HAJI…antara Urusan kita dengan ALLOH vs Urusan kita dengan Manusia?

arab1-177.jpgBaru saja seorang temenku di kantor menelpon saya, “Ton…piye khabare? aku udah di Mekah lho. Kemarin sebelum ke sini ada pelepasan jamaah haji dari kantor kita, saya sebutin aja 18 orang termasuk kamu ama Pak Bambang!”…

HAJI…

adalah salah satu dari kewajiban kita seumur hidup yang HARUS kita laksanakan dengan segenap kemampuan kita. Haji bukanlah sesuatu hal yang ringan bagi kita masyarakat Indonesia. Uang tabungan 30 juta rasanya sangat berat bagi kami yang berpenghasilan tetap 2 jutaan yang harus menghidupi isteri, anak, sekolah, susu, makanan, kesehatan dll yang kalo di matematika bisa 2xlipat penghasilan kita😦 Jadi manakala seorang temen berhasil menabung dan berangkat haji, wajarlah ini merupakan hal yang sangat ISTIMEWA bagi diri dia dan keluarganya. Belum lagi tuntunan haji yang menganjurkan kita meminta maaf kepada seluruh teman, saudara serta kerabat sebelum keberangkatan kita sehingga adalah hal yang jamak bahkan sering dirasa sebagai tuntutan untuk mengadakan acara besar-besaran Pamitan Pelepasan Haji: di lingkungan rumah, saudara, bahkan kantor.

Dalam situasi seperti ini, saya merasa “pasak-pasak” niat dalam hati ini rasanya mulai bergeser. Jujur sajalah: ada kebanggan terselip dalam benak kita saat teman dan saudara mengucapkan selamat, ada ganjalan manakala ada teman atau kerabat yang tidak tahu kalo kita sudah berhaji, bahkan sering saya menjumpai banyak orang yang tidak rela jika dipanggil namanya saat memberi sambutan tanpa ditambahi gelar H (Haji)😦

Ya Alloh….Haji BUKANLAH Gelar!!! Haji hanyalah (maaf saya katakan hanya) urusan masing-masing pribadi dengan Tuhannya, Manakala saya mengucapkan “La Baik Allohuma La Baik!” pada saat itu saya menyapa Alloh menyatakan”Ya Allooh saya datang memenuhi panggilanMu hanya dan hanya karena MU, bukan karena pendapat orang lain, bukan karena pujian orang lain, bukan karena dorongan orang lain..hamba menghadapMu karena hamba setia dan patuh pada Mu ya Allooh Tuhan Pemilik hamba”. Jadi “Haji” bukan gelar, Haji TIDAK BUTUH ditunjukkan! H(Haji) TIDAK BUTUH ditulis di depan nama kita!!! Buat apa tulisan H di depan nama kita? Buat apa?? Ingatlah berkali-kali Alloh mengingatkan Alloh tentang Bahayanya RIYA bagi Catatan Amal kita dihadapan Alloh. SAYA SAMA SEKALI TIDAK MEMBUTUHKAN PAHALA, PANDANGAN, & PENDAPAT BAIK DARI MANUSIA, SAYA HANYA BERURUSAN DENGAN ALLOH dan URUSAN DENGAN ALLOH biarlah Catatan Amal milik Alloh yang mencatatnya, Saya Tidak Butuh Catatan Manusia!!!

HAJI layaknya Ibadah PUASA, sebaik-baik puasa jika kita mampu “menyembunyikan”nya di hadapan manusia, jika kita mampu hanya mengharap ridlo/kecintaan Alloh. Haji..meski banyak mengeluarkan biaya, tidaklah layak “dijual” hanya demi pujian dan pandangan manusia. Semoga Alloh memberi kesempatan saya untuk melaksanakan haji bersama keluarga dengan Rendah Hati dihadapan Alloh, dengan mempersembahkannya “khusus” (exclusive) untuk Alloh Tuhanku – bukan bagi tetangga, bukan bagi teman, bukan bagi saudara. Jadi kami yang harus berpamitan yang mesti bersilaturahmi mendatangi, bukan beliau2 yang repot menhadiri karena KAMI YANG BERKEPENTINGAN MEMINTA MAAF & MENYELESAIKAN URUSAN. Jadi logika yang benar adalah, “RUGI kita, jika uang sangat besar bagi kita (30 juta!!!) akan kita buang kita sia-siakan kita tukar hanya demi pujian dan pandangan manusia yang tak bermakna! Uang besar hanyalah layak khusus untuk sesuatu yang BESAR: Ridlo dan Kecintaan Alloh semata!!”

Semoga Alloh menjaga niat saya, memberi umur panjang yang barokah, meridloi saya dan isteri saya Naik Haji serta beramal bagi Bapak Ibu saya untuk dapat melaksanakan Haji sebagai penyempurnaan kewajiban hidup beliau2, Semoga Alloh menjaga dan meningkatkan Semangat saya, memberi kelapangan dan kekuatan serta mendidik saya untuk semakin lebih baik menuju Haji Mabrur (tahun…..insyaAlloh..Amiiin).

Selalu saya akan mengingat tulisan seorang ustadz lulusan Madinah yang baru saja saya kenal lewat Blog ini tentang saya,” Tony…kamu masih bodoh dalam agama, belum banyak tahu tentang agama Islam!!”, Karena saya menulis tentang haji…maka saya yakin kan kepada temen-temen yang membaca “Saya BELUM HAJI….mohon doakan saya dapat Berhaji Menghadap Alloh dengan Setinggi-tinggi Keikhlasan hanya karena Alloh…dan Saya Tidak Perduli temen2/saudara/kerabat saya tahu saya sudah berhaji atau tidak, karena saya ingin Alloh menerima “bingkisan” haji saya kelak sebagai sebuah amalan hambanya yang istimewa, amiiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: