Sakinah, Mawaddah dan Warrahmah?

tonykeluarga.jpgSering saya berdoa sesudah sholat: “Ya Allooh…jadikanlah keluarga hamba menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warrahmah”, atau sering saya mengajak isteri saya, ” yuk Dik, sama-sama jadikan keluarga kita keluarga yang Sakinah”, atau bahkan paling sering saya mengucapkan doa saat temen-temen saya menikah, “Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah ya..” Nah, kalo mau terus terang, baru malam ini saya ngerti arti 3 kata itu….!!!🙂 Dasar kurang belajar ya!
Cita-cita “sakinah, mawaddah, dan rahmah” sebenarnya diungkapkan Alloh dalam Qur’an Surat Ar-Rum (30) ayat 21:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu CENDERUNG dan merasa TENTERAM KEPADANYA, dan Dia menjadikan diantaramu rasa KASIH dan SAYANG. …”

1. SAKINAH = ketentraman

Ia bermakna kecenderungan dan KECONDONGAN HATI. Artinya seorang Suami/Isteri harus berikhtiar/beribadah semaksimal mungkin agar pasangannya senang dan merasa tenteram jika berada di sampingnya. Yuk, tanyakan pada diri kita sendiri: “Tony…hayo kira-kira isterimu kalo pas dekat disamping kamu lebih merasa TENTERAM atau tidak?”
2. MAWADDAH = cinta

Menurut Mujahid maknanya adalah jima (persetubuhan antara suami isteri). Namun, secara umum maknanya adalah KECINTAAN suami/isteri kepada isteri/suaminya. Yuk kita tanyakan: “Tony..apakah kamu selalu CINTA dan selalu ‘INGIN’ terhadap isterimu?”🙂

3. RAHMAH = kasih sayang
Ada yang menafsirkannya dengan kelahiran anak sebagaimana bunyi firman Allah pada surat Maryam: 2 yang menyebutkan anak sebagai rahmat.
Namun pada umumnya para ulama menafsirkan rahmah sebagai bentuk KASIH SAYANG yang wujudnya lebih dalam dari sekedar cinta. Ia terwujud dalam sikap suami yang MELINDUNGI, MENGAYOMI, dan TIDAK INGIN ISTERI/SUAMINYA MENDAPAT GANGGUAN/CELAKA. Pertanyaan yang ketiga: “Tony…sudahkah engkau sayang kepada isterimu hingga engkau selalu ingin melindungi dan menjaganya selalu?”

Jadi…….Mudah-mudahan tulisan ini bisa sebagai NASEHAT buat saya dan isteri saya: Sudahkah kami berikhtiar maksimal menciptakan perasaan TENANG (Sakinah) saat bersama, sudahkan kami selalu MENCINTAI, dan sudahkah kami selalu MENGASIH-SAYANGI. Mudah-mudahan ikhtiar kami ini dapat senantiasa sebagai wujud kecintaan dan penghambaan kami kepada Alloh-Pencipta kami. InsyaAlloh, semoga Alloh menjaga kebahagiaan keluarga kami hingga masa masa senja kelak meski dorongan syahwat dan cinta sudah melemah. Amiin.

2 Responses

  1. Indeed it’s a very informative description that everyone should see and learn. Thank’s for sharing such handy guidance. BTW, don’t forget to come back to ID, ok. this country definitely still needs persons like you.

  2. No worries..Lis. InsyaAlloh my heart is in Indonesia😉 I really want to do something for my people…thanks for visiting my Blog, again congratulation for your ‘new life’ ..all the best for your family!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: