Ruwetnya Surat Keterangan Fakultas untuk Reentry Visa…


Dua minggu ini adalah minggu yang “berat” buat saya. Minggu dimana saya menguji seberapa kuatnya saya menjalani ruwet dan malasnya birokrasi serta etos kerja pelayanan di Arab ini.
Tepatnya sejak minggu terakhir bulan Oktober, harapan menguji “peluang lompatan takdir” telah mendorong saya untuk memulai ikhtiar meminta ijin pulang. Minggu itu, diawali dengan janjian sepihak yang saya kirimkan via email 2 hari sebelum hari-h ke Dr Kareem, Kajur Computer Science CCIS-KSU. Sayang e-mail baru dibaca hari-h nya sehingga sia2 hari itu menunggu lebih dari 4 jam😦 Berikutnya hari Ahad jam 10 barulah saya bisa menemuinya tentu yang paling utama menanyakan apakah saya dapat memperoleh ijin pulang untuk tes. Saat itulah Alloh menunjukkan, meski seorang Ketua Jurusan telah mengijinkan namun panjangnya birokrasi Reentry Visa sudah diluar jangkauannya. Yang Beliau bisa lakukan “hanyalah” meneruskan saja surat ijin saya ke administrasi😦

Hari ini berikutnya, jalur ikhtiar lain saya coba. Berbekal nasehat Mr. Nasheem, bagian administrasi Research Center CCIS, akhirnya saya membuat another letter meminta surat rekomendasi yang saya tujukan ke dekan CCIS. Dengan PD, Mr. Nasheem menjawab,”give me a second” berjanji akan menindaklanjuti surat saya. 1 jam berlalu…1,5 jam berlalu sempat 2 kali saya tanyakan. “You pray dluhur first than come again”. Saya berlalu membiarkan surat saya yang nggak tersentuh dia sama sekali untuk sholat Dluhur. Selesai sholat dengan penuh harap saya kembali ke Nasheem. Gilaa…belum juga dikerjakan. Entah apa yang dia lakukan, yang pasti perkataannya tidak bisa dipercaya. Menunggu lagi….3 jam menunggu…4 jam bahkan..jam 4 setelah pertanyaan saya yang ke sekian kalinya barulah dia mengambil surat saya, membacanya, kemudian berkata, ” Your letter is enough, you just need sign of Mr. Fahad”. Ya Alloooh…kenapa nggak dari tadi bilaaaang??? kenapa harus menunggu 4 jam untuk membaca surat saya dan mengatakan itu? Tanpa rasa bersalah dia melanjutkan,” but now Mr. Fahad go to other building Insya Alloh will come back”….dia janji lagi akan mintaain tandatangan surat saya. Menunggu lagi….4.30 Saatnya jam kantor pulang, Mr Fahad nggak muncul juga, dengan santai dan tanpa rasa bersalah dia berkata,”You stay here waiting for him, (I’ll go home) if he come give your letter, if he is not coming put your letter on my desk”. Ya Alloooh, tega2nya dia nyuruh saya yang telah dia terlantarkan lebih dari 5 jam untuk terus menunggu sementara dia pulang. Parah mental pegawai ini, sambil langsung saya letakkan surat saya diatas desk dia.

Hari ke-4 mengurus surat keterangan dari Fakultas, saya langsung mendatangi meja Nasheem. Dengan yakinnya dia bawa surat saya ke Mr. Fahad. Your letter is enough. Saat Mr. Fahad membacanya, ternyata Nasheem is just administration employee…dugaannya meleset. Surat saya tidak cukup & butuh tanda tangan langsung Vice Dean Academic Dr Husam Ramadhan!!. Nah looo…terus? Dr. Husam nggak ada ditempat, dan hari itu Rabu…so come again another 3 days!! (karena Kamis, Jumat libur) walah…

Hari ke-7 mengurus surat keterangan dari Fakultas, semalaman saya menyiapkan berbagai kemungkinan surat yang bakalan diminta: ada surat atas nama Vice Dean adapula surat atas nama Dean. Pokoknya manalah yang lolos. Pagi saya berangkat mencari Dr Husam. Alhamdulillaah, pintu ruangannya terbuka, setelah melihatnya selesai menelpon saya masuk dan cerita rencana kepulangan saya. Eh…gampang banget dia langsung tandatangan Alhamdulillaah…but dia bilang, “give this letter to Mr. Fahad.” Walaaah ngalamat lama lagi nich😦 Benar dugaanku, begitu surat udah kuberikan Fahad bertanya”What should I do?”..lho malah tanya, ” I have no Idea…” jawabku polos. Walah salah njawab aku..”come tomorrow.” Duh, jawaban klasik arab ini keluar lagi

Hari ke-8 mengurus surat keterangan dari Fakultas: pagi itu jam 10-an saya sudah nongkrongi pintu Mr. Fahad. Belum juga datang. Jam berapa kantorannya orang Arab ini. Jam 11-an baru saya liat dia ada diruangannya. Nunggu “disambi” macam2 baru dia melayani saya, your letter…give it to Mr. Nasheem and ask Nasheem to see me. Walah…surat saya belum diapa2kan!!! Begitu keluar dari ruangan Mr. Fahad langsung ketemu Nasheem, ngliat saya sudah dapet tanda tangan Dr Husam dengan PDnya dia berkata,”it’s ok…go..go to Imigration.”..saya jawab, “but…”..”go..” katanya. Bingung aku ama staf yang sok tahu ini. saya balek ke Research Center, ngambil tas ama mastiin Nasheem pasti minta surat saya. Nah..iyakan dia datang lagi ke saya sambil minta surat saya balik “give it to me both..”🙂 Saya tanya kapan saya dapat suratnya, dia bilang today insyaAlloh…wuaduh pake “insyaAlloh Arab” ngalamat nggak dikerjakan lagi nih😦 Nunggu lagi………………..1 jam berlalu saya liat surat saya nggak disentuh lagi…sudah deh… I will come tomorrow. Udaaaah, hari itu ku mengerti memang bukan takdir terbaikku untuk pulang karena ruwetnya birokrasi dan parahnya mental melayani staf Arab!!! Ya Allooooh….
Hari ke-9 mengurus surat keterangan dari Fakultas: karena sudah dijanjikan, pagi-pagi saya sudah mencari Nasheem. Nah “How about my letter?” “Today, insya Alloh”..walah pake insyaAlloh lagi😦 Nunggu lagi……….1 jam berlalu, bolak-balik saya jalan didepan dia berharap dia ingat tugasnya dan nggak enak ama saya. Cueeeek….”Mr. Nasheem, can I get my letter today?”…”Yes insyaAlloh, but….maybe tomorrow insyaAlloh” dia menjawab mencuekkan saya. SUDAAAH hilang kesabaran saya, “Are you sure tomorrow??” tanya saya meninggi! “Yes, insya Alloh!!” “What time…??” Dia nggak jawab malah melayani orang lain…Ya Allohhh Saya Marah sambil pergi meninggalkan ruangan research center tanpa salam. Staf arab lain menangkap”kemarahan” saya, dia teriak “NAsheeeem”. Nashem setengah mengejar saya,” Tony..Tony..tomorrow insya Alloh at 10.30.”…Terserah sak ngomongmu kataku dalam hati, siapa percaya janji pegawai arab!!!
Hari berikutnya: mboh…saya nggak mau ngurusi surat saya lagi, hanya nitip pesen ke Pak Bambang buat nanyain. Untung ….seperti dugaan saya dihari ke-10 jawaban masih saya, “still in process..”. Hari itu saya gunakan untuk mengurus iqomah yang ternyata jaaauh lebih ruwet (saya cerita di luar topik mumet ini).

Akhirnya….setelah udah nggak kupikirkan dan nggak ta’ kudatangi 2 hari..”Surat Keterangan Pengantar dari Fakultas untuk Reentry Visa” ku jadi diantar Pak Agung….jadi..hanya untuk 1 lembar surat saya membutuhkan waktu 11 HARI…11 HARI intensif, intensif…Ya Alloooh siapa yang salah? Birokrasinya yang ruwet? prosedurnya yang belum ada? Mental kerja stafnya yang parah? atau saya yang nggak sabaran?? Mboh lah….Yang penting, Alhamdulillaaah 1 surat telah jadi meski butuh 11 Hari …hueeeh lemeeeees

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: