ketidak pastian S3 saya dan penelitian saya, dan seringnya muncul masalah-masalah dalam birokrasi dan teknis gaji yang semakin tidak memungkinkan saya untuk focus pada kegiatan penelitian memberikan kekuatan dan kepasrahan saya untuk senantiasa berdoa memohon pertolongan Alloh akan peluang beasiswa yang lain (S3 di Australia). Doa, doa, dan doa selalu saya panjatkan saya serahkan semua masalah ini pada-Nya, sampai dengan di Masjidil Haram pun saya menangis memohon kebaikan bagi saya dan keluarga saya serta kemanfaatan ilmu saya…Ya Allooooh..!!!

Kini….setelah 1 bulan saya mengundurkan diri sebagai “Research Assistant” di KSU, baru saja sebuah informasi “perubahan” lagi saya terima:

“S3 di CCIS-KSU akan dibuka insyaAlloh September 2008 (mungkin 2009) dan AKAN DIUTAMAKAN ORANG-ORANG SAUDI sehingga calon-calon mahasiswa international “yang sudah dijanjikan akan memperoleh S3 setelah 1 tahun bekerja sebagai Research Assistant” TIDAK BISA DIANGKAT SEMUA SEBAGAI MAHASISWA S3″

Lho…semudah itukah mengubah janji…semudah itukah mengingkarinya…

Saya jadi ingat nasehat dan hikmah dari seorang expatriat yang telah puluhan tahun tinggal di Saudi Arabia: “Something certain in here is just UNCERTAIN”. Kepastian adalah hal yang penting, Transparansi dan Profesional adalah kebutuhan.

Alhamdulillaah Alloh mengaruniakan saya peluang kepastian beasiswa di negara lain.Alhamdulillaah Alloh menolong saya meninggalkan Arab Saudi dan berangkat ke negara lain. Alhamdulillaah beberapa kali hujatan datang ke saya ,”Mengapa kamu meninggalkan negeri Alloh ini dan menuju negeri kafir untuk belajar?”…bagaimana saya bisa belajar disini sedangkan kepastian kontrak belajar (S3) saja tidak ada, materi penelitian dan supervisornya saja juga tidak ada. Apakah jika saya tidak mau belajar di Arab berarti saya tidak cinta Alloh? Jika Arab adalah negeri Alloh, apakah negeri lain bukan negeri Alloh? tidak bisakah sejenak mereka melihat dari situasi saya yang memiliki resiko untuk berpisah dengan isteri dan anak-anak (keluarga hancur karena isteri belum ridlo), situasi bahwa saya memiliki peluang besar TIDAK PASTI akan S3 dan hanya tinggal lama di Saudi Arabia hanya sebagai Research Asistant sementara di sisi dunia lain Alloh memberikan peluang saya S3. Masih dalam pendapat saya (dan ini hak saya untuk memiliki keyakinan) bahwa saya punya hak untuk belajar di negara yang menjalankan nilai-nilai Islam karena culture-nya: Tepat waktu dan menghargai waktu, egaliter (menghargai semua orang sama entah Asia, Western tanpa bersikap dan memanggil membedakan-bedakan), belajar ilmu pengetahuan langsung dari sumbernya dan lain-lain. Saya tahu bahwa negeri-negeri ini juga banyak bertentangan dalam nilai Islam khususnya dalam berpakaian dan ibadah, namun dalam hal muamalah sistem masyarakat mereka haruslah kita pelajari dan kita contoh kita padu dengan aqidah lurus agama kita. Ini bukan masalah agama, ini adalah masalah institusi dimana “company culture” dan kualitas sistem pelayanan pendidikan KSU belum siap menerima program Internasional (yang memang baru pertama kali dibuka tahun ini). Mungkin situasinya akan berbeda jika semua ini terjadi di King Fath University yang telah menjadi memiliki standar manajemen International University sejak lama serta peringkat 1 di Timur Tengah.

Yach…tulisan ini sekedar melepas kekesalan sekaligus kelegaan saya karena Alloh menganugerahkan saya beasiswa ALA ini, Alhamdulillaah karena Alloh membantu saya keluar dan membantu saya berangkat belajar disini, karena menolong saya mengambil keputusan di tengah “tekanan” beberapa teman bahkan staf-staf kantor saya di Indonesia yang tidak rela saya mengundurkan diri untuk sebuah Kepastian dan Konsistensi akan Tujuan Saya Berangkat/Belajar, beberapa orang yang secara tidak sadar tidak senang melihat orang lain diberi rizqi Alloh dan lebih tenang jika orang lain sengsara. Buktikan, saat anda benar-benar sengsara dan anda mengeluh kepada teman anda atau atasan anda di Indonesia sana apa yang beliau-beliau katakan…nothing..paling banter “ya..sabar” tanpa ada bantuan tindakan atau financial apapun. Namun saat kita akan mengambil peluang jauh lebih baik dan pasti, banyak diantara mereka yang tidak rela dan mengira-ira serta menyiapkan masalah baru untuk kita. Terserah..Bismillaahirrohmanirrohiim..masadepan saya di tangan pencipta dan pemelihara saya Alloh. Masih beruntung beberapa teman yang datang ke sana dengan langsung dapat memulai S2/S3 nya, meski sebagian diantara mereka mendorong saya untuk sabar, setia kawan dengan bertahan dengan apapun yang ada di sana; jikalau saya boleh bertanya seandainya saja saya menuruti mereka dan meghabiskan 1-2 tahun hidup saya hanya untuk menunggu kepastian S3, saat mereka telah selesai S2/S3 nanti dan saya belum selesai bersediakah mereka juga menemani saya tinggal di sana sekedar menunggu saya selesai S3 dan bersama2 pulang ke Indonesia?😦 Bagaimana dengan masing-masing keluarga kita?bagaimana dengan cita-cita kita?…hingga kapan hidup ini masih diberikan Alloh untuk mewujudkan cita-cita kemanfaatan ini?

Chatting hari ini dengan sahabat saya menyalakan kembali doa dan tangis syukur saya kepada Alloh…Ya Alloh terima kasih atas nikmat luar biasa ini, tidak semua orang Engkau karuniakan kesempatan berkunjung ke “rumah” Mu lalu ENgkau tolong dia keluar dari situasi yang sulit dan masuk ke ke nikmat belajar pengetahuan yang lebih pasti dan lapang. Ya Alloh…Alhamdulillaaahirrobil alamiin…Ya Alloh telah Engkau buktikan kembali jika kita memohon kepadaMu PASTILAH ENGKAU KABULKAN…Semuanya hanya karena Mu..Alhamdulillaah mudah-mudahan semua ini adalah jawaban akan doa hamba “Robbi adkhilni mudkhola sidqi wa akhrijni mukh roja sidqi waj alli miladunk ka sulthonan natsiira”..Alhamdulillaah senantiasa Engkau berikan hamba keberanian untuk mengambil keputusan dan mengambil resiko…

One Response

  1. Fiuh.. Saya terharu bacanya. Dari nada berapi-api yg dituliskan disini, sepertinya KSU telah membuat Pak Tony kesal sekali ya? Your experience has given me a second thought to study in KSU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: