Berawal dari info beasiswa di Eramuslim.com saya mengetahui adanya peluang beasiswa S3 ini.
“Sudah ngirim beasiswa Arab, Pak? Saya sudah lho” tanya Pak Bambang Sugiantoro – teman kantorku di Teknik Informatika saat makan siang selesai Jum’atan. Hebat nih teman saya!! dia memang paling cepat dan nekat kalo urusan peluang beasiswa dan grant research.
Sepulang dari kantor, langsung selama 1 minggu full aku upayakan semua dokumen dan ngirim aplikasi saya ke KBRI Riyadh. Juni 2007: proses mengirim aplikasi ke KBRI Riyadh.
Agustus minggu ke-2 2007 : ditelepon KBRI saya diterima sebagai Research Assistant dan harus berangkat secepatnya sebelum 8 September 2007
Agustus – September 2007: Perjuangan mencari informasi kepastian S3 dan cara berangkat ke Arab Saudi sementara Visa bakalan habis 30 September 2007 dan informasi balasan sangat minim dijawab.
24 September 2007: Saya “nekat” berangkat ke Arab Saudi dengan biaya sendiri
September – Desember 2007: Proses adaptasi dan eksplorasi sistem belajar dan hidup di KSU dan Arab Saudi serta pemastian peluang S3 serta lama studi dan kemudahan hidup bagi keluarga.
Desember 2007: Saya dengan berat hati memutuskan untuk mengundurkan diri karena beberapa alasan langsung terkait dengan S3 dan penelitian: Program S3 belum ada (baru berjalan direncanakan September 2008), topik Riset kemungkinan besar harus berubah dari 0 kembali, Durasi studi S3 yang relatif lama (plus masa menunggu dapat menjadiu 5-7 tahun), sistem belajar model Amerika yang mencakup 2 tahun pertama belajar teori (saya lebih memilih full research), kepastian kontrak belajar S3: tidak ada kontrak khusus Beasiswa S3, hanya ada kontrak sebagai Research Asistant, serta model kontrak beasiswa pertahun jadi ada resiko beasiswa tidak diperpanjang sampai program S3 selesai, beasiswa jauh dari cukup untuk menyewa rumah dan menghidupi keluarga, dan kemungkinan isteri serta anak “kesulitan” untuk tinggal di sana, serta stress benturan budaya kerj/belajar (terkait dengan efisiensi waktu dan kerja).
Beberapa langkah untuk memperoleh beasiswa S2/S3 dan Research Assistant di KSU ini:
1. Penuhi dulu syarat administrasi yang ada: misal skor TOEFL 550. Kemudahan dari beasiswa ini tidak mengharuskan skor TOEFL standar Institutional TOEFL sehingga anda dapat mengirimkan skor TOEFL LIKE yang relatif lebih mudah.
2. Setelah seluruh aplikasi lengkap, langsung kirimkan ke Dekan College yang anda tuju. Info college lengkap bisa langsung diakses di www.ksu.edu.sa
3. Sebelum aplikasi dikirim, cobalah anda mengontak mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di college yang anda inginkan silahkan akses di www.arabksustory.wordpress.com , carilah informasi sebanyak-banyaknya proyek yang sedang berjalan? keahlian yang sedang dibutuhkan? calon Supervisor yang ada? contact calon Supervisor tersebut via email dan minta tolong dia memberi reference letter.
4. Jika anda akhirnya diterima dan belajar di Arab Saudi khususnya KSU, siapkan mental dan style belajar anda serta modal anda. Selengkapnya silahkan baca pengalaman teman2 KSU di arabksustory.wordpress.com
Semoga Sukses!!!
Filed under: 1.RAHASiA BEASISWA, ARAB Sep-Des2007



tonydwisusanto@gmail.com

assalamu’alaikum. boleh saya minta contoh aplikasi untuk memperoleh beasiswa luar negeri. terimakasih.
ass minta tolong gimana cara mendapat beasiswa dan aplikasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan beasiswa arab saudi
waalaikum salam wr wb..menjawab pertanyaan Mbak Sari dan Patwayati: silahkan diakses link KSU di kolom kiri blog ini. Biasanya berkasnya hanya surat lamaran (English), copy Ijazah dan IPK dan TOEFL score. Berkasnya kirimkan aja langsung ke Rektor KSU cc ke Dekan Fakultas yang bersangkutan. Saya tidak tahu apakah sekarang ada perubahan prosedur atau tidak.